Dialog antara Ahmad Deedat dan Pendeta Rev. Roberts

Mari berdiskusi mengenai Kristiani, mohon saling menghormati dan tidak membahas agama lain di forum ini.

Moderators: vids, Ken, tiwul, kartono_w, Alfonsus

Dialog antara Ahmad Deedat dan Pendeta Rev. Roberts

Postby penuhtanya » Tue Aug 09, 2005 11:20 am

Dialog antara Ahmad Deedat dan Pendeta Rev. Roberts

(DIREKTUR LEMBAGA AL-KlTAB AFRIKA SELATAN)

Dalam pelajaran nomor dua yang saya berikan ("Who Moved the Stone?") dulu, saya berjanji akan membahas perbedaan ukuran yang dipakai oleh penganut agama Masehi. Dalam bagian ini kami akan manafsirkan permasalahan yang sedang kita hadapi sekarang, yakni mengenai "Kebangkitan atau Kebangunan".

Saya tengah merencanakan untuk melakukan perjalanan ke Transvaa di Afrika Selatan dalam rangka mengadakan dakwah keliling. Sebelum itu lebih dahulu saya menelpon rekan saya yang bernamz Hafidh Yusuf Dadu dari Standerton untuk mengabarkan rencana perjalanan keliling yang akan segera saya lakukan itu.

Rekan saya mengatakan bahwa ia sedang mempelajari bahasa Ibrani. Ia berharap supaya saya berusaha memperoleh kitab suci dalam bahasa Ibrani yang disertai tafsir bahasa Inggris.

Saya pergi ke toko buku Lembaga A1 kitab di Durban. Saya berhasil mendapatkan buku itu tanpa menemui kesulitan. Saya menemukan kitab suci yang "authorized version" yang juga dikenal dengan "King James Version".

Ketika saya sedang mencari kitab yang baik dan yang harganya relatif murah itu, saya melihat seorang ibu yang duduk di belakang meja sedang menelpon seseorang. Tiba-tiba ia bertanya kepada saya, "Maaf Tuan, apakah tuan Ahmed Deedat?" Saya menjawab singkat, "Ya."

Kemudian ia berkata lagi, "Direktur Lembaga Al kitab ingin berbincang-bincang dengan tuan." Saya menjawab, "Dengan segala senang hati." Kemudian ia meneruskan bicaranya. Saya jawab dengan gurauan sambil melepaskan senyum kepadanya, "Saya kira anda sedang memanggil polisi, karena saya telah melihat-lihat kitab suci lama dan banyak sekali." Ia berkata, "Tidak, pendeta Rev. Roberts, direktur Lembaga Alkitab ini ingin bercakap-cakap dengan tuan."

Tak lama kemudian, pendeta Roberts datang menghampiri saya dan memperkenalkan dirinya kepada saya. Kemudian ia meminta kitab suci yang ada di tangan saya. Lalu saya berikan kitab itu. Dia kemudian membuka dan membacakan ayat itu untuk saya. Bacanya:

"Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus." (Yohanes 17:3)

Sesudah saya mendengarkan bacaannya dari kitab sucinya itu, saya menjawab, "Saya menerima!" Maksudnya ialah menerima isi risalah yang ingin disampaikan kepada saya. Pada waktu itu saya tidak mengatakan kepadanya bahwa apa yang disaimpaikan kepada saya sama dengan apa yang dibawa A1-Qur'anul Karim kepada umat manusia sejak empat belas abad yang lalu tentang kewajiban semua orang untuk beriman "dengan Allah yang Maha Esa lagi Maha Kuat, dan bahwa Isa Alaihissalam (Yesus Almasih) tak lain hanya seorang rasul dari Allah. Kalimat Al-Qur'an itu berbunyi sebagai berikut:
…Sesungguhnya Al Masih, Isa putra Maryam Itu adalah utusan Allah dan (yang terjadi dengan) kalimatNya yang disampaikanNya kepada Maryam dan (dengan tiupan) roh daripada-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasulNya dan Janganlah kamu mengatakan: (Tuhan Itu) tiga." (An Nisaa: 171)

Sudah tentu pendeta Roberts senang sekali mendengar jawaban saya. Kemudian ia cepat-cepat membuka kitab sucinya dan mencari ayat lain. Ia mulai membaca kalimat-kalimat yang dikatakan dari Yesus. Bacanya:

"Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi. Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-muridKu." (Yohanes 13: 34-35)

Setelah selesai membaca teks itu, saya menyambutnya dengan berkomentar: "Baik sekali!" Rupanya jawaban dan komentar saya itu makin membuatnya lebih berani. Untuk mendapatkan seorang penginjil baru ia membacakan ayat lagi:

"Jangari kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi. Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu." (matius 7:i-2)

Sebagai komentar atas paragraf itu saya menjawab, "Saya setuju!"

Sebab utama persetujuan dan penerimaan saya terhadap yang dibacakan pendeta itu kepada saya, bukan untuk mendapatkan diskon khusus. Namun karena kutipan-kutipan yang dibacakannya itu pada umumnya memiliki kesamaan dengan risalah dan pikiran yang Allah berikan kepada kita untuk dikumandangkan, diajarkan dan diamalkan. Kalau saya memisahkan segi-segi kebenaran antara kaum Muslimin dan kaum Masehi maka itu
berarti saya akan menjadi seorang pendengki yang tidak punya toleransi.

Misalnya, saya mengatakan tentang sesuatu risalah tertentu dalam kitab kita (Al-Qur'anul Karim) itu sangat baik, tapi mengatakan buruk sekali pada risalah yang sama yang terdapat dalam kitabnya. Itu menandakan saya sudah menjadi juara munafiq dan pekerjaan itu merupakan kepalsuan akhlak.

Apa tujuan yang sebenarnya ingin dicapai pendeta Rev. Roberts dalam membacakan kitab sucinya kepada saya?

Memang benar, saya mendapatkan "diskon khusus" dari semua kitab yang saya beli dari toko buku itu, dan mungkin saya satu-satunya orang non Masehi yang mendapatkan diskon seperti itu. Dari ciri-ciri pakaian dan jenggot saya, dia tentu tahu bahwa saya seorang muslim. Meskipun saya telah diberinya diskon terhadap semua buku-buku yang saya beli tapi tetap saja dia belum bisa merubah saya menjadi seorang Nasrani.

Dengan lemah lembut dan berusaha bijak bestari, sang direktur yarig pendeta itu membacakan beberapa ayat Injil kepada saya untuk mengetahui reaksi saya. Rupanya ia tidak tahu bahwa saya sudah mengetahui semua teks-teks yang indah itu sejak lama. Malah akhirnya ia heran, mengapa hingga kini saya belum juga menganut agama Masehi?

Selama ini pendeta yang sopan itu telah bertindak sebagai guru yang ingin mengajar dan membantu muridnya mengetahui lebih dalam. Oleh karena Nabi Saw kita memerintahkan kepada kita dalam sabdanya: "Tuntutlah ilmu dari buaian hingga liang ke lahad!"

"Tuntutlah ilmu meskipun ke negeri Cina!"

Sebagai umat Muhammad Saw saya amat bersemangat untuk belajar. Maka saya berkata, "Saya sependapat dengan semua yang telah anda bacakan kepada saya. Tetapi saya menemukan problem dengan kitab suci anda."

Ia bertanya, "Problem apa kiranya yang menyulitkan anda?" Saya menjawab, "Saya harap anda membaca Injil Lukas 3:23!" Maka ia pun melakukannya.

Saya berkata lagi kepadanya, "Tolong anda bacakan kepada saya!" la pun membacanya.

"Ketika Yesus memulai pekerjaannya, la berumur kira-kira tiga puluh tahun dan Dia (menurut anggapan orang) adalah anak Yusuf, anak Eli." (Lukas 3:231)

Saya perlihatkan kepada pendeta itu kalimat yang diberi kurung: (menurut anggapan orang). Lalu saya bertanya kepadanya, "Apakah anda melihat kalimat yang diberi kurung itu?"

Ia menjawab, "Ya, saya melihatnya!" Lalu saya tanyakan kepadanya, "Kenapa ada kalimat yang berkurung di situ?" Lantas ia mengakui dan berkata, "Saya tidak tahu pasti, tetapi saya akan menanyakannya kepada salah seorang ahli kitab suci."

Saya heran dengan kerendahan hatinya. Padahal menurut saya, semua direktur Lembaga A1 Kitab di Afrika Selatan berasal dari pensiunan pendeta. Akhirnya saya berkata kepadanya, "Baiklah, kalau anda tidak tahu, ijinkanlah saya yang akan memberitahukan kepada anda mengenai alasan diberinya kalimat yang berkurung itu. Tidak usahlah anda bersusah-susah menanyakannya kepada ahli kitab suci."

