mengikuti kristus, haruskah kristen (katolik or protestan)

Mari berdiskusi mengenai Kristiani, mohon saling menghormati dan tidak membahas agama lain di forum ini.

Moderators: vids, Ken, tiwul, kartono_w, Alfonsus

Postby Ken » Sun Feb 29, 2004 3:33 pm

Broto wrote:Dear bro Catholic,

Katon (katholik) menikah yg pertama kali dengan wanita A (katholik) di Gereja Katholik.

Katon menikah lagi dengan Ira Wibowo (Protestan) di Gereja Protestan (denom nggak gw sebutin, gw yakin di sini ud banyak yg tahu).

Yang gw pertanyakan: atas dasar apa Gereja Protestan berani-2nya menikahkan Katon lagi ?


Gw pengen denger alasannya, syukur-2 dari pendeta/calon pendeta protestan nih ?



salam. 8)


Setau saya Ira Wibowo itu muslimah, kemudian menikah dengan Katon secara Protestan. Waktu itu saya masih di Indonesia dan sempat membaca kontroversial pernikahan Katon yg Kristen Katolik dengan Ira yg muslim. Atau saya salah baca ???
Pax Christi vobiscum
+++Ken+++
Ken
 
Posts: 667
Joined: Thu Jun 19, 2003 6:30 pm

Postby CA-tholic » Wed Mar 03, 2004 1:15 pm

Thank you all.


Sekali lagi Agama mana yang selalu KONSISTEN mempertahankan perkawinan monogami (dan akibat sampingannya adalah kestabilan hukum di Eropa)?


Inilah komen dari Doktor Scott Hahn. Seorang Prof Theology anti-Katolik yang setelah belajar mendalam kembali ke pangkuan bunda gereja

I like to ask my students whenever I teach the course on the theology of marriage, "How many religions teach strict monogamy and mandate that in their practice?" Usually the response is, "Well, doesn't Judaism? How about Islam? Sure. What about Christianity, both Protestant and Catholic varieties?" Then I shock them by saying none of them except Catholic Christianity. Judaism has practiced or at least allowed for polygamy through the ages. It wasn't until 1948 that the Yemenite rabbis for strategic purposes forbade polygamy. But you look at Abraham, you look at Jacob: Abraham had two, Jacob had two wives and two concubines. Solomon not to be outdone had seven hundred wives and three hundred concubines. So you're hard-pressed to argue that Judaism is founded on strict monogamy. If you look at Islam, you'll discover in the Koran that Mohammed encouraged up to four wives and saw divine sanctions behind that. If you look at Protestantism, which was founded on the permission of divorce and remarriage, you see the practice of what amounts to serial polygamy. You can have many; you just have to have one at a time, that's all. And so it goes. There's one religion in the history of mankind that has mandated and enforced strict monogamy and that's the Catholic Church.

This has brought about a revolution in law, in legal stability and predictability so that cultures can flourish.
If you don't know what the law is going to be tomorrow or the next day or next year, you're not going to know how to invest your money to protect your income. We know that the savings and loan scandal and other things, too, were based upon abrupt legal changes that brought about abrupt reinvestment decisions. Burman argues that the Catholic Church is responsible for bringing whatever degree of stability and predictability to our civilization in the area of law that we have.



Mater Ecclesia, Ora pro nobis
Lihat, Ibu, Aku membuat semua baru - The Passion of The Christ (Wahyu 21:5, Yesaya 43:19)

#katolik - Dalnet

http://www.ekaristi.org
CA-tholic
 
Posts: 148
Joined: Tue Feb 10, 2004 3:59 pm
Location: Orange County California

Postby viani » Fri Mar 05, 2004 6:30 am

Salam Damai Dalam Kristus.

Menurut saya, dulunya tidak ada yang namanya agama. Yang ada adalah Christian (orang-orang Kristus), seperti Indonesian (orang-orang Indonesia).

Dan pada abad ke 400, "Katolik" yang artinya universal dipakai untuk menyebut kumpulan orang-orang Kristus ini.

Dan sekitar tahun 1500-an lahir seorang Martin Luther yang memisahkan diri dari kumpulan orang-orang Kristus ini. Pada saat itu tidak setujau dengan pengakuan dosa yang diperjualbelikan (sudah dirubah pada Konsili Vatikan).

