Salah satu syarat menjadi Pastor / Romo

Mari berdiskusi mengenai Kristiani, mohon saling menghormati dan tidak membahas agama lain di forum ini.

Moderators: vids, Ken, tiwul, kartono_w, Alfonsus

Salah satu syarat menjadi Pastor / Romo

Postby Christian » Mon Mar 29, 2004 4:52 pm

Apakah benar salah satu syarat menjadi Romo / Pastor adalah tidak menikah ?

Adalah alasan-alasan tertentu ?

Thank's
Christian
 
Posts: 18
Joined: Sat Mar 13, 2004 10:50 am

Re: Salah satu syarat menjadi Pastor / Romo

Postby CA-tholic » Sat Apr 03, 2004 5:09 am

Christian wrote:Apakah benar salah satu syarat menjadi Romo / Pastor adalah tidak menikah ?

Adalah alasan-alasan tertentu ?

Thank's

Benar.


Salah satu peng-kategorian Romo adalah Romo Ordo dan Romo praja. Romo Ordo mengikuti tigak kaul (Kemurnian, Kemiskinan, Ketaatan). Jadi karena Kaul itu Romo Ordo tidak akan kawin.


Romo Praja tidak kawin karena hukum Gereja menyatakan bahwa Romo tidak boleh kawin. Kalau Gereja mau mencabut hukum maka Romo praja bisa kawin (tidak mungkin terjadi, tapi bisa). Meskipun hukum dicabut, romo ordo tidak bisa kawin karena mereka berkaul.



Mereka yang bukan KAtolik, sudah menikah dan mau menjadi Romo bsia diberi dispensasi. Contohnya satu pastor Anglikan yang bertobat ke Katolik. Dia bisa tetap menikah, Namun, sepertinya, dia dan istrinya harus berjanji untuk tidak melakukan hubungan suami Istri (ini mungkin kalo sudah punya anak, aku sendiri belum jelas kepastiannya)



1Kor 7:8-9 ---> Paulus menganjurkan selibat bagi yang bisa.

1Kor 7:38 ----> Kesimpulan Paulus, bahwa orang yang tidak kawin dengan gadisnya berbuat lebih baik dari orang yang kawin dengan gadisnya (ini kaalu bisa, harus dilihat konteksnya. Ini tidak berarti kawin itu jelek).

Mat 19:11–12 ---> Yesus berbicara tentang orang yang tidak kawin karena kerajaan surga.
Lihat, Ibu, Aku membuat semua baru - The Passion of The Christ (Wahyu 21:5, Yesaya 43:19)

#katolik - Dalnet

http://www.ekaristi.org
CA-tholic
 
Posts: 148
Joined: Tue Feb 10, 2004 3:59 pm
Location: Orange County California

Postby Broto » Sat Apr 03, 2004 8:52 am

Dear bro Catholic,

nambah dikit ya ... :)

Ada tertulis: "seorang hamba tidak lebih besar dari pada tuannya. seorang murid tidak lebih besar dari gurunya, cukup lah kalo ia sama seperti gurunya." (cuplikan bebas)

Nah .. kalo Yesus sang guru tidak menikah, tentunya romo si murid tidak menikah donk. Dengan maksud supaya dia dapat mengabdi kepada Allah secara total dan melayani sesama.

Romo/hamba Tuhan dalam Gereja Katolik adalah sesuai tradisi Apostolik dan Alkitabiah.

bener nggak ?


salam. 8)
Broto
 
Posts: 114
Joined: Mon Jun 23, 2003 6:52 am
Location: Yogya

Syarat mjd Pastor

Postby Christian » Tue Apr 06, 2004 8:17 am

Jadi, Uskup, Kardinal, dan Paus juga harus single ?

Bolehkah jika pernah menikah, mungkin karena meninggal ( duda ) utk kemudian menjadi seorang Pastor ?
Christian
 
Posts: 18
Joined: Sat Mar 13, 2004 10:50 am

Postby atmasvara » Wed Apr 07, 2004 1:36 am

Christian wrote:Jadi, Uskup, Kardinal, dan Paus juga harus single ?


betul! hal yg sama juga berlaku di dlm Gereja Kristen Orthodox.
para Patriarkh, Metropolit dan Archimandrite di GKO juga menjalani hidup selibat.