Saya lalu menjelaskan hal itu kepadanya. Dalam "manuskrip" Injil Lukas "yang lebih kuno" tidak terdapat kalimat "(menurut anggapan orang)". Sebenarnya ini hanya pekerjaan penerjemah Injil yang merasa bahwa tanpa adanya tambahan (penjelasan) yang asing ini, dikhawatirkan "domba-domba kecil"1 yang belum kuat benar imannya; akan tergelincir dalam keyakinannya, bahwa Yusuf si tukang kayu itulah bapak yang sebenarnya dari Yesus. Dengan alasan itulah, mereka memberikan tambahan penjelasan pribadi dan diberi kurung agar jangan sampai terjadi kesalah-pahaman.

Selanjutnya saya menambahkan, "Sebenarnya saya tidak ingin mencari-cari kesalahan dalam cara atau sistem kalian dalam menambah kalimat di antara kurung itu untuk membantu para pembaca yang masih awam."

"Tetapi yang membuat saya heran ialah karena dalam seluruh penerjemahan kitab suci ke dalam bahasa Afrika dan bahasa Timur lainnya, kalian telah membiarkan kalimat "menurut anggapan orang." dan telah menghilangkan kedua kurungnya itu. Kalau begitu tidak mungkinkah bangsa-bangsa di seluruh dunia ini (selain Inggris) tidak memahami arti dan tujuan dari kedua kurung itu?"

Saya melanjutkan pembicaraan lagi, "Apa jeleknya orang-orang yang berbicara bahasa Afrikaans? Kenapa kalian menyingkirkan kedua kurung itu dari Injil terjemahan ke bahasa Afrikaan, sedang kalimatnya masih tetap?"'

Mendengar uraian saya itu, sang Direktur yang pendeta itu langsung memprotes, "Saya, tidak melakukannya."

Saya lalu menjawab lagi, "Saya tidak menuduh anda. Tetapi kenapa lembaga Al Kitab yang anda wakili dan para ulama kitab suci berani main-main "dengan firman Allah"2 Bila Allah yang Maha Kuat tidak merasa perlu melindungi Lukas dari kesalahan3 lantas apa orang lain mempunyai hak untuk menambah atau menghilangkan suatu kalimat dari "kitab Allah"? Atas dasar hak apa kalian membuat atau memalsukan "kalimat-kalimat Allah"?

Ada kemungkinan kalimat-kalimat tambahan yang diletakkan di antara dua kurung itu, jika kedua kurungnya diangkat, maka akan dikatakan orang sebagai keterangan dari Lukas juga. Karena dalam penyusunan Injilnya, ia mendapat ilham dari Allah. Oleh karena itu pemalsuan yang disusupkan pada teks-teks yang asli itu dengan sendirinya akan menjadi firman Allah juga.

Akhirnya saya sudahi uraian saya dengan kata-kata di bawah ini:

"Sesungguhnya ulama-ulama ketuhanan modern dewasa ini telah berhasil gemilang. Sementara ahli kimia jaman dahulu telah gagal merubah logam yang murah menjadi emas yang berkilau-kilauan."

Dalam perbincangan ini, sang pendeta mengalihkan pembicaraan, ke luar dari pokok pembicaraan semula. sehingga membuat saya berkata, "Hati-hatilah tuan, tampaknya orang Inggris sudah banyak yang tidak mengetahui bahasanya sendiri."

Dia membalas perkataan saya dengan tajam dan cepat. Katanya, "Apakah dengan begitu, anda bermaksud mengatakan bahwa anda lebih memahami bahasa saya daripada diri saya sendiri?"

Saya menjawab, "Sungguh tidak tahu malu saya, kalau saya mengatakan kepada orang Inggris, bahwa saya lebih memahami bahasanya."

Ia bertanya lagi, "Lalu apa yang anda maksud dengan perkataan "tampaknya orang-orang Inggris sudah banyak yang tidak mengetahui bahasanya sendiri"?"

Saya mengulangi peringatan saya sekali lagi, "Hati-hatilah tuan, kalian membaca kitab suci dengan bahasa ibu kalian seperti yang dilakukan semua kaum Masehi yang terdiri dari ribuan bahasa dunia. Meskipun begitu, tampaknya setiap kelompok bahasa Masehi memahami bahwa suatu hakikat bertolak belakang dari apa yang dibacanya."

Pendeta itu bertanya lagi, "Maksud anda bagaimana?"

Saya melanjutkan pembicaraan, "Apakah anda ingat peristiwa ketika Yesus muncul kembali, sesudah disebarluaskan pengumuman seolah-olah ia telah disalib. la muncul sambil berkata kepada murid-muridnya, "Damai sejahtera bagi kamu!" Mereka terkejut dan takut. Mereka menyangka bahwa mereka melihat hantu." (Lukas 24:36)

Mendengar perkataan itu, sang direktur Lembaga A1 Kitab itu menyatakan ingat terhadap peristiwa itu.

Lalu saya bertanya, "Apa yang membuat mereka (para murid) takut? Jika seseorang melihat temannya datang, seharusnya ia memberikan reaksi yang wajar dan normal. Menunjukkan rasa bahagianya yang luar biasa. Malah biasanya ada yang menyambutnya dengan peluk cium yang mesra. Tapi mengapa murid-murid Yesus itu malah takut metihat gurunya datang?!"

Sang pendeta menjawab, "Karena mereka (para murid) menyangka bahwa mereka melihat hantu."

Saya bertanya lagi, "Apakah Yesus menyerupai hantu?" Dia menjawab, "Tidak!"
Saya bertanya lagi, "Kalau begitu, mengapa mereka menyangka melihat hantu, jika selama ini Yesus tidak menyerupai hantu?"

Tampaknya pendeta itu mendapat kesulitan besar. Aku berkata lagi, "Ijinkanlah saya menafsirkan hal itu kepada anda."

Lantas saya berkata kepadanya, "Hati-hatilah, tuan, sesungguhnya murid-murid Almasih itu bukan saksi mata (eyewitnesses) atau saksi dengar (ear-witnesses) atau saksi peristiwa hakiki yang terjadi selama tiga hari yang lalu seperti yang diuraikan Markus, bahwa dalam situasi yang paling berbahaya dan paling sulit dalam kehidupan Yesus: "Lalu semua murid itu meninggalkan Dia dan melarikan diri." (Markus 14:50)4

Jadi, semua berita yang diketahui murid-murid itu tentang Yesus diperoleh dari desas-desus5 yang mengatakan, bahwa dia disalib dan mereka mendengar dia sudah menghembuskan napas terakhirnya. Mereka juga mendengar bahwa dia sudah dikubur selama tiga hari. Orang yang dijejali berita semacam ini6 tidak heran kalau mereka berkesimpulan seperti melihat hantu. Maka tidak mengherankan kita bila kesepuluh muridnya yang pemberani itu kaget dan terperanjat ketika melihat Yesus kembali.

"Untuk menghilangkan salah paham dan rasa. takut yang mengganggu mereka, Yesus mengajak mereka menggunakan akal sehat, ucapnya, "Lihatlah tanganKu dan kakiKu: Aku sendirilah ini." (Lukas 24:39)

Dalam bahasa kita Yesus berkata kepada mereka, "Wahai, kawan-kawan! Kenapa kalian tampak gelisahdan ketakutan. Tidakkah kalian melihat, bahwa aku ini adalah gurumu yang selalu berjalan bersamamu, yang selalu berbincang-bincang denganmu dan memecahkan roti bersamamu. Aku ini orangnya dengan tubuh dan darahnya dari semua. sisinya. Apa yang membuat pikiran kalian berubah dan ragu-ragu?"

"Rabalah Aku dan lihatlah, karena hantu tidak ada daging dan tulangnya, seperti yang kamu lihat." (Lukas 24:39)

Atau dengan kata lain, Yesus seolah-olah berkata kepada mereka, "Kalau aku mempunyai daging dan tulang, maka dengan sendirinya aku bukan hantu, mayat, atau roh!"

Saya bertanya kembali kepada pendeta itu, "Apakah uraian ini benar?"
Ia menjawab, "Ya, benar!"