Entah mengapa pemisahan diri itu sampai sekarang malah menjadi sesuatu yang biasa dan dengan mudahnya orang mendirikan denominasi baru.

Kalau saya mau, sayapun bisa membentuk denominasi baru. dengan alasan yang sudah ngetrend, yaitu ada kuasa dari Roh Kudus.

Tetapi saya tidak punya bukti otentik, seperti ketika Yesus menyerahkan tongkat penggembalaannya kepada Petrus.

Mendirikan gereja sendiri, sebenernya juga ada untungnya, soalnya bisa dapat perpuluhan.

O, ya bicara soal perpuluhan, ada 2 kasus yang terjadi dikota saya Bojonegoro mengenai perpuluhan yang sudah diketahui masyarakat luas, bahkan diketahui saudara-saudara kita dari agama lain!!!!!

Mau tahu kasusnya????????? Tunggu cerita selanjutnya!!!!!! Sorry sudah kantuk berat........

GBU
viani
 
Posts: 11
Joined: Tue Jan 20, 2004 3:45 pm

Postby Martha » Fri Mar 05, 2004 9:22 am

wah kasian si katon nih, telinganya panas kali ya hehehehe
ntar forum diskusi jadi forum ngegosip deh.....:) p

Ngomong2 soal pengikut Kristus, klo menurut saya sih pengikut Kristus adalah semua orang yang mengakui adanya Tuhan....entah dia seorang Islam, protestan, katholik, Hindu, dsb....
Bukankah Kristus adalah penjelmaan dari Allah sendiri yang turun ke dunia ? Jadi semua orang yang mengakui Tuhan adalah juga pengikut Kristus ....

GBU All - Martha
Martha
 
Posts: 36
Joined: Sat Jul 19, 2003 11:26 am
Location: jawa tengah

Postby Broto » Fri Mar 05, 2004 9:48 am

Dear Martha,

Kalo kuping si Katon panas, yo biarkan panas. Toh memang demikian adanya. FAKTA. Terserah dia mo merenung atau ndak ato egp misalnya.

Tentunya Martha bisa membedakan antara isue dan FAKTA khan ?


salam.
Broto
 
Posts: 114
Joined: Mon Jun 23, 2003 6:52 am
Location: Yogya

Postby CA-tholic » Sun Mar 07, 2004 1:38 pm

viani wrote:Salam Damai Dalam Kristus.

Menurut saya, dulunya tidak ada yang namanya agama. Yang ada adalah Christian (orang-orang Kristus), seperti Indonesian (orang-orang Indonesia).

Yesus sudah membangun jemaatnya di Alkitab

Matthew 16:18
And I say also unto thee, That thou art Peter, F32 and upon this rock I will build My church; and the gates of hell shall not prevail against it.


Dan pada abad ke 400, "Katolik" yang artinya universal dipakai untuk menyebut kumpulan orang-orang Kristus ini.

Maaf, tapi ini kurang tepat.


kata katolik diucapkan pertama kali oleh St Ignatius dari Antioka, murid Rasul Yohanes.

St Ignatius of Antioch, Letter to people of Smyrna AD 110
"Wherever the bishop shall appear, there let the multitude [of the people] also be; even as, wherever Jesus Christ is, there is the Catholic Church."


St Polycarp yang juga Murid Rasul Yohanes (kematiannya secara Martir sangat mencengangkan karena dia dibakar hidup2 tapi tubuhnya menjadi coklat seperti roti panggang dan berbau harum) juga mengatakan:

St Polycarp AD 155/157
"The Church of God which sojourns in Smyrna to the Church of God which sojourns in Philomelium and to all the dioceses of the Holy and Catholic Church in every place." (ibid p. 30)



Jadi yang paling awal dan tertulis adalah tahun 110 oleh St Ignatius dari Antioka. Dan tentu saja kalo St Ignatius dari Antioka menulis kata tersebut di suratnya kepada Jemaat di Smyrna, kata "katolik" pasti sudah merupakan kata yang sudah dimengerti jemaat Smyrna ataupun sudah cukup umum di tempat lain.

Dan sekitar tahun 1500-an lahir seorang Martin Luther yang memisahkan diri dari kumpulan orang-orang Kristus ini. Pada saat itu tidak setujau dengan pengakuan dosa yang diperjualbelikan (sudah dirubah pada Konsili Vatikan).