Christian wrote:Bolehkah jika pernah menikah, mungkin karena meninggal ( duda ) utk kemudian menjadi seorang Pastor ?


kurang jelas! hanya saja pd umumnya org yg sdh menikah tentu usianya sdh "cukup tua" utk dpt masuk seminari guna menjadi pastor. jadi mungkin halangannya adlh syarat batasan usia.
ini masih mungkin, krn saya kurang tahu pastinya!. mungkin ada sdr yg lain [terutama yg pernah menjadi seminaris ... GAry mungkin ...?] dpt menjelaskannya lebih tuntas.


CA-tholic wrote:Mereka yang bukan KAtolik, sudah menikah dan mau menjadi Romo bsia diberi dispensasi. Contohnya satu pastor Anglikan yang bertobat ke Katolik. Dia bisa tetap menikah, Namun, sepertinya, dia dan istrinya harus berjanji untuk tidak melakukan hubungan suami Istri (ini mungkin kalo sudah punya anak, aku sendiri belum jelas kepastiannya)


di bawah ada cuplikan sebuah kisah ttg pendeta Pentakosta kulit hitam yg 'convert' ke Katolik bersama sebagian dari jema'at gerejanya.
memang tak ada kelanjutan ceritanya ttg bgmn 'nasib' perkawinannya.
saya cuma bisa mengambil kesimpulan bhw pernikahannya dpt terus berjalan dgn syarat bhw mereka hrs "berpantang & puasa" seblm menjalankan kewajibannya sbg romo. jadi minimal ya seminggu sekali ber'pantang' lah ...! 8) .. :)


Dalam bulan-bulan berikutnya, dengan sengaja pendeta Alex Jones memimpin kongregasinya melalui sejumlah kritisisme dan kecurigaan. Mereka menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk mempelajari perbedaan antara gaya ibadah Pentakosta yang sangat mereka kenal, dengan ibadah Katolik yang tidak mereka ketahui. Pada tanggal 4 Juni 2000, mereka sebagai kongregasi mengambil keputusan untuk maju. Bangunan gereja dijual. Pada tanggal 10 September 2000 mereka memasuki Gereja katolik bersama-sama sebagai peserta program katekumen. Setelah lebih dari tujuh bulan mengikuti program RCIA (Rite of Christian Initiation for Adults, = program katekumen), mereka akan menerima sakramen penguatan sebagai Katolik selama Misa Malam Paskah tahun 2001 yang akan berlangsung selama 4 jam. Sementara itu, pendeta Alex Jones telah memasuki seminari Katolik. Dia memang telah menikah dan punya anak, tetapi dia telah mendapat informasi bahwa Sri Paus telah membuat berbagai pengecualian. Suatu hari Alex Jones berharap ia boleh menjadi imam Katolik bagi kongregasinya.


utk artikel lengkapnya, silakan kunjungi link berikut:

http://www.gerejakatolik.net/kesaksian/maranatha3.htm

kesaksian ini terdiri dari 4 artikel yg terpisah dgn link masing2:

http://www.gerejakatolik.net/kesaksian/maranatha.htm
http://www.gerejakatolik.net/kesaksian/maranatha2.htm
http://www.gerejakatolik.net/kesaksian/maranatha4.htm


Pax DOMINI,

deogratia


_ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _

Ὥστε ἐχθρὸς ὑμῶν γέγονα ἀληθεύων ὑμῖν .......?;
[ΠΡΟΣ ΓΑΛΑΤΑΣ 4:16]
atmasvara
 
Posts: 133
Joined: Sun Jun 22, 2003 3:54 pm

Syarat Pastor

Postby Christian » Wed Apr 07, 2004 8:38 am

Saya mempunyai pertanyaan yg kritis nih : )

Jika syaratnya sebaiknya single, kenapa Paus yg pertama menikah / bukan dipilih yg single ?
Christian
 
Posts: 18
Joined: Sat Mar 13, 2004 10:50 am

Postby viani » Wed Apr 07, 2004 7:41 pm

Salam Damai Dalam Kristus,

Saya mau nanya ke Christian, menurut apa yang kamu tahu siapakah paus pertama ?