Selanjutnya aku berkata, "'Sesungguhnya Yesus memberitahukan kepada kalian seperti yang tertera dalam nasnya dengan jelas dan dengan bahasa yang sangat sederhana, bahwa tubuh yang diminta kepada murid-muridnya untuk diraba dan dilihat itu bukan tubuh yang "diperbaharui". Juga bukan tubuh yang dirubah dan yang dibangkitkan. Tubuh yang dibangkitkan dari mati ialah tubuh rohani (Spiritualized body). Dia menjelaskan kepada mereka dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami bahwa dia tidak seperti yang mereka duga. Murid-muridnya mengira bahwa dia adalah roh. Bahwa dia adalah tubuh yang dibangkitkan ke dalam kehidupan setelah dari kematian. Tetapi Yesus dengan tegas dan jelas mengatakan bahwa dia tidak demikian."

Mendengar uraian itu, sang pendeta bergumam. Tiba-tiba ia bertanya, "Namun apa yang membuat anda yakin bahwa tubuh yang dibangkitkan dari mati tidak akan dapat menjelma sebagai tubuh materi (materialize physically), seperti yang dilakukan Yesus dengan jelas?"

Saya menjawab, "Karena Yesus sendiri yang mengatakan bahwa tubuh yang dibangkitkan dari mati berubah ke alam rohaniah."

Sang pendeta masih bertanya lagi dengan hati yang belum puas, "Kapan Yesus mengatakannya?"

Saya menjawab, "Anda masih ingat peristiwa yang dicatat dalam Injil Lukas 20:17 ketika Yesus didatangi ahli-ahli Taurat yang sudah tua-tua. Mereka mengajukan berbagai pertanyaan sulit dan pelik kepadanya. Antara lain tentang wanita Yahudi yang kawin dengan tujuh orang lelaki silih berganti, sesuai dengan adat Yahudi8. Setelah beberapa lama kemudian, meninggallah ketujuh orang suami dan istrinya itu?"

Sang pendeta mengatakan, "Ya, saya ingat!"

Saya lanjutkan perkataan saya, "Adapun perangkap yang dipasang untuk Yesus oleh ahli-ahli Taurat dan tua-tua itu adalah untuk menggelincirkan Yesus lewat pertanyaan ini:

"Siapakah di antara orang-orang (suami yang tujuh) itu yang menjadi suaminya pada hari kebangkitan?" Mereka sudah menghujah Yesus, bahwa "wanita itu adalah istri dari tujuh orang (semuanya)" Sewaktu mereka menunaikan tugasnya masing-masing untuk mendapatkan anak keturunan dari wanita itu memang tidak menemukan masalah apa-apa, karena mereka semua adalah suaminya. Hal ini dilakukan silih berganti karena mereka masing-masing mengawini wanita itu setelah suaminya meninggal dunia. Namun pada hari kiamat, ketika ketujuh suami itu dihidupkan bersama-sama, akan terjadi persengketaan hebat di langit. Mereka masing-masing ingin memiliki bekas istrinya, apalagi kalau mereka merasa mendapatkan kepuasan yarig mengesankan dari si istri sewaktu mereka hidup bersama dahulu."

"Yesus berhasil menelanjangi kepalsuan pandangan mereka tentang kiamat dari mati. Dia berkata kepada mereka, bahwa pada hari kiamat dari mati "mereka tidak dapat mati lagi". (Lukas 20:36) Ini berarti, orang yang dibangkitkan dari mati akan hidup kekal (immortalized). Mereka tidak akan mati lagi. Mereka tidak akan merasa lapar, haus dan letih. Walhasil, semua senjata maut tidak akan mampu menewaskan tubuh yang sudah dibangkitkan dari mati. Selanjutnya Yesus menafsirkan dalam sabdanya,

"Mereka (tubuh yang dibangkitkan dari mati itu) sama seperti malaikat." Ini berarti pembawaan mereka akan berubah yaitu ke alam malaikat, alam rohaniah. Mereka akan menjadi makhluk rohaniah (artinya roh-roh). "Mereka sama seperti malaikat-malaikat dan mereka adalah anak-anak Allah, karena mereka telah dibangkitkan." (Lukas 20:36)

Sang pendeta kemudian bertanya lagi dengan pertanyaannya yang menantang, "Namun, apa yang membuat anda begitu yakin...?"

Pertanyaannya telah mengeluarkan saya dari pokok pembicaraan yang tengah saya uraikan. Saya lanjutkan perkataan saya tadi, "Dia tidak demikian, seperti yang mereka sangka. Dia tidak berubah jadi roh, hantu atau mayat. Agar lebih jelas, ia memperlihatkan tangan dan kakinya untuk diteliti dan diamati untuk membuktikan bahwa tubuhnya masih tetap sepeiti yang dulu (material physical body) dan untuk menghilangkan kegelisahan dan keraguan mereka yang tidak beralasan. Setelah itu ia bertanya kepada mereka, "Adakah padamu makanan di sini?" (maksudnya, sesuatu yang bisa dimakan). "lalu mereka memberikan kepadaNya sepotong ikan goreng (dan sarang madu sedikit9). Ia mengambilnya dan memakannya di depan mata mereka10." (Lukas 24:41-43)

Lantas apa yang ingin dibuktikan Yesus dengan semua yang dilakukannya itu, yaitu dengan memperlihatkan kedua tangan dan kakinya dan menyuruh mereka merabanya. Yesus juga meminta makanan dan mengunyah ikan goreng dan sarang madu yang mereka berikan (di hadapan mereka)?

Apakah kata-kata dan peragaannya itu hanya sekedar sandiwara atau permainan komedi semata?

Untuk lebih jelasnya, baiklah, sekarang kami akan mengetengahkan jawaban yang diberikan oleh F. Schleiermacher11 pada tahun 1819. Ia menjawab, "Tidak!"

Ia mengucapkan jawaban itu seratus tahun yang lalu, sebelum saya dilahirkan. Tuan Albert Schweizer mengabadikan kata-katanya sebagai berikut: "Kalau Yesus hanya makan untuk membuktikan bahwa ia bisa makan, padahal ia tidak benar-benar butuh makanan. Tentu hal itu hanya suatu sandiwara semata dan hanya suatu Docetic12.

Ketika saya berbincang-bincang mengenai masalah ini dengan direktur Lembaga Alkitab, saya belum tahu sedikitpun tentang F. Schleiermacher dan para ulama Masehi lainnya yang juga meragukan kematian Yesus di atas kayu salib. Hal ini juga diabadikan oleh Albert Schweizer dalam bukunya yang berjudul "In Quest of the Historical Jesus", page.64.

Apa yang membuat umat Masehi ragu-ragu? Bukankah Yesus sudah memberitahukan kepada kalian dengan berbagai gaya bahasa yang jelas. Malah lebih dijelaskan lagi dengan sebuah peragaan, untuk membuktikan bahwa dia adalah manusia seutuhnya, bukan roh dan belum berubah ke alam rohaniah, dan bahwa dia bukan manusia yang dibangkitkan dari kematian. Tapi biarpun begitu, seluruh alam Masehi tetap meyakini bahwa Yesus telah dibangkitkan dari kematian (Yang saya maksud ialah ia telah berubah ke alam rohaniah).

Lalu siapa yang telah berbohong, kalian atau dia?

Bagaimana mungkin kalian (semua umat Masehi) membaca kitab suci kalian dengan bahasa ibu kalian meskipun mereka dan semua kelompok bahasa telah dipersiapkan untuk memahami kebalikan dari yang mereka baca?!

Kalau anda membaca kitab suci anda yang berbahasa Ibrani, misalnya, lalu anda mengatakan kurang paham dengan apa yang anda baca, kemungkinan saya bisa menerima alasan itu. Begitu pula jika anda membacanya dalam bahasa Yunani, lalu anda mengatakan tidak paham benar maksud dan tujuan yang ditulis. Hal itu mungkin bisa saya terima dengan baik. Tetapi tampaknya dalam diri kalian sudah ada perlawanan terhadap kaidah ketika kalian membaca kitab suci sekalipun dengan bahasa ibu kalian.

Kalian juga sudah terlatih dalam memahami kebalikan dari apa yang tertulis. Kalau sudah begitu, bagaimana caranya mencuci otak kalian? Atau seperti yang dikatakan bangsa Amerika: Bagaimana caranya memprogram kalian?

Kalau begitu, saya mohon dengan sangat, supaya kalian memberitahukan kepada saya, siapa yang berbohong, Yesus atau seribu juta umat Masehi di dunia ini?

Yesus mengatakan: "Tidak!", tentang kebangkitannya dari kematian. Sedangkan kalian semua mengatakan: "Ya!"

Kalau begitu siapa yang patut dipercaya oleh kaum Muslimin, Yesus atau orang-orang yang mengaku muridnya itu?