Bukan pengakuan dosa yang diperjual belikan. Tapi indulgensi.


Orang yang mengaku dosa, dosanya langsung diampuni. Tapi biasanya kita perlu melakukan penitensi karena dosa mengakibatkan kita cacat meskipun kita sudah diampuni. Penitensi ini akan membawa kita ke penyadaaran betapa dosa itu menyacatkan kita.


Contoh: Kamu lihat film/buku porno. Kamu sadar dan bertobat. Dosa kamu diampuni. Apakah ini berarti kalo gambar porno yang masih ada di otak kamu juga terhapus dari pikiran? Apakah kamu mau masuk surga dengan membawa gambar-gambar tersebut?


Sayangnya, praktek indulgensi, yang ajarannya memang benar, alkitabiah, disetujui Bapa Gereja Awal (sebelum tahun 300), terkorupsi oleh oknum-oknum gereja. Sangat disayangkan.


Luther, bukannya memperbaiki praktek korupnya, tapi membuang ajaran yang selalu ada dari dulu.

Entah mengapa pemisahan diri itu sampai sekarang malah menjadi sesuatu yang biasa dan dengan mudahnya orang mendirikan denominasi baru.

Ini adalah ciri khas Protestantisme yang sangat tidak sesuai dengan Alkitab. Padahal Yesus berdoa untuk persatuan. Paulus pun mengutuk perpecahan


Perhatikan ayat2 berikut



Mat 12:25
Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka lalu berkata kepada mereka: "Setiap kerajaan yang terpecah-pecah pasti binasa dan setiap kota atau rumah tangga yang terpecah-pecah tidak dapat bertahan.


Roma 16:17
Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, supaya kamu waspada terhadap mereka, yang bertentangan dengan pengajaran yang telah kamu terima, menimbulkan perpecahan dan godaan. Sebab itu hindarilah mereka!


1 Cor 1:10-13
Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, demi nama Tuhan kita Yesus Kristus, supaya kamu seia sekata dan jangan ada perpecahan di antara kamu, tetapi sebaliknya supaya kamu erat bersatu dan sehati sepikir. Sebab, saudara-saudaraku, aku telah diberitahukan oleh orang-orang dari keluarga Kloe tentang kamu, bahwa ada perselisihan di antara kamu. Yang aku maksudkan ialah, bahwa kamu masing-masing berkata: Aku dari golongan Paulus. Atau aku dari golongan Apolos. Atau aku dari golongan Kefas. Atau aku dari golongan Kristus.


Efesus 4:3-6
Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera: satu tubuh, dan satu Roh, sebagaimana kamu telah dipanggil kepada satu pengharapan yang terkandung dalam panggilanmu, satu Tuhan, satu iman, satu baptisan, satu Allah dan Bapa dari semua, Allah yang di atas semua dan oleh semua dan di dalam semua.

Kalau saya mau, sayapun bisa membentuk denominasi baru. dengan alasan yang sudah ngetrend, yaitu ada kuasa dari Roh Kudus.

Betul, mentalitas ini sangat disayangkan. Tapi inlah yang terjadi dengan Protestantisme yang sekarang sudah ada 30,000+ denominasi

Tetapi saya tidak punya bukti otentik, seperti ketika Yesus menyerahkan tongkat penggembalaannya kepada Petrus.

Betul, karena tidak satupun Gereja Protestant yang diserahi tongkat gembala.

Mendirikan gereja sendiri, sebenernya juga ada untungnya, soalnya bisa dapat perpuluhan.

O, ya bicara soal perpuluhan, ada 2 kasus yang terjadi dikota saya Bojonegoro mengenai perpuluhan yang sudah diketahui masyarakat luas, bahkan diketahui saudara-saudara kita dari agama lain!!!!!

Mau tahu kasusnya????????? Tunggu cerita selanjutnya!!!!!! Sorry sudah kantuk berat........