GBU
viani
 
Posts: 11
Joined: Tue Jan 20, 2004 3:45 pm

Paus yang pertama

Postby Christian » Thu Apr 08, 2004 10:14 am

Dari yang saya baca di milis ini ada yg bilang Paus pertama adalah Petrus
Christian
 
Posts: 18
Joined: Sat Mar 13, 2004 10:50 am

PRIESTLY CELIBACY

Postby atmasvara » Fri Apr 09, 2004 3:15 am

Christian wrote:Saya mempunyai pertanyaan yg kritis nih : )

Jika syaratnya sebaiknya single, kenapa Paus yg pertama menikah / bukan dipilih yg single ?


pertanyaan yg bagus. terus terang saya tdk bisa menjawabnya!
pertanyaan ini pasti dpt dijawab lebih jelas oleh 'Sang Pemilih' sendiri.
saya sendiripun sempat ber-tanya2, mengapa Dia tdk memilih yg lain?
Rasul Yohannes misalnya, murid termuda & kinasih, dan yg tdk tercatat pernah menikah sampai akhir hayatnya di pulau Patmos.

mungkin sebab itulah ada dikatakan: "RencanaKu dan bukan rencanamu ... JalanKu, bukan jalanmu".


mengenai tokoh kita kali ini, Rasul Petrus, kita membaca bhw:

Luk 18: 28-30
> Petrus berkata: "Kami ini telah meninggalkan segala kepunyaan kami dan mengikut Engkau."
> Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang karena Kerajaan Allah meninggalkan rumahnya, isterinya atau saudaranya, orang tuanya atau anak-anaknya,
> akan menerima kembali lipat ganda pada masa ini juga, dan pada zaman yang akan datang ia akan menerima hidup yang kekal."

[Mat 19:27; Mrk 10:28-30]


termasuk apa sajakah "segala kepunyaan" atau "segala sesuatu" itu ...?


sebab spt Kristus sendiri, para imampun mengadopsi prinsip unam habens ecclesiam sponsam [having one spouse, that is the Church].
mempelai bagi Kristus adlh gereja-Nya, begitu pula yg diikuti oleh para imam.


kesimpulan singkatnya:

krn bagi imam, mempelainya adlh gereja spt halnya yg Kristus sendiri jalankan, maka
bagi mereka berlaku ketetapan:
"... penilik jemaat haruslah suami dari satu isteri, ..."


akhirnya;

For I am jealous of you with the jealousy of God. For I have espoused you to one husband, that I may present you as a chaste virgin to Christ.
2Cor:11:2 [Douay-Rheims Bible]


penjelasan saya ini amat dangkal & seadanya.
kalau kamu berminat lebih serius mendalaminya, silakan kunjungi situs Vatican yg berkenaan dgn hal ini:

http://www.vatican.va/roman_curia/congr ... un_en.html

dan juga ini:

http://www.tfp.org/TFPForum/catholic_pe ... libacy.htm

deogratia


_ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _

Ὥστε ἐχθρὸς ὑμῶν γέγονα ἀληθεύων ὑμῖν .......?;
[ΠΡΟΣ ΓΑΛΑΤΑΣ 4:16]
atmasvara
 
Posts: 133
Joined: Sun Jun 22, 2003 3:54 pm

Why

Postby Christian » Fri Apr 09, 2004 11:46 am

Thank's At ( Atmasvara ) utk penjelasannya.

I agree with you ..... sometimes we can not understand what His plan ....

Point saya, bisa aja terjadi aturan2 Gereja adalah hasil pemikiran / keputusan manusia ..... mungkin karena menyesuaikan dgn perkembangan jaman ..... artinya mungkin saja ada aturan tertentu yang dulunya pada jaman Tuhan Yesus belum ada .....

Dan jika itu adalah hasil dari manusia ( meskipun di claim dari Roh Kudus ... menurut manusia tsb / kelompok tertentu .... bisa benar bisa juga tidak ... who know ? ) tetap mempunyai celah kemungkinan bisa salah / keliru / tidak mutlak benar .

Soo .... Bagaimana saya bisa mengetahui kebenaran yg sejati itu : ) apalagi di jaman sekarang ini .... dimana banyak hal Rohani yang dilakukan dgn motivasi duniawi ..... ?