Kita sebagai kaum Muslimin sudah jelas akan mempercayai gurunya daripada muridnya. Bukankah Yesus sendiri mengatakan, "Seorang murid tidak lebih daripada gurunya." (Matius 10:24)

Demikianlah perbincangan saya dengan direktur Lembaga Alkitab Durban. Hasilnya ternyata lebih dari yang saya harapkan. Tapi akhirnya pendeta itu mengakhiri percakapan dengan sopan sambil meminta maaf dan meminta ijin untuk berpisah dengan alasan toko bukunya akan segera tutup. Dia berharap dapat bertemu lagi dengan saya, tapi tampaknya ia melarikan diri dari pembicaraan itu walaupun dengan cara yang sopan.

Saya berharap pembaca yang budiman dapat menyingkirkan sarang laba-laba yang direntangkan pada akal anda yang dapat mengacau pikiran anda dalam masalah "penyaliban". Jika anda dapat memahaminya maka hal ini akan merupakan hadiah besar untuk saya.

"Dan sementara mereka bercakap-cakap tentang hal-hal itu, Yesus tiba-tiba berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata kepada mereka: "Damai sejahtera bagi kamu!" Mereka terkejut dan takut dan menyangka bahwa mereka melihat hantu. Tetapi Ia berkata kepada mereka, "Mengapa kamu terkejut dan apa sebabnya timbul keragu-raguan di dalam hati kamu? Lihatlah tanganKu dan kakiKu: Aku sendiri ini; rabahlah Aku dan lihatlah, karena hantu tidak ada daging dan tulangnya, seperti yang kamu lihat ada padaKu." Sambil berkata demikian, Ia memperlihatkan tangan dan kakiNya kepada mereka. Ketika mereka belum percaya karena girangnya dan masih heran, berkatalah 1a kepada Mereka: "Adakah padamu makanan di sini?" Lalu mereka memberikan kepadaNya sepotong ikan goreng (dan sarang madu sedikit)13.

Ia mengambilnya dan memakannya di depan mata mereka". (Lukas 24:36-43).

01. Dalam bicaranya. Ahmed Deedat menggunakan kata (little lambs) seperti yang digunakan Yesus dalam mengisyaratkan para pengikutnya. Yesus berkata, "Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala." (Lukas 10:3) Mungkin yang dimaksud penulis dengan "domba-domba kecil" ialah para pengikut yang baru (penerjemah).

02. Dalam transkript bahasa Arab keluaran Lembaga A1 Kitab di Timur Tengah kalimat "(menurut anggapan orang)" tetap ada, tapi kedua kurungnya sudah dihilangkan. Begitu pula dalam transkript bahasa Indonesia keluaran Lembaga A1 Kitab Indonesia, Jakarta, 1977.

03..Kaum Masehi berkeyakinan bahwa semua Injil yang sah itu ditulis oleh para "murid" dengan wahyu dari Roh Kudus. Namun berdasarkan bukti ilmiah terbukti bahwa keempat injil yang dikatakan sah dewasa ini, tidak satu pun yang ditulis oleh kedua belas murid pilihan Yesus! (Baca Encyclopedia Britanica, V-3, P. 573; V-13, P.83; V-14, P. 911 dan 912).

04. Injil Mateus dalam hal ini lebih jelas. Ujarnya. "Lalu semua murid itu meninggalkan Dia dan melarikan diri." (Matius 26:56)

05. Lukas meyakinkan hal itu pada pembukaan Injilnya. Ujarnya, "...Seperti yang disampaikan kepada kita oleh mereka yang dari semula adalah saksi mata dan pelayan firman." (Lukas 1:2)

06. Lukas juga meyakinkan kita bahwa murid-murid itu tidak percaya ketika mendengar desas-desus yang disebarluaskan orang tentang gurunya. Ujarnya, "Tetapi bagi mereka perkataan-perkataan itu seakan-akan omong-kosong dan mereka tidak percaya kepada perempuan-perempuan itu. Sungguhpun demikian Petrus bangun, lalu cepat-cepat pergi ke kubur itu. Ketika ia menjenguk ke dalam, ia melihat hanya kain kafan saja. Lalu ia pergi, dan ia bertanya dalam hatinya apa yang kiranya telah terjadi." (Lukas 24:11-12)
Memang aneh bin ajaib, bagaimana mungkin mereka merasa heran, padahal Guru mereka sudah meramalkan dan memberitahukan hal yang diherankan oleh mereka itu?!

07. Lihat Lukas 20:1

08. Lihat Ulangan 25:5-10

09. Dalam Lukas 24:43, (dan sarang madu sedikit) terjemahan dalam bahasa lndonesia, keluaran Lembaga Alkitab Indonesia, ]akarta, 1977, ditiadakan!

10. Dalam terjemahan Inggris katolik salinan dari naskah bahasa Vulgar latin, terdapat tambahan sebagai berikut: "And when he had eaten in their presence he took what remained and gave it to them." Kalimat inipun dalam terjemahan bahasa Indonesia tidak ada!

11. F. Schleirmacher, salah seorang ulama kitab suci dan penemu teori tentang sumber-sumber Injil yang empat. Diketengahkan pada tahun 1832 M. "Dia memperkirakan adanya kumpulan kecil tulisan atau fragmen. Dari sanalah para pengarang lnjil menulis Injilnya. (Fragments hypothesis)

12. Docetic berasal dari Docetism, yaitu suatu paham, bid'ah dalam agama. Paham ini bertentangan dengan aliran yang resmi sejak abad kedua Masehi. Ia mengatakan bahwa tubuh Almasih itu hanya seperti hantu (semblance), maya (phantom) atau benda semacam ether (etheral substance). Kata itu berasal dari bahasa Yunani, "dokesis", artinya maya, hantu atau dokeein (to seem), berarti: tampaknya. Maksudnya ialah sesuatu yang disebutkan tentang atau yang dinasabkan kepada orang yang berbicara dengan kata-kata bid'ah itu.

13. Kalimat yang diberi dua kurung di atas: (dan sarang madu sedikit), sudah dibuang dari naskah versi standar yang diperbaiki (Revised Standard version) dari Kitab Suci dan dari berbagai terjemahan lain dalam bahasa Afrika. Kenapa? Dalam buku kami yang akan segera diterbitkan: "Apakah Kitab Suci itu Firman Allah?", akan dijelaskan kepada Anda, kenapa?
penuhtanya
 
Posts: 19
Joined: Wed Jul 27, 2005 11:10 am

Postby Laskar Jidat » Tue Aug 09, 2005 3:58 pm

Heran yach, sampe hari ini masih saja ada onta yang menggunakan referensi ahmad deedat untuk menyerang alkitab.
Jawaban2 ini sebenarnya sudah dijawab jauh sebelum si deedat ini lahir.
Sebagai contoh,
Tanda kurung dalam alkitab itu diberikan karena perbedaan frase dan gaya bahasa antara bahasa asal dan bahasa sasaran, sehingga diperlukan sebuah penjelasan tambahan agar konteksnya menjadi jelas, tetapi tanpa mengubah arti sebenarnya. Jadi bukan seperti klaim deedat.
Kedua, tentang kematian Yesus. Kalo si deedat ini jeli, dia bisa membandingkannya dengan sumber-sumber sejarah lain pada jaman itu, salah satunya adalah tulisannya Josephus Flavius, seorang sejarahwan Yahudi, yang mengkonfirmasikan kematian Yesus.
Mengenai tidak adanya para murid yang menjadi saksi mata, (sekali lagi) deedat sangat amat tidak jeli. Padahal sudah jelas, Injil Yohanes mengkonfirmasikan bahwa salah satu Murid Yesus yang menjadi saksi penyaliban Yesus adalah Yohanes, murid yang dikasihi itu (bdk. Yoh. 19:25-26).
Mengenai ajaran kebangkitan badan itu sudah jelas bukan sebuah ajaran baru yang diwartakan oleh Tuhan Yesus. Ajaran ini sudah dikenal oleh orang-orang farisi. Jadi ajaran kebangkitan badan itu intinya, kedangingan kita 100% akan dibangkitakan, tetapi kedangingan itu sendiri bukanlah kedangingan yang biasa, melainkan sebuah kedangingan yang sifatnya kekal seperti yang dimiliki oleh Yesus setalh kebangikatannya. (bukan seperti klaim deedat yang hanya berupa roh saja).
Sedangkan lukas 20:36 (konkordasinya Mat. 22:30) sudah jelas Yesus menggambarkan sebuah model kehidupan setelah kebangkitan yang seperti malaikat (tidak kawin-mawin) dan bukan mengklaim bahwa materi manusia setelah kebangkitan sama dengan materi malaikat (roh saja).