GBU

Bagaikan Judas yang mencuri uang Gereja.
Lihat, Ibu, Aku membuat semua baru - The Passion of The Christ (Wahyu 21:5, Yesaya 43:19)

#katolik - Dalnet

http://www.ekaristi.org
CA-tholic
 
Posts: 148
Joined: Tue Feb 10, 2004 3:59 pm
Location: Orange County California

Postby Lampu » Sun Mar 07, 2004 6:33 pm

Dear Bro CA,

Kalaupun di gereja protestant ada kurang lebih 30000 denominasi, aku rasa enggak semuanya itu terpecah-pecah karena perbedaan pandangan secara principal. Bisa aja karena letak geografisnya ataupun karena unsur unsur praktikal lainnya. Dari tulisan kamu yang aku tangkep, kesannya menjadikan seluruh gereja protestant itu adalah gereja yang enggak bener. Inget lho, bapa gereja di katolik pun mengakui adanya keselamatan diluar gereja katolik. Dan Yesus sendiri juga bilang bahwa barangsiapa yang enggak bertentangan dengan pihak kita, biarkan saja ( saat beberapa orang menggunakan nama Yesus untuk mengusir roh dan menyembuhkan penyakit).

Mendirikan gereja sendiri, sebenernya juga ada untungnya, soalnya bisa dapat perpuluhan.

O, ya bicara soal perpuluhan, ada 2 kasus yang terjadi dikota saya Bojonegoro mengenai perpuluhan yang sudah diketahui masyarakat luas, bahkan diketahui saudara-saudara kita dari agama lain!!!!!

Mau tahu kasusnya????????? Tunggu cerita selanjutnya!!!!!! Sorry sudah kantuk berat........

GBU

Bagaikan Judas yang mencuri uang Gereja.


Apakah dengan kasus ini seluruh gereja protestant enggak bener?
Apakah dengan kasus penyelewengan indulgensi di gereja katolik mengungkapkan gereja katolik enggak bener?
Apakah adanya peristiwa holocaust saat jamannya hitler menandakan bahwa seluruh orang jerman enggak bener?

Untuk hal-hal tersebut, aku rasa ini adalah kelemahan-kelemahan peraturan yang disalah gunakan oleh oknum-oknum yang mempunyai otoritas kekuasaan. DAn aku harap temen-temen enggak menjadikan ini sebagai suatu "ace card" untuk memojokan baik protestant atau katolik.

regards,
Lampu
 
Posts: 96
Joined: Tue Dec 23, 2003 5:06 pm
Location: Meja Belajar

Postby CA-tholic » Mon Mar 08, 2004 4:01 am

Lampu wrote:Dear Bro CA,

Kalaupun di gereja protestant ada kurang lebih 30000 denominasi, aku rasa enggak semuanya itu terpecah-pecah karena perbedaan pandangan secara principal. Bisa aja karena letak geografisnya ataupun karena unsur unsur praktikal lainnya.

Perbedaan pandangan sangat Principal.


1. Ada yang setuju Aborsi, ada yang tidak
2. Ada yang bilang Once Saved Always Saved ada yang tidak
3. Ada yang bilang Baptisan perlu, ada yang tidak
4. Ada yang bilang rapture itu Pre-tribulation, ada yang tidak
5. Ada yang percaya Real Presence (Lutheran salah satunya meski theologinya kurang tepat), banyak yang tidak
6. Ada yang setuju perkawinan Homsexual, ada yang tidak
7. Ada yang setuju kalau Uskup boleh seoran aktif Homosexual, ada yang tidak
8. Ada yang mengijinkan pastor wanita (Protestant yang ada liturgi) ada yang tidak
9. Ada yang mengijinkan Baptisan bayi, ada yang tidak
10. etc


Apakah Roh Kudus terbagi-bagi?


Dari tulisan kamu yang aku tangkep, kesannya menjadikan seluruh gereja protestant itu adalah gereja yang enggak bener.

Kepenuhan Gereja Kristus hanya ada di Gereja Katolik. Elemen kebenaran ada di Gereja Protestant tapi semua itu draw its efficacy from the Catholic Church. Yang ada adalah "bibit" kalau bibit tidak dipupuk (dalam kepenuhan Gereja Katolik) maka tidak akan berkembang, Matius 13:1-23.

Inget lho, bapa gereja di katolik pun mengakui adanya keselamatan diluar gereja katolik.


