Apakah benar salah satu syarat menjadi Romo / Pastor adalah tidak menikah ?
Adalah alasan-alasan tertentu ?
Thank's
Moderators: vids, Ken, tiwul, kartono_w, Alfonsus
Christian wrote:Apakah benar salah satu syarat menjadi Romo / Pastor adalah tidak menikah ?
Adalah alasan-alasan tertentu ?
Thank's
Christian wrote:Jadi, Uskup, Kardinal, dan Paus juga harus single ?
Christian wrote:Bolehkah jika pernah menikah, mungkin karena meninggal ( duda ) utk kemudian menjadi seorang Pastor ?
CA-tholic wrote:Mereka yang bukan KAtolik, sudah menikah dan mau menjadi Romo bsia diberi dispensasi. Contohnya satu pastor Anglikan yang bertobat ke Katolik. Dia bisa tetap menikah, Namun, sepertinya, dia dan istrinya harus berjanji untuk tidak melakukan hubungan suami Istri (ini mungkin kalo sudah punya anak, aku sendiri belum jelas kepastiannya)
Christian wrote:Saya mempunyai pertanyaan yg kritis nih : )
Jika syaratnya sebaiknya single, kenapa Paus yg pertama menikah / bukan dipilih yg single ?
CA-tholic wrote:Christian wrote:Apakah benar salah satu syarat menjadi Romo / Pastor adalah tidak menikah ?
Mereka yang bukan KAtolik, sudah menikah dan mau menjadi Romo bsia diberi dispensasi. Contohnya satu pastor Anglikan yang bertobat ke Katolik. Dia bisa tetap menikah, Namun, sepertinya, dia dan istrinya harus berjanji untuk tidak melakukan hubungan suami Istri (ini mungkin kalo sudah punya anak, aku sendiri belum jelas kepastiannya)
.Christian wrote:Thank's At ( Atmasvara ) utk penjelasannya
I agree with you ..... sometimes we can not understand what His plan ....
Point saya, bisa aja terjadi aturan2 Gereja adalah hasil pemikiran / keputusan manusia ..... mungkin karena menyesuaikan dgn perkembangan jaman ..... artinya mungkin saja ada aturan tertentu yang dulunya pada jaman Tuhan Yesus belum ada .....
Dan jika itu adalah hasil dari manusia ( meskipun di claim dari Roh Kudus ... menurut manusia tsb / kelompok tertentu .... bisa benar bisa juga tidak ... who know ? ) tetap mempunyai celah kemungkinan bisa salah / keliru / tidak mutlak benar .
Soo .... Bagaimana saya bisa mengetahui kebenaran yg sejati itu : ) apalagi di jaman sekarang ini .... dimana banyak hal Rohani yang dilakukan dgn motivasi duniawi ..... ?
Kalau bagi saya sih .... melihat buahnya ..... contoh saya mengenal orang Kristen / Hamba Tuhan yang sungguh-sungguh melayani dan mengutamakan Gereja, seperti yg At kutip ayatnya:
>>>>>>
Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang karena Kerajaan Allah meninggalkan rumahnya, isterinya atau saudaranya, orang tuanya atau anak-anaknya ..... dst
>>>>>>
dia malah menjadi batu sandungan bagi keluarga dan orang2 yg bukan Kristen ..... karena selalu Gereja lebih utama .... contoh orang tua sedang sakit di RS dia tidak sempat untuk jenguk karena ada kegiatan pemuda - pemudi Gereja ..... dia pernah katakan tidak penting mendengar nasehat orang tua hanya apa yang dikatakan Gereja saja yang mau didengar .....
Saya jadi bingung juga nih apa emang begitu atau orang yang salah mengartikan Firman ?
Karena yang saya tahu Al Kitab bilang Iman, Perbuatan, dan Kasih dan yang terbesar adalah Kasih .... meskipun kita mempunyai Iman yg mampu memindah gunung atau perbuatan pelayanan jika tidak mengasihi itu semua sia-sia.
Dan saya juga berpikir bagaimana kita bilang mengutamakan / mengasihi Tuhan yang tidak kelihatan jika kita tidak bisa mengasihi org tua, keluarga, sesama yang kelihatan .....
Namfes wrote:2. Mau ralat CA-tholic sedikit.
Kalau para pendeta yang sudah menikah dan pindah ke Katolik dan tahbisannya di gereja tersebut adalah sah menurut hukum gereja Katolik, maka mereka DAPAT (tidak harus dan tidak selalu) kalau mau dan memenuhi syarat untuk tetap sebagai imam. Sudah banyak para imam mantan Protestan yang pindah katolik.. dan mereka diizinkan tetap hidup sebagai suami isteri, boleh berhubungan sex. Karena keadaan khusus ini, biasanya juga mereka hanya melayani kelomok khusus agar tidak membatusandungi umat Katolik umumnya.
Lain halnya kalau, suami-isteri katolik, si suami mau menjadi imam, maka kalau syarat2 lain terpenuhi, ia memang dilarang melakukan huungan sex dengan isterinya dan jelas hidup terpisah. Di manila, ada suami ister, setelah semua ketiga anaknya masuk suster dominakes, mereka memutuskan juga berubah haluan. Si suami masuk jadi pastor dominikanes dan si ibu juga masuk jadi suster dominikanes. Lucunya, saat si ibu masuk biara, pimpinan rumah dan pembina para calon suster ialah anaknya sendiri. Dan ibu ini tidak canggung dibina oleh anaknya sendiri. Kini Ibu ini sudah suster. Setahun sekali seluruh anggota keluarga berkumpul di salah satu biara dominikan.
DKL, seorang suami Katolik pun masih bisa dapat menjajdi imam, walau isterinya masih hidup, asalkan ia memenuhi syarat lain seperti kepribadian, moralitas, pengetahuan teologi, kecakapan, serta adanya jaminan terhadap masa depan seluruh anak, serta tentu saja harus hidup selibat dan hidup terpisah dari sang isteri. Ia tidak boleh berhubungan seksual dengan isterinya. Tetapi secara sakramen dan secara hukum, wanita itu masih isterinya.
begitu saja penjelasan saya.
Mex'star wrote:Dear Namfes,
Saya baru mendengar ini. Kalau boleh, tolong beri sedikit clue dimana saya bisa mendapat kebenaran tulisan Saudara tersebut. Serius, saya tidak mengetahui yang seperti itu sebelumnya.
Users browsing this forum: No registered users and 1 guest