Inilah bukti-bukti si onta deedat ini masih menggunakan kacamata ontanya untuk membedah ajaran iman orang lain. Yach rusak....
Laskar Jidat
 
Posts: 201
Joined: Mon Nov 08, 2004 11:56 pm

=ahmed deedat

Postby Red^Eagle » Tue Aug 09, 2005 11:38 pm

shallom,

ooooo seperti yang saya duga........:) Anda pengikut Ahmed Deedat si penyesat itu, ini saya kutip dan terjemahkan semampu saya untuk mendekati skrip aslinya tentang "THE CHOICE" by Ahmed Deedat, You will know, everbody will know who he is.

John 1:1 The Word was God.

Ahmed Deedat, dalam bukunya The Choice, mengutip pembicaraannya dengan seorang Pendeta Kristen :
Aku bertanya kepada pendeta apakah ia tahu bahasa Yunani ? “Ya” dia berkata. Ia belajar bahasa Yunani 5 tahun lamanya sebelum dinyatakan lulus. Aku bertanya kepadanya apa kata “Tuhan” di dalam Yunani di firman - "and the Word was with God"? Dia hanya memandang tidak menjawab. Maka aku berkata, kata itu adalah HOTHEOS, yang secara literal adalah "THE GOD" ... yang selanjutnya di gubah - God. "Sekarang katakan, apa Yunani dari kata God di dalam tanda petik kalimat kedua ini ?- "and the Word was God"? Pendeta itu masih diam ... permainan berakhir. Aku menjelaskan kata TONTHEOS, yang artinya a god. (Ahmed Deedat, The Choice, Brunswick, Australia: Islamic Service House, p. 192; also published in, Christ in Islam, Durban, RSA: IPCI, 1993, p. 40)
Perhatikan dibawah ini kalau ajaran Ahmed Deedat's benar.
Ahmed Deedat berkata “ Aku bertanya kepadanya apa kata Yunaninya God "and the Word was with God Dia hanya memandang tidak menjawab. Maka aku berkata, kata itu adalah HOTHEOS


Ini tidak benar! Ahmed Deedat salah!. Ini scriptnya :

KAI HO LOGOS EN PROS TON THEON
And the Word was with GOD

Kalimat yang di maksudkan pertama adalah TON THEON bukan HOTHEOS seperti Ahmed Deedat katakan.


"Sekarang katakan, apa Yunani dari kata God di dalam tanda petik kalimat kedua ini ?- "and the Word was God"? Pendeta itu masih diam ... permainan berakhir. Aku menjelaskan kata itu adalah TONTHEOS.


Sekali lagi salah !

KAI THEOS EN HO LOGOS
And God was The Word

Kata yang dimaksudkan dalam kalimat kedua adalah THEOS bukan seperti apa yang Ahmed Deedat katakan. Ahmad.Deedat bahkan tidak memahami kata dasar dari bahasa Yunani. ; Dia bahkan tidak dapat mengeja dengan benar ! Sangat memalukan sekali, Ahmad Deedat mencoba menguliahi orang lain tata bahasa Yunani yang dia sendiri tidak bisa eja! Dia telah menyimpangkan Injil dan menyesatkan.. Firman berbicara mengenai dirinya sendiri :

1:1. Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
1:2 Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah.


The Witnesses of Jesus

Ahmed Deedat mengutip Markus 14:50 dan mengajar bahwa murid2 melarikan diri ketika Jesus ditangkap mereka bukan saksi mata (terutama penyaliban):

... salah satu yang diduga saksi mata , Markus , menceritakan kita waktu-waktu kritis Yesus - "Semua muridnya meninggalkan Dia dan lari" - (Markus 14:50). Coba Tanya teman Kristenmu, "Apakah arti kata SEMUA itu adalah SEMUANYA ...?" ... maka kalau benar, saksi mata itu bukanlah saksi mata sebenarnya ... Alasan murid2 takut bahwa mereka mendengar isu bahwa Guru mereka di bunuh dan di. Mereka dengar isu2 bahwa Ia telah mati. (Ahmed Deedat, The Choice, p. 71, 119; also published in, Crucifixion or Cruci-Fiction, Durban, RSA: IPCI, p. 7, 55)


Apakah penjelasan Ahmad Deedat benar seperti dalam Markus 14:50 ?
Lalu semua murid itu meninggalkan Dia dan melarikan diri.

14:51 Ada seorang muda, yang pada waktu itu hanya memakai sehelai kain lenan untuk menutup badannya, mengikuti Dia. Mereka hendak menangkapnya,
14:52 tetapi ia melepaskan kainnya dan lari dengan telanjang.

14:53. Kemudian Yesus dibawa menghadap Imam Besar. Lalu semua imam kepala, tua-tua dan ahli Taurat berkumpul di situ.
14:54 Dan Petrus mengikuti Dia dari jauh, sampai ke dalam halaman Imam Besar, dan di sana ia duduk di antara pengawal-pengawal sambil berdiang dekat api.

Kalau Ahmad Deedat baca kutipan diatas maka ia akan tahu bahwa Petrus kembali mengikuti Yesus. Mr. Deedat memiilh mengutip penggambaran apa yang para rasul lihat.. Alkitab memberi lebih banyak informasi daripada kutipan ini saja. Kalau kau benar2 tertarik mengetahui kebenaran dan apa yang Alkitab katakan, tolong perhatikan juga ayat2 ini (kejadian penyaliban Yesus) :

John 18:12-18
18:12 Maka pasukan prajurit serta perwiranya dan penjaga-penjaga yang disuruh orang Yahudi itu menangkap Yesus dan membelenggu Dia.
Lalu mereka membawa-Nya mula-mula kepada Hanas, karena Hanas adalah mertua Kayafas, yang pada tahun itu menjadi Imam Besar;
dan Kayafaslah yang telah menasihatkan orang-orang Yahudi: "Adalah lebih berguna jika satu orang mati untuk seluruh bangsa."
Simon Petrus dan seorang murid lain mengikuti Yesus. Murid itu mengenal Imam Besar dan ia masuk bersama-sama dengan Yesus ke halaman istana Imam Besar,
tetapi Petrus tinggal di luar dekat pintu. Maka murid lain tadi, yang mengenal Imam Besar, kembali ke luar, bercakap-cakap dengan perempuan penjaga pintu lalu membawa Petrus masuk.
Maka kata hamba perempuan penjaga pintu kepada Petrus: "Bukankah engkau juga murid orang itu?" Jawab Petrus: "Bukan!"
18:18 Sementara itu hamba-hamba dan penjaga-penjaga Bait Allah telah memasang api arang, sebab hawa dingin waktu itu, dan mereka berdiri berdiang di situ. Juga Petrus berdiri berdiang bersama-sama dengan mereka.

Dari ayat di atas siapa yang mengikuti Yesus ? Sampai dimana mereka mengikuti Yesus? Apa yang mereka lihat ?

John 19:16-27 and Luke 23:49
19:16. Akhirnya Pilatus menyerahkan Yesus kepada mereka untuk disalibkan. (19-16b) Mereka menerima Yesus.
Sambil memikul salib-Nya Ia pergi ke luar ke tempat yang bernama Tempat Tengkorak, dalam bahasa Ibrani: Golgota.
Dan di situ Ia disalibkan mereka dan bersama-sama dengan Dia disalibkan juga dua orang lain, sebelah-menyebelah, Yesus di tengah-tengah. Dan Pilatus menyuruh memasang juga tulisan di atas kayu salib itu, bunyinya: "Yesus, orang Nazaret, Raja orang Yahudi."
Banyak orang Yahudi yang membaca tulisan itu, sebab tempat di mana Yesus disalibkan letaknya dekat kota dan kata-kata itu tertulis dalam bahasa Ibrani, bahasa Latin dan bahasa Yunani.
Maka kata imam-imam kepala orang Yahudi kepada Pilatus: "Jangan engkau menulis: Raja orang Yahudi, tetapi bahwa Ia mengatakan: Aku adalah Raja orang Yahudi."
Jawab Pilatus: "Apa yang kutulis, tetap tertulis."
Sesudah prajurit-prajurit itu menyalibkan Yesus, mereka mengambil pakaian-Nya lalu membaginya menjadi empat bagian untuk tiap-tiap prajurit satu bagian--dan jubah-Nya juga mereka ambil. Jubah itu tidak berjahit, dari atas ke bawah hanya satu tenunan saja.
Karena itu mereka berkata seorang kepada yang lain: "Janganlah kita membaginya menjadi beberapa potong, tetapi baiklah kita membuang undi untuk menentukan siapa yang mendapatnya." Demikianlah hendaknya supaya genaplah yang ada tertulis dalam Kitab Suci: "Mereka membagi-bagi pakaian-Ku di antara mereka dan mereka membuang undi atas jubah-Ku." Hal itu telah dilakukan prajurit-prajurit itu.
Dan dekat salib Yesus berdiri ibu-Nya dan saudara ibu-Nya, Maria, isteri Klopas dan Maria Magdalena.
Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya di sampingnya, berkatalah Ia kepada ibu-Nya: "Ibu, inilah, anakmu!"
Kemudian kata-Nya kepada murid-murid-Nya: "Inilah ibumu!" Dan sejak saat itu murid itu menerima dia di dalam rumahnya.