Extra Ecclesia Nulla Salus - Diluar Gereja Tidak Ada Keselamatan


Membership of the Church is necessary for all men for salvation (De Fide)




Bapa Gereja Awal (Early Church Father), santo dan Paus:


St. Irenaeus (130-202), Bishop and Martyr: "The Church is the entrance to life; all others are thieves and robbers. On this account we are bound to avoid them . . . . We hear it declared of the unbelieving and the blinded of this world that they shall not inherit the world of life which is to come . . . . Resist them in defense of the only true and life giving faith, which the Church has received from the Apostles and imparted to her sons."


St. Augustine (354-430), Bishop and Doctor of the Church: "No man can find salvation except in the Catholic Church. Outside the Catholic Church one can have everything except salvation. One can have honor, one can have sacraments, one can sing alleluia, one can answer amen, one can have faith in the Name of the Father and the Son and of the Holy Ghost, and preach it too, but never can one find salvation except in the Catholic Church."


St. Fulgentius (468-533), Bishop: "Most firmly hold and never doubt that not only pagans, but also Jews, all heretics, and all schismatics who finish this life outside of the Catholic Church, will go into eternal fire prepared for the devil and his angels."


Pope St. Gregory the Great (590-604): "The holy universal Church teaches that it is not possible to worship God truly except in Her and asserts that all who are outside of Her will not be saved."


St. Francis of Assisi (1182-1226): "All who have not believed that Jesus Christ was really the Son of God are doomed. Also, all who see the Sacrement of the Body of Christ and do not believe it is really the most holy Body and Blood of the Lord . . . these also are doomed!"

St. Thomas Aquinas (1226-1274), the Angelic Doctor: There is no entering into salvation outside the Catholic Church, just as in the time of the Flood there was not salvation outside the Ark, which denotes the Church."


St. Louis Marie de Montfort (1673-1716): "There is no salvation outside the Caholic Church. Anyone who resists this truth perishes."


St. Robert Bellarmine (1542-1621), Bishop and Doctor of the Church: "Outside the Church there is no salvation...therefore in the symbol (Apostles Creed) we join together the Church with the remission of sins: 'I believe in the Holy Catholic Church, the communion of saints, the forgiveness of sins"...For this reason the Church is compared to the Ark of Noah, because just as during the deluge, everyone perished who was not in the ark, so now those perish who are not in the Church."


St. Alphonsus Maria de Liguori (1696-1787), Bishop and Doctor of the Church: "All the misfortunes of unbelievers spring from too great an attachment to the things of life. This sickness of heart weakens and darkens the understanding, and leads to eternal ruin. If they would try to heal their hearts by purging them of their vices, they would soon receive light, which would show them the necessity of joining the Catholic Church, where alone is salvation. We should constantly thank the Lord for having granted us the gift of the true Faith, by associating us with the children of the Holy Catholic Church ... How many are the infidels, heretics, and schismatics who do not enjoy the happiness of the true Faith! Earth is full of them and they are all lost!"


Pope Pius XII (1939-1958) Humani Generis: Some say they are not bound by the doctrine, explained in Our Encyclical Letter of a few years ago, and based on the Sources of Revelation, which teaches that the Mystical Body of Christ and the Roman Catholic Church are one and the same thing.[6] Some reduce to a meaningless formula the necessity of belonging to the true Church in order to gain eternal salvation. Others finally belittle the reasonable character of the credibility of Christian faith. These and like errors, it is clear, have crept in among certain of Our sons who are deceived by imprudent zeal for souls or by false science. To them We are compelled with grief to repeat once again truths already well known, and to point out with solicitude clear errors and dangers of error.



Tentu saja, mereka yang bukan karena kesalahannya sendiri tidak tahu akan Yesus dan Gereja Katolik, tapi mengikuti Allah dengan tulus dan hidup sesuai dengan kata hati yang ditujukan ke Allah, maka dia bisa selamat, tapi keselamatan mereka pun karena mereka disatukan dengan gereja di saat terakhir. Ini disebut konsep Invincible Ignorant. Kalo mereka Tahu akan Yesus, Tahu Gereja Katolik, maka tidak bisa dikatakan Invincible Ignorant dan prinsip Extra Ecclesia Nulla Salus akan berlaku. Ini tidak berarti kalau mereka pasti ke Neraka, karena cuma Tuhan yang tahu hati manusia (seberapa Invincibly Ignorant mereka) tapi kemungkinan besar 90%+ mereka tidak selamat.