Kalau bagi saya sih .... melihat buahnya ..... contoh saya mengenal orang Kristen / Hamba Tuhan yang sungguh-sungguh melayani dan mengutamakan Gereja, seperti yg At kutip ayatnya:
>>>>>>
Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang karena Kerajaan Allah meninggalkan rumahnya, isterinya atau saudaranya, orang tuanya atau anak-anaknya ..... dst
>>>>>>

dia malah menjadi batu sandungan bagi keluarga dan orang2 yg bukan Kristen ..... karena selalu Gereja lebih utama .... contoh orang tua sedang sakit di RS dia tidak sempat untuk jenguk karena ada kegiatan pemuda - pemudi Gereja ..... dia pernah katakan tidak penting mendengar nasehat orang tua hanya apa yang dikatakan Gereja saja yang mau didengar .....

Saya jadi bingung juga nih apa emang begitu atau orang yang salah mengartikan Firman ?

Karena yang saya tahu Al Kitab bilang Iman, Perbuatan, dan Kasih dan yang terbesar adalah Kasih .... meskipun kita mempunyai Iman yg mampu memindah gunung atau perbuatan pelayanan jika tidak mengasihi itu semua sia-sia.

Dan saya juga berpikir bagaimana kita bilang mengutamakan / mengasihi Tuhan yang tidak kelihatan jika kita tidak bisa mengasihi org tua, keluarga, sesama yang kelihatan .....


- - - - - - - - - - - - - - - -
DIEU VOUS BENISSENT
Christian
 
Posts: 18
Joined: Sat Mar 13, 2004 10:50 am

Re: Salah satu syarat menjadi Pastor / Romo

Postby Namfes » Thu Jun 01, 2006 8:24 pm

CA-tholic wrote:
Christian wrote:Apakah benar salah satu syarat menjadi Romo / Pastor adalah tidak menikah ?

Mereka yang bukan KAtolik, sudah menikah dan mau menjadi Romo bsia diberi dispensasi. Contohnya satu pastor Anglikan yang bertobat ke Katolik. Dia bisa tetap menikah, Namun, sepertinya, dia dan istrinya harus berjanji untuk tidak melakukan hubungan suami Istri (ini mungkin kalo sudah punya anak, aku sendiri belum jelas kepastiannya)



1. hidup selibat merupakan salah satu syarat untuk menjadi imam katolik. Tetapi syarat ini hanya lah disiplin gereja, buakan hukum ilahi dari Allah. Dkl, suatu saat bisa saja diubah.

2. Mau ralat CA-tholic sedikit.

Kalau para pendeta yang sudah menikah dan pindah ke Katolik dan tahbisannya di gereja tersebut adalah sah menurut hukum gereja Katolik, maka mereka DAPAT (tidak harus dan tidak selalu) kalau mau dan memenuhi syarat untuk tetap sebagai imam. Sudah banyak para imam mantan Protestan yang pindah katolik.. dan mereka diizinkan tetap hidup sebagai suami isteri, boleh berhubungan sex. Karena keadaan khusus ini, biasanya juga mereka hanya melayani kelomok khusus agar tidak membatusandungi umat Katolik umumnya.

Lain halnya kalau, suami-isteri katolik, si suami mau menjadi imam, maka kalau syarat2 lain terpenuhi, ia memang dilarang melakukan huungan sex dengan isterinya dan jelas hidup terpisah. Di manila, ada suami ister, setelah semua ketiga anaknya masuk suster dominakes, mereka memutuskan juga berubah haluan. Si suami masuk jadi pastor dominikanes dan si ibu juga masuk jadi suster dominikanes. Lucunya, saat si ibu masuk biara, pimpinan rumah dan pembina para calon suster ialah anaknya sendiri. Dan ibu ini tidak canggung dibina oleh anaknya sendiri. Kini Ibu ini sudah suster. Setahun sekali seluruh anggota keluarga berkumpul di salah satu biara dominikan.