Luke 23:49
23:49 Semua orang yang mengenal Yesus dari dekat, termasuk perempuan-perempuan yang mengikuti Dia dari Galilea, berdiri jauh-jauh dan melihat semuanya itu.


Dari ayat di atas, apa yang prajurit lakukan kepada Yesus?
Dalam awal percakapan kita lihat Ahmad Deedat berkeras bahwa murid2Nya bukan saksi mata. Kumpulan ayat2 di atas menunjukan bahwa dengan jelas bahwa murid2Nya adalah saksi mata, Ahmad Deedat salah memahami firman Tuhan lagi.



The Real Founder of Christianity


Tiap pengetahuan Kekristenan mengakui bahwa pendiri Kristen adalah bukan Yesus. Dalam tiap even, jika ada pembagian antara Muslim dan Kristen terletak di dogma, kepercayaan, kebudayaan dan moral yang mengakibatkan konfilk yang dapat di temukan dalam ucapan Paulus di dalam bukunya….dalam Injil.
Berlawanan dengan pengajaran Gurunya (Yesus) bahwa keselamatan hanya datang dari ketaatan pada perintah Allah (Matthew 19:16-17), Paulus memakukan hukum dan sepuluh perintah Allah pada kayu (Colossians 2:14), dan meng-klaim bahwa keselamatan hanya bisa didapatkan melalui kematian dan kebangkitan Yesus Kristus. (Ahmed Deedat, The Choice, p. 65-66; also published in, Crucifixion or Cruci-Fiction?, Durban, RSA: IPCI, p. 1-2)

Kutipan di atas Ahmad Deedat meng-klaim bahwa Paulus adalah pendiri yang sebenarnya KeKristenan. Alasan yang di berikan adalah Jesus mengajar: keselamatan hanya datang dari taat pada perintah Allah sedangkan Paulus mengajar bahwa keselamatan datang melalui kematian dan kebangkitan Yesus Kristus.

Deedat merujuk kepada Matius 19:16-17 sebagai bukti bahwa Yesus mengajar keselamatan datang dari ketaatan pada 10 perintah Allah. Mari kita lihat ayat ini : Ada seorang datang kepada Yesus, dan berkata: "Guru, perbuatan baik apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?"
Jawab Yesus: "Apakah sebabnya engkau bertanya kepada-Ku tentang apa yang baik? Hanya Satu yang baik. Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah Allah." (Matius 19:16-17).

Memang benar bahwa orang ini menaati perintah Allah akan diselamatkan, tapi Deedat tidak membaca konteks ayat ini. Untuk siapa menaati perintah Allah ? Siapa yang dapat berdiri di hadapan Allah di hari penghakiman dan berkata “ Aku telah menaati semua perintahMu” akan begitukan kamu? Ketentuan Tuhan adalah sempurna dam tidak ada seorangpun yang dapat dengan sempurna menaati perintah Allah, tidak ada seorangpun yang dapat menaati perintah Allah menghasilkan keselamatan.

Kalau Deedat dapat membaca ayat yang dia rujukan di konteks, dia dapat belajar memahami ini, jika murid Yesus bertanya : 19:25 Ketika murid-murid mendengar itu, sangat gemparlah mereka dan berkata: "Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?"
19:26 Yesus memandang mereka dan berkata: "Bagi manusia hal ini tidak mungkin, tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin."
Yesus berkata mustahil untuk seseorang menyelamatkan dirinya dengan usahanya sendiri

Yesus sebenarnya menjelaskan apa rencana Tuhan tentang keselamatan, Dia berkata : 20:28 sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang."
(Matius 20:28 ). Yesus memberi hidupnya yang sempurna untuk tebusan bagi kita.. Dia bayar harganya untuk dosa-dosa kita. Inilah mengapa rasul Paulus berkata bahwa keselamatan hanya bisa didaptkan melalui kematian dan kebangkitan Yesus, karena Ia telah membayar semua dosa kita. Yesus dan Paulus mengajar Injil yang sama.
Tabel di bawah ini memperlihatkan antara ajaran Paulus dan Yesus. Baca ayat2 di bawah ini, menunjukan bahwa Paulus mengajarkan injil yang sama dengan Yesus.
====================================
Gospel Truth : Yesus mati dan di bangkitkan.

Taught by Jesus : Bermula dari waktu Yesus memberitahukan murid2Nya bahwa Ia harus pergi ke Yerusalem dan mengalami berbagai penderitaan dari tua2 ,ahli2 agama dan di bunuh untuk di bangkitkan pada hari ketiga. (Matius 16:21)

Taught by Paul : Dan sekarang, saudara-saudara, aku mau mengingatkan kamu kepada Injil yang aku beritakan kepadamu dan yang kamu terima, dan yang di dalamnya kamu teguh berdiri.
Oleh Injil itu kamu diselamatkan, asal kamu teguh berpegang padanya, seperti yang telah kuberitakan kepadamu--kecuali kalau kamu telah sia-sia saja menjadi percaya. Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci, bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci; (1 Corinthians 15:1-4)
===========================================
Gospel Truth : Kematian Yesus untuk menyelamatkan kita

Taught by Jesus : (Yesus berkata) Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang." (Markus 10:45)

Lalu Ia membuka pikiran mereka, sehingga mereka mengerti Kitab Suci.
Kata-Nya kepada mereka: "Ada tertulis demikian: Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga,
dan lagi: dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem.
(Lukas 24:45-47)

Taught by Paul : Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus,
2:6 yang telah menyerahkan diri-Nya sebagai tebusan bagi semua manusia: itu kesaksian pada waktu yang ditentukan. . (1 Timothy 2:5-6)

kasih karunia menyertai kamu dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus,
1:4 yang telah menyerahkan diri-Nya karena dosa-dosa kita, untuk melepaskan kita dari dunia jahat yang sekarang ini, menurut kehendak Allah dan Bapa kita. (Galatians 1:3-4)


Paulus adalah rasul yang setia dari Injil Yesus Kristus bagaimanapun juga Ahmad Deedat tidak mengetahui dasar pemahaman dari Injil. Benar-benar mengherankan bahwa Ahmad Deedat pun bahkan tidak mengetahui tulisan Muhammad tentang Paulus :
Those whom Jesus son of Mary sent, both disciples and those who came after them, in the land were: Peter the disciple and Paul with him, ... (Ibn Ishaq's "Sirat Rasulallah", translated as "The Life of Muhammad", by A. Guillaume, Karachi: Oxford, 1998, p. 653. Bold added)

Maka literature jaman awal Islam, benar2 menerima bahwa Paulus adalah murid Yesus.


salam.
Red^Eagle
 
Posts: 62
Joined: Wed Dec 15, 2004 10:42 pm

untuk penuhtanya

Postby Red^Eagle » Tue Aug 09, 2005 11:46 pm

shallom, penuh tanya;
saya hanya mau menyampaikan sedikit kata2 saya :

kalau Anda memang ingin tahu kebenaran, Anda harus terbuka untuk mempelajari segala sesuatu bukan hanya dari sisi Anda saja.

Anda perlu komit kalau sesuatu kebenaran itu valid Anda harus dengan gagah dan bersedia mengakui keyakinan Anda salah dan bersedia mengikuti kebenaran yang benar !!

Kalau Anda dengan motivasi Anda yang salah dengan berbagai apapun berusaha meyakinkan membelokkan ajaran Kristus, disini bukan tempatnya, Anda lebih baik melakukan pekerjaan humanisme daripada berdebat soal kebenaran.

kalau engga percuma saja berdebat kusir dengan Anda.

salam.
Red^Eagle
 
Posts: 62
Joined: Wed Dec 15, 2004 10:42 pm

Postby japri » Wed Aug 10, 2005 3:33 pm

Informasi terbaru Sdr Ahmaad Deedat baru saja meninggal dunia

Hanya sayangnya tidak dijelaskan bagaimana kisah orang ini saat meninggal dunia.