Dan Yesus sendiri juga bilang bahwa barangsiapa yang enggak bertentangan dengan pihak kita, biarkan saja ( saat beberapa orang menggunakan nama Yesus untuk mengusir roh dan menyembuhkan penyakit).

Sayangnya Yesus tidak menyebut keselamatan mereka. Dan, apakah arti mengusir Roh Jahat? Baca ini

Matius 7:22-23
Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"


Mendirikan gereja sendiri, sebenernya juga ada untungnya, soalnya bisa dapat perpuluhan.

O, ya bicara soal perpuluhan, ada 2 kasus yang terjadi dikota saya Bojonegoro mengenai perpuluhan yang sudah diketahui masyarakat luas, bahkan diketahui saudara-saudara kita dari agama lain!!!!!

Mau tahu kasusnya????????? Tunggu cerita selanjutnya!!!!!! Sorry sudah kantuk berat........

GBU

Bagaikan Judas yang mencuri uang Gereja.


Apakah dengan kasus ini seluruh gereja protestant enggak bener?

Aku komen terhadap praktek yang tidak benar. Bukan secara keseluruhan.
Apakah dengan kasus penyelewengan indulgensi di gereja katolik mengungkapkan gereja katolik enggak bener?

Tidak
Apakah adanya peristiwa holocaust saat jamannya hitler menandakan bahwa seluruh orang jerman enggak bener?

Tidak

Untuk hal-hal tersebut, aku rasa ini adalah kelemahan-kelemahan peraturan yang disalah gunakan oleh oknum-oknum yang mempunyai otoritas kekuasaan. DAn aku harap temen-temen enggak menjadikan ini sebagai suatu "ace card" untuk memojokan baik protestant atau katolik.

regards,

Betul. LIhat ajaran resminya. Kalo itu tidak beres, maka yang lain tidak beres.
Lihat, Ibu, Aku membuat semua baru - The Passion of The Christ (Wahyu 21:5, Yesaya 43:19)

#katolik - Dalnet

http://www.ekaristi.org
CA-tholic
 
Posts: 148
Joined: Tue Feb 10, 2004 3:59 pm
Location: Orange County California

Syahadat Singkat

Postby prabu » Mon Mar 08, 2004 5:58 am

:D Aku percaya akan ALLAH,

Bapa yang maha kuasa pencipta langit dan bumi.

Dan akan Yesus Kristus, PuteraNYA yang tunggal, Tuhan kita,

yang dikandung dari Roh kudus, dilahirkan oleh Perawan Maria;

yang menderita sengsara dalam pemerintahan Ponsius Pilatus, disalibkan, wafat dan dimakamkan;

yang turun ke tempat penantian, pada hari ketiga bangkit dari antara orang mati;

yang naik kesurga, duduk disebelah kanan Allah Bapa yang mahakuasa;

Dari situ Ia akan datang mengadili orang hidup dan mati.

Aku percaya akan Roh kudus,

Gereja Katolik yang kudus,

persekutuan para kudus,

pengampunan dosa,

kebangkitan badan,

kehidupan kekal.

Amin

---------------------------------------------------------------------

Jadi Jelas Sudah Pertanyaanmu Telah Terjawab :oops: :D
Bunda Maria Doakanlah Dunia !!!
prabu
 
Posts: 2
Joined: Mon Mar 08, 2004 5:09 am

Postby - O - » Mon Mar 08, 2004 4:14 pm

Yang dituliskan CA-tholic banyak kejadian yang diluar Indo, yang mungkin sulit dibayangkan disini, tapi pertentangan ini betul betul terjadi, jangankan soal soal yang rumit, soal soal kecilpun bermasalah,
perpuluhan, kewajiban-kewajiban keuangan lain,
tata upacara kebaktian, doa doa,
penafsiran alkitab dst.

yang satunya yakin harus gini, yang satunya bilang enggak, harusnya gini, jadi bukan lagi option tapi jadi keharusan, bila tidak dilakukan dianggap salah dst.

Dan bukan hanya masalah antar gereja (denominasi), tapi satu pendeta ke pendeta lain ke evangelist lain juga bisa berbeda. :D.
- O -
 
Posts: 318
Joined: Fri Feb 13, 2004 2:27 pm

Postby dap » Mon Mar 08, 2004 7:36 pm

Untung kita Katolik semua serba praktis, pasti, jelas dan mudah untuk dipahami.