DKL, seorang suami Katolik pun masih bisa dapat menjajdi imam, walau isterinya masih hidup, asalkan ia memenuhi syarat lain seperti kepribadian, moralitas, pengetahuan teologi, kecakapan, serta adanya jaminan terhadap masa depan seluruh anak, serta tentu saja harus hidup selibat dan hidup terpisah dari sang isteri. Ia tidak boleh berhubungan seksual dengan isterinya. Tetapi secara sakramen dan secara hukum, wanita itu masih isterinya.

begitu saja penjelasan saya.
Namfes
 
Posts: 113
Joined: Wed May 31, 2006 11:55 pm
Location: Abroad

Postby Mex'star » Thu Jun 01, 2006 10:05 pm

Dear Christian,

Christian wrote:Thank's At ( Atmasvara ) utk penjelasannya
.

I agree with you ..... sometimes we can not understand what His plan ....

Point saya, bisa aja terjadi aturan2 Gereja adalah hasil pemikiran / keputusan manusia ..... mungkin karena menyesuaikan dgn perkembangan jaman ..... artinya mungkin saja ada aturan tertentu yang dulunya pada jaman Tuhan Yesus belum ada .....


Tentu.
Aturan di zaman Yesus pada umumnya bersumber dari Taurat. Sabat, Puasa, Sunat, etc.

Sekarang tentu aturan itu tidak lagi, karena Yesus sudah menggenapinya. Semuanya terpenuhi dalam Tuhan Yesus. Jadi bukan karena hasil pemikiran manusia.

Tentu saja aturan (ritual, tata cara, sarana, tekhnik, etc) mungkin diubah sesuai dengan perkembangan zaman dan tekhnologi, tetapi iman, ajaran/perintah hukum dan larangan Tuhan tidak.

Dan jika itu adalah hasil dari manusia ( meskipun di claim dari Roh Kudus ... menurut manusia tsb / kelompok tertentu .... bisa benar bisa juga tidak ... who know ? ) tetap mempunyai celah kemungkinan bisa salah / keliru / tidak mutlak benar .

Point inti yang harus dicatat adalah: "Eksistensi Roh Kudus dalam Gereja, bukanlah klaim manusia". Jadi tidak mungkin salah. Ritual, tata cara, sarana, tekhnik, mungkin saja bisa salah (lebih tepatnya: tidak sesuai lagi dengan selera, zaman,budaya, adat istiadat). Tapi sampai kapan pun ajaran 'kasih' tidak akan mungkin diubah menjadi 'benci'. Atau 'larangan' membunuh diubah menjadi anjuran utk membunuh. Atau monogami jadi poligami, etc.

Soo .... Bagaimana saya bisa mengetahui kebenaran yg sejati itu : ) apalagi di jaman sekarang ini .... dimana banyak hal Rohani yang dilakukan dgn motivasi duniawi ..... ?


Banyak. Kitab Suci, Tradisi Suci, rasio, nurani, etc.

Kalau bagi saya sih .... melihat buahnya ..... contoh saya mengenal orang Kristen / Hamba Tuhan yang sungguh-sungguh melayani dan mengutamakan Gereja, seperti yg At kutip ayatnya:
>>>>>>
Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang karena Kerajaan Allah meninggalkan rumahnya, isterinya atau saudaranya, orang tuanya atau anak-anaknya ..... dst
>>>>>>

dia malah menjadi batu sandungan bagi keluarga dan orang2 yg bukan Kristen ..... karena selalu Gereja lebih utama .... contoh orang tua sedang sakit di RS dia tidak sempat untuk jenguk karena ada kegiatan pemuda - pemudi Gereja ..... dia pernah katakan tidak penting mendengar nasehat orang tua hanya apa yang dikatakan Gereja saja yang mau didengar .....

Saya jadi bingung juga nih apa emang begitu atau orang yang salah mengartikan Firman ?


Kebanyakan karena salah mengartikan Firman (Karena itu saya bersyukur bahwa Gereja tidak hanya berlandaskan Kitab Suci.)

Orang yang sungguh-sunguh meninggalkan segalanya demi Kerajaan Allah tidak akan mungkin tidak peduli dengan nasehat orang tuanya, kecuali nasehat tersebut bertentangan dengan nasehat Tuhan.