Apakah dia meninggal dengan damai atau tidak sebab dia banyak
menyusahkan orang kristen dengan tulisannya yang bertolak belakang dengan ajaran kristen.
japri
 
Posts: 261
Joined: Mon Aug 04, 2003 12:16 pm

Postby Laskar Jidat » Wed Aug 10, 2005 4:17 pm

Betul..
Ahmad deedat udah meninggal dunia 2 hari yang lalu di negaranya gara2 stroke..
Hilang lagi seorang laskar jihad.. :(
Turut berduka cita
Laskar Jidat
 
Posts: 201
Joined: Mon Nov 08, 2004 11:56 pm

reply

Postby Red^Eagle » Sat Aug 13, 2005 11:38 pm

kasihan belum bertobat..... :cry:
Red^Eagle
 
Posts: 62
Joined: Wed Dec 15, 2004 10:42 pm

Postby penuhtanya » Mon Aug 15, 2005 6:51 pm

maaf ni baru nimbrung :lol: sebenernya sih aq ikutin terus perkembangan beritanya, tpi kli ini aq balas aja, soalnya lucu deh jawaban anda semua, yg ada cuma mencela dan mencela. apakah anda sudah baca semuanya ato ndak, ato anda malu untuk membacanya???
mas ato mbak pendeta sekaliber robert saja tidak bisa menjawab pertanyaan dari ahmad deedat, yah ni anda semua pada jawab.. ya klo jawabnya memuaskan, kenyataanya tidak sama sekali.
dan masalah ayat yg ada di Injil, Injil anda kan banyak tu versinya ato tahun pembuatannya, betul kan... trus klo menurut anda surat yg ditulis ma Ahmad Deedat, tu saya memaklumi karena anda taunya cuma Injil keluaran sekarang, klo yg dulu apa anda sudah baca semua?
Buktinya Pendeta Robert mengakuinya....
dan satu lagi mas klo ada pendeta yg berdebat ato pun apalah dengan Orang Islam tu pasti bingung jawabnya....
satu bukti ni Seperti diatas diskusi Ahmad Deedat dan pendeta Robert, bisa diliat kan betapa susahnya dia menjawab bahkan tidak bisa menjawab sama sekali ato diam seribu kata :lol:
dan satu lagi Ahmad Dedaat pernah berdiskusi dengan beberapa pendeta tapi nihil semua pendeta selalu tidak bisa menjawab dan diam seribu bahasa, dan mungkin anda juga sudah tau....
lain halnya dengan anda semua, salut deh anda semua bisa menjawab ato mengomentari pernyataan2 yg ada, tpi semua jawaban tak ada bedanya dengan orang yg tak berpendidikan, yg bisanya selalu mencela ato ngasih perumpamaan yg amburadull, ato mungkin agama anda yg AGAMA PERUMPAMAAN :lol: :lol: :lol:
coba anda baca dulu dengan teliti, lihat baik2, pikirkan baik2, resapi dan pahami semua itu baru anda menjawab. :) :) :)

buat apa Tuhan anda memberi anda OTAK, tentunya buat berpikirkan, oleh karena itu pikirkanlah pernyataan diatas, baru anda mengomentari ato menjawabnya dengan benar...

dah dulu ya saya mo liat lagi ni perkebangannya
penuhtanya
 
Posts: 19
Joined: Wed Jul 27, 2005 11:10 am

Postby peprasetya » Tue Aug 16, 2005 11:45 am

penuhtanya,

Kalau anda mau mencoba mengerti apa yang diajarkan Yesus, dengan pola pikir sekarang ini, maka sampai akhir jaman pun tidak akan mengerti dan memahami apa-apa.

Kalau boleh tahu, bagaimana pemahaman anda tentang Yesus yang meninggalkan para muridnya dengan cara terangkat ke Surga?
Apakah ada manusia yang dapat terangkat sementara orang-orang dapat melihatnya?
Atau kamu akan berpikir bahwa para murid Yesus telah berbohong supaya dapat membuktikan ke-Allah-an Yesus?
peprasetya
 
Posts: 157
Joined: Tue Aug 02, 2005 3:34 pm

Postby spongebob » Tue Aug 16, 2005 12:40 pm

penuhtanya wrote:maaf ni baru nimbrung :lol: sebenernya sih aq ikutin terus perkembangan beritanya, tpi kli ini aq balas aja, soalnya lucu deh jawaban anda semua, yg ada cuma mencela dan mencela. apakah anda sudah baca semuanya ato ndak, ato anda malu untuk membacanya???
mas ato mbak pendeta sekaliber robert saja tidak bisa menjawab pertanyaan dari ahmad deedat, yah ni anda semua pada jawab.. ya klo jawabnya memuaskan, kenyataanya tidak sama sekali.
dan masalah ayat yg ada di Injil, Injil anda kan banyak tu versinya ato tahun pembuatannya, betul kan... trus klo menurut anda surat yg ditulis ma Ahmad Deedat, tu saya memaklumi karena anda taunya cuma Injil keluaran sekarang, klo yg dulu apa anda sudah baca semua?
Buktinya Pendeta Robert mengakuinya....
dan satu lagi mas klo ada pendeta yg berdebat ato pun apalah dengan Orang Islam tu pasti bingung jawabnya....
satu bukti ni Seperti diatas diskusi Ahmad Deedat dan pendeta Robert, bisa diliat kan betapa susahnya dia menjawab bahkan tidak bisa menjawab sama sekali ato diam seribu kata :lol:
dan satu lagi Ahmad Dedaat pernah berdiskusi dengan beberapa pendeta tapi nihil semua pendeta selalu tidak bisa menjawab dan diam seribu bahasa, dan mungkin anda juga sudah tau....
lain halnya dengan anda semua, salut deh anda semua bisa menjawab ato mengomentari pernyataan2 yg ada, tpi semua jawaban tak ada bedanya dengan orang yg tak berpendidikan, yg bisanya selalu mencela ato ngasih perumpamaan yg amburadull, ato mungkin agama anda yg AGAMA PERUMPAMAAN :lol: :lol: :lol:
coba anda baca dulu dengan teliti, lihat baik2, pikirkan baik2, resapi dan pahami semua itu baru anda menjawab. :) :) :)

buat apa Tuhan anda memberi anda OTAK, tentunya buat berpikirkan, oleh karena itu pikirkanlah pernyataan diatas, baru anda mengomentari ato menjawabnya dengan benar...

dah dulu ya saya mo liat lagi ni perkebangannya

sudahlah .... bukankah jawaban2 di atas menunjukkan bahwa jeedat omongannya ngawur??? itu baru kita2 yg awam. coba kamu sanggah kalo bisa... kan punya OTAK. mungkin yg di ajak dialog sejenis pendeta gebleg.
btw. denger2 jeedat kena strok sewaktu berkoar-koar ttg penyaliban Yesus. kejadiannya di australia thn 1996. sampai mati sakit lumpuh dari mulut ke bawah .....
Anak domba Allah yang menghapus dosa dunia ...
spongebob
 
Posts: 119
Joined: Fri Nov 26, 2004 10:11 am

Postby wong tji lik » Tue Aug 16, 2005 2:14 pm

Alo sdr/i penuhtanya, mohon maaf ni saya agak binun menangkap maksud & tujuan sdr/i dalam menyampaikan tulisan2 Anda selama ini. Jika memang Anda sudah meyakini bahwa Yesus bukanlah Tuhan (seperti yg saya & teman2 lain yakinin) untuk apa Anda menyampaikan pikiran2 / tulisan2 Anda, apakah Anda ada maksud untuk 'menghancurkan' iman orang2 Kristen, terutama para umat Kristen pembaca Forum diskusi ini? Saya menduga dibalik tulisan2 Anda terpendam kebencian thd umat kristiani, saya berharap agar dugaan saya salah, namun terlepas dari semua itu saya yakin kasih Tuhan tidak berkesudahan dan tidak memandang siapapun kita. Sperti matahari yang memberikan sinarnya kepada smua orang. O ya sdr/i penuhtanya, ini cuman pikiran saya yah, andaikata memang benar semua yg Anda katakan itu..dan menurut dunia tidak ada kebenaran dalam Yesus, maka saya lebih baik berjalan diluar kebenaran daripada berjalan diluar Yesus.
Salam, JLU.
wong tji lik
 