Memang deh cuma Yesus aja yang tahu cara bikin Gereja yang baik dan benar, nggak ada yang nyamain Dia.

Aku percaya akan Roh Kudus
Gereja yang Satu, Kudus, Katolik dan Apostolik.
dap
 
Posts: 171
Joined: Sat Dec 13, 2003 7:16 pm

Postby fship » Mon Mar 08, 2004 11:22 pm

Yang menjadi concern/perhatian kita adalah, mengapa mereka masih bersikeras tetap pada pendirian mereka?

Atau, kita yang katolik kurang info kpd mereka?

Atau pesanNya,
Tidak ada seorang pun yang datang kepadaKu, jika Bapa tidak memanggilnya?

Atau ... ??

Salam.
fship
 
Posts: 167
Joined: Fri Aug 29, 2003 5:26 pm

Postby - O - » Tue Mar 09, 2004 10:08 am

Saya kira ada beberapa unsur, pertama penafsiran ayat 'keselamatan hanya dalam Kristus' yang terlalu luas. Jadi menganggap semua gereja Indiferent.
Kedua merasa bahwa Gereja Katholik penuh dengan Dosa (masa lampau), mungkin ini perlu diluruskan dan dijelaskan. Bagaimanapun juga memang persepsi yang dibentuk, terutama di Indonesia adalah demikian.
Ketiga merasa bahwa Gereja Katholik mengekang kebebasan dalam 'berdoa' atau 'Memuliakan Allah'.

Semuanya perlu dijelaskan :D dengan baik.

Terakhir, kalau saya sedikit negative thinking : Keinginan untuk bebas, tidak mau terikat, ingin bisa 'enjoy' relationship dengan Allah seperti kemauan nya sendiri sendiri.
Kalau gereja A sudah tidak menarik, tidak memberikan kepuasan lagi, pindah ke gereja B, di gereja C acara muda mudinya seru, pindah kesitu, dst...
- O -
 
Posts: 318
Joined: Fri Feb 13, 2004 2:27 pm

Postby CA-tholic » Thu Mar 11, 2004 1:41 am

- O - wrote:Kedua merasa bahwa Gereja Katholik penuh dengan Dosa (masa lampau), mungkin ini perlu diluruskan dan dijelaskan.

Sejak jamannya Yesus kita bisa lihat orang yang memecahkan diri dari Gereja


Yoh 6-60-66 dimana ada orang yang meninggalkan Yesus setelah Yesus mengajarkan tentang TUBUH dan DARAHNYA yang BENAR-BENAR harus dimakan (bukan simbolis).


2 Tesalonika 3:6
Tetapi kami berpesan kepadamu, saudara-saudara, dalam nama Tuhan Yesus Kristus, supaya kamu menjauhkan diri dari setiap saudara yang tidak melakukan pekerjaannya dan yang tidak menurut ajaran yang telah kamu terima dari kami.


2 Yohanes 1:9
Setiap orang yang tidak tinggal di dalam ajaran Kristus, tetapi yang melangkah keluar dari situ, tidak memiliki Allah. Barangsiapa tinggal di dalam ajaran itu, ia memiliki Bapa maupun Anak.


3 Yohanes 1:9
Aku telah menulis sedikit kepada jemaat, tetapi Diotrefes yang ingin menjadi orang terkemuka di antara mereka, tidak mau mengakui kami.


Dan juga berbagai peringatan terhadap 7 Gereja di Kitab Wahyu Bab 2 sampai bab 3.




Intinya, dari awal sampai akhir jaman, akan selalu ada orang jahat didalam jemaat. Tapi janji Kristus akan tetap setia


Matius 16:18-19
Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus (Kephas) dan di atas batu karang (Kephas) ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.



Mereka yang percaya bahwa Gereja telah gagal berarti tidak percaya kepada janji Kristus.


Bagaimanapun juga memang persepsi yang dibentuk, terutama di Indonesia adalah demikian.
Ketiga merasa bahwa Gereja Katholik mengekang kebebasan dalam 'berdoa' atau 'Memuliakan Allah'.