Karena yang saya tahu Al Kitab bilang Iman, Perbuatan, dan Kasih dan yang terbesar adalah Kasih .... meskipun kita mempunyai Iman yg mampu memindah gunung atau perbuatan pelayanan jika tidak mengasihi itu semua sia-sia.

Dan saya juga berpikir bagaimana kita bilang mengutamakan / mengasihi Tuhan yang tidak kelihatan jika kita tidak bisa mengasihi org tua, keluarga, sesama yang kelihatan .....


Betul. Makanya kejarlah 'Kasih' itu.
Dan pada akhirnya, Anda akan menemukan kepenuhan akan 'kasih' itu di dalam Kristus/Gereja.

Tuhan memberkati.

Love,
Mex'star
Mex'star
 
Posts: 73
Joined: Tue Apr 04, 2006 7:40 pm
Location: Bintaro

Re: Salah satu syarat menjadi Pastor / Romo

Postby Mex'star » Thu Jun 01, 2006 10:59 pm

Dear Namfes,

Namfes wrote:2. Mau ralat CA-tholic sedikit.

Kalau para pendeta yang sudah menikah dan pindah ke Katolik dan tahbisannya di gereja tersebut adalah sah menurut hukum gereja Katolik, maka mereka DAPAT (tidak harus dan tidak selalu) kalau mau dan memenuhi syarat untuk tetap sebagai imam. Sudah banyak para imam mantan Protestan yang pindah katolik.. dan mereka diizinkan tetap hidup sebagai suami isteri, boleh berhubungan sex. Karena keadaan khusus ini, biasanya juga mereka hanya melayani kelomok khusus agar tidak membatusandungi umat Katolik umumnya.


Saya baru mendengar ini. Kalau boleh, tolong beri sedikit clue dimana saya bisa mendapat kebenaran tulisan Saudara tersebut. Serius, saya tidak mengetahui yang seperti itu sebelumnya.

Lain halnya kalau, suami-isteri katolik, si suami mau menjadi imam, maka kalau syarat2 lain terpenuhi, ia memang dilarang melakukan huungan sex dengan isterinya dan jelas hidup terpisah. Di manila, ada suami ister, setelah semua ketiga anaknya masuk suster dominakes, mereka memutuskan juga berubah haluan. Si suami masuk jadi pastor dominikanes dan si ibu juga masuk jadi suster dominikanes. Lucunya, saat si ibu masuk biara, pimpinan rumah dan pembina para calon suster ialah anaknya sendiri. Dan ibu ini tidak canggung dibina oleh anaknya sendiri. Kini Ibu ini sudah suster. Setahun sekali seluruh anggota keluarga berkumpul di salah satu biara dominikan.

Kalau ini sering kudengar.

DKL, seorang suami Katolik pun masih bisa dapat menjajdi imam, walau isterinya masih hidup, asalkan ia memenuhi syarat lain seperti kepribadian, moralitas, pengetahuan teologi, kecakapan, serta adanya jaminan terhadap masa depan seluruh anak, serta tentu saja harus hidup selibat dan hidup terpisah dari sang isteri. Ia tidak boleh berhubungan seksual dengan isterinya. Tetapi secara sakramen dan secara hukum, wanita itu masih isterinya.

begitu saja penjelasan saya.


Sebagai tambahan, karena memang apa yang sudah dipersatukan oleh Tuhan tidak dapat dipisahkan oleh manusia.


Thanks atas penjelasan Anda. Gbu

Love,
Mex'star
Mex'star
 
Posts: 73
Joined: Tue Apr 04, 2006 7:40 pm
Location: Bintaro

Re: Salah satu syarat menjadi Pastor / Romo

Postby Namfes » Fri Jun 02, 2006 4:15 pm

Mex'star wrote:Dear Namfes,

Saya baru mendengar ini. Kalau boleh, tolong beri sedikit clue dimana saya bisa mendapat kebenaran tulisan Saudara tersebut. Serius, saya tidak mengetahui yang seperti itu sebelumnya.



coba buka link ini:
http://www.ewtn.com/library/ANSWERS/MARPRIE.htm
Namfes
 
Posts: 113
Joined: Wed May 31, 2006 11:55 pm
Location: Abroad


Return to Diskusi Kristiani

Who is online

Users browsing this forum: No registered users and 4 guests

cron