Ini sama sekali tidak ada. Darimana orang mendasaarkan tuduhan ini harus diteliti dulu. Sangat tidak cocok dengan Katekismus Gereja Katolik:


2742
"Pray constantly . . . always and for everything giving thanks in the name of our Lord Jesus Christ to God the Father." St. Paul adds, "Pray at all times in the Spirit, with all prayer and supplication. To that end keep alert with all perseverance making supplication for all the saints." For "we have not been commanded to work, to keep watch and to fast constantly, but it has been laid down that we are to pray without ceasing." This tireless fervor can come only from love. Against our dullness and laziness, the battle of prayer is that of humble, trusting, and persevering love. This love opens our hearts to three enlightening and life-giving facts of faith about prayer.



2743
It is always possible to pray: The time of the Christian is that of the risen Christ who is with us always, no matter what tempests may arise. Our time is in the hands of God:

It is possible to offer fervent prayer even while walking in public or strolling alone, or seated in your shop, . . . while buying or selling, . . . or even while cooking.


2744
Prayer is a vital necessity. Proof from the contrary is no less convincing: if we do not allow the Spirit to lead us, we fall back into the slavery of sin. How can the Holy Spirit be our life if our heart is far from him?

Nothing is equal to prayer; for what is impossible it makes possible, what is difficult, easy. . . . For it is impossible, utterly impossible, for the man who prays eagerly and invokes God ceaselessly ever to sin.
Those who pray are certainly saved; those who do not pray are certainly damned.



2745
Prayer and Christian life are inseparable, for they concern the same love and the same renunciation, proceeding from love; the same filial and loving conformity with the Father's plan of love; the same transforming union in the Holy Spirit who conforms us more and more to Christ Jesus; the same love for all men, the love with which Jesus has loved us. "Whatever you ask the Father in my name, he [will] give it to you. This I command you, to love one another."

He "prays without ceasing" who unites prayer to works and good works to prayer. Only in this way can we consider as realizable the principle of praying without ceasing.






Terakhir, kalau saya sedikit negative thinking : Keinginan untuk bebas, tidak mau terikat, ingin bisa 'enjoy' relationship dengan Allah seperti kemauan nya sendiri sendiri.

Ini namanya "kebebasan" yang menuju ke kebinasaan.


Kebebasan dalam arti sesungguhnya tidak akan menuju kebinasaan. Tapi, kebebasan dalam arti keliru yang banyak diyakini oleh manusia cenderung ter-distorsi dan bukan kebebasan dalam arti murni. Contoh: Free sex. Orang akan berkata, "Kenapa kita cuma boleh berhubungan sex hanya dengan pasangan dan tidak dengan yang lain? Kenapa sex tidak seperti bersalaman saja sehingga kita bebas melakukannya tanpa kekangan perkawinan?" Apakah ini yang disebut kebebasan dalam arti murninya? Bukan. Hal tersebut bukan kebebasan, tapi perbudakan. Karena dari itu 'kebebasan' palsu seperti itu (free sex) akan menuju ke kebinasaan.


In short, terikat oleh dosa bukankah kebebasan.
Lihat, Ibu, Aku membuat semua baru - The Passion of The Christ (Wahyu 21:5, Yesaya 43:19)

#katolik - Dalnet

http://www.ekaristi.org
CA-tholic
 
Posts: 148
Joined: Tue Feb 10, 2004 3:59 pm
Location: Orange County California

Postby ardi » Tue Mar 23, 2004 4:38 pm

Salam sejahtera semuanya,

Sepertinya kita sedikit OOT nih,

Sesuai dengan ayat "Akulah jalan kebenaran dan hidup, barang siapa percaya kepadaKu akan beroleh hidup yang kekal."

Bagaimana dengan yang tidak percaya?

Ayo kita diskusikan..

NOTE:
Saya baru beberapa hari di forum ini dan saya sangat terkejut dengan banyaknya pihak yang mencoba MEMAKSAKAN ideologi dan pemahaman mereka di forum yang JELAS-JELAS FORUM KATOLIK.

Jikalau saya tidak tahu lebih, saya akan mengira bahwa umat Protestan dan Muslim adalah umat yang gemar memaksakan ideologinya kepada orang lain.

Semoga ini bermanfaat bagi Anda,

Semoga Anda semua berbahagia.
ardi
 
Posts: 7
Joined: Fri Mar 19, 2004 10:59 am

Previous

Return to Diskusi Kristiani

Who is online

Users browsing this forum: Google [Bot] and 1 guest

cron