Posts: 44
Joined: Tue May 31, 2005 4:02 pm
Location: JKT

buat penuhtanya

Postby yaya » Tue Aug 16, 2005 4:40 pm

Dear penuhtanya,

i think it will be better for you to learn more about the Christianity, then you will understand all our point of view and our interpretation about the Holy Bible.
I appreciated your couriosity about our faith, but since in the very beginning (in some previous topics also) seems like you do not have the initiative for possitive dialoque in this forum.
This forum is for learning, is not for bashing.
"Not that I am already perfect; but I press on to make it my own, because Christ Jesus has made me His own."
(Phil 3:12)
yaya
 
Posts: 33
Joined: Tue Aug 16, 2005 4:25 pm
Location: somewhere

Postby penuhtanya » Tue Aug 16, 2005 9:26 pm

wong tji lik wrote:Alo sdr/i penuhtanya, mohon maaf ni saya agak binun menangkap maksud & tujuan sdr/i dalam menyampaikan tulisan2 Anda selama ini. Jika memang Anda sudah meyakini bahwa Yesus bukanlah Tuhan (seperti yg saya & teman2 lain yakinin) untuk apa Anda menyampaikan pikiran2 / tulisan2 Anda, apakah Anda ada maksud untuk 'menghancurkan' iman orang2 Kristen, terutama para umat Kristen pembaca Forum diskusi ini? Saya menduga dibalik tulisan2 Anda terpendam kebencian thd umat kristiani, saya berharap agar dugaan saya salah, namun terlepas dari semua itu saya yakin kasih Tuhan tidak berkesudahan dan tidak memandang siapapun kita. Sperti matahari yang memberikan sinarnya kepada smua orang. O ya sdr/i penuhtanya, ini cuman pikiran saya yah, andaikata memang benar semua yg Anda katakan itu..dan menurut dunia tidak ada kebenaran dalam Yesus, maka saya lebih baik berjalan diluar kebenaran daripada berjalan diluar Yesus.
Salam, JLU.



gini ya saudara semua, saya bukannya benci kepada Yesus, saja juga sangat menjunjung tinggi Dia, dan Yesus biasa kami sebut Isa. as
saya tidak menyalahkan Yesus tapi saya menyalahkan agama kristen yg anda anut selama ini bukanlah agama yg dibawa Yesus, tetapi agama yg dibawa oleh Paulus. dan itu sudah ada pembuktiannya seperti yg saya tulis di forum ini yg berjudul. "Cara Yesus mendakwahkan Injil berbeda dengan Paulus."
dengan ada nya bukti itu terungkap apa yg diajarkan oleh Yesus berbeda dengan yg diajarkan oleh Paulus.
jika anda memuji ato menyembah Yesus mengapa tidak mengikuti Ajarannya.
bahkan dewasa ini ada suatu survey yg menyebutkan bahwa Paulus lah orang no 1, dalam agama Nasrani, bukan Yesus. ini membuktikan betapa berpengaruh Paulus akan agama Nasrani. dan secara logika pula ajaran Nasrani sekarang ini bukanlah ajaran Yesus, melainkan ajrana Paulus karena Paulus lah yg berkuasa. sedangkan Agama beserta para pengikut Yesus Pada jaman dahulu Telah melebur kedalam Ajaran Islam yg di bawa oleh Nabi Muhammad S.A.W dan orang2 yg memberontak kepada Yesus mendirikan agama sendiri yaitu agama yg anda semua anut sekarang ini.
saya bukannya benci kepada umat kristiani tetapi saya sayang karena itu saya ingin mengajak ke jalan yg benar. begini mas klo anda sering memberi perumpamaan yg juga akan memberi perumpamaan:

begini jika anda menyayangi seseorang ato banyak orang apakah anda akan mengajak kejalan yg sesat, tentu TIDAK jawaban anda. begitu juga dengan saya, karena saya kasihan kepada umat Kristiani ini, maka saya menulis kebenaran dalam forum ini.

kalau masalah "menghancurkan" iman umat kristiani saya tegaskan sekali lagi, TIDAK. disini saya hanya menulis kebenaran-kebenaran yang telah ada, dan biarkan Umat Kristiani sendiri yang menilainya. dan menurut saya para pembaca di forum ini dapat menilainya sendiri

terima kasih atas perhatiannya.
penuhtanya
 
Posts: 19
Joined: Wed Jul 27, 2005 11:10 am

Postby penuhtanya » Tue Aug 16, 2005 9:31 pm

wong tji lik wrote:Alo sdr/i penuhtanya, mohon maaf ni saya agak binun menangkap maksud & tujuan sdr/i dalam menyampaikan tulisan2 Anda selama ini. Jika memang Anda sudah meyakini bahwa Yesus bukanlah Tuhan (seperti yg saya & teman2 lain yakinin) untuk apa Anda menyampaikan pikiran2 / tulisan2 Anda, apakah Anda ada maksud untuk 'menghancurkan' iman orang2 Kristen, terutama para umat Kristen pembaca Forum diskusi ini? Saya menduga dibalik tulisan2 Anda terpendam kebencian thd umat kristiani, saya berharap agar dugaan saya salah, namun terlepas dari semua itu saya yakin kasih Tuhan tidak berkesudahan dan tidak memandang siapapun kita. Sperti matahari yang memberikan sinarnya kepada smua orang. O ya sdr/i penuhtanya, ini cuman pikiran saya yah, andaikata memang benar semua yg Anda katakan itu..dan menurut dunia tidak ada kebenaran dalam Yesus, maka saya lebih baik berjalan diluar kebenaran daripada berjalan diluar Yesus.
Salam, JLU.



gini ya saudara semua, saya bukannya benci kepada Yesus, saja juga sangat menjunjung tinggi Dia, dan Yesus biasa kami sebut Isa. as
saya tidak menyalahkan Yesus tapi saya menyalahkan agama kristen yg anda anut selama ini bukanlah agama yg dibawa Yesus, tetapi agama yg dibawa oleh Paulus. dan itu sudah ada pembuktiannya seperti yg saya tulis di forum ini yg berjudul. "Cara Yesus mendakwahkan Injil berbeda dengan Paulus."
dengan ada nya bukti itu terungkap apa yg diajarkan oleh Yesus berbeda dengan yg diajarkan oleh Paulus.
jika anda memuji ato menyembah Yesus mengapa tidak mengikuti Ajarannya.
bahkan dewasa ini ada suatu survey yg menyebutkan bahwa Paulus lah orang no 1, dalam agama Nasrani, bukan Yesus. ini membuktikan betapa berpengaruh Paulus akan agama Nasrani. dan secara logika pula ajaran Nasrani sekarang ini bukanlah ajaran Yesus, melainkan ajrana Paulus karena Paulus lah yg berkuasa. sedangkan Agama beserta para pengikut Yesus Pada jaman dahulu Telah melebur kedalam Ajaran Islam yg di bawa oleh Nabi Muhammad S.A.W dan orang2 yg memberontak kepada Yesus mendirikan agama sendiri yaitu agama yg anda semua anut sekarang ini.
saya bukannya benci kepada umat kristiani tetapi saya ksihan karena itu saya ingin mengajak ke jalan yg benar. begini mas klo anda sering memberi perumpamaan yg juga akan memberi perumpamaan:

begini jika anda menyayangi ato mengasihani seseorang ato banyak orang apakah anda akan mengajak kejalan yg sesat, tentu TIDAK jawaban anda. begitu juga dengan saya, karena saya kasihan kepada umat Kristiani ini, maka saya menulis kebenaran dalam forum ini.

kalau masalah "menghancurkan" iman umat kristiani saya tegaskan sekali lagi, TIDAK. disini saya hanya menulis kebenaran-kebenaran yang telah ada, dan biarkan Umat Kristiani sendiri yang menilainya. dan menurut saya para pembaca di forum ini dapat menilainya sendiri

dan sekali lagi saya tidak akan membalas semua cercaan ato celaan yg anda semua tujukan kepada saya. karena balas dendam ato segalanya bukanlah sikap terpuji, dan menurut saya itu perbuatan dosa. dan sebisa mungkin saya akan balas semua cercaan dan celaan anda semua dengan kebaikan dan kebenaran.

terima kasih atas perhatiannya.
penuhtanya
 
Posts: 19
Joined: Wed Jul 27, 2005 11:10 am

Postby penuhtanya » Tue Aug 16, 2005 10:15 pm

sudahlah .... bukankah jawaban2 di atas menunjukkan bahwa jeedat omongannya ngawur??? itu baru kita2 yg awam. coba kamu sanggah kalo bisa... kan punya OTAK. mungkin yg di ajak dialog sejenis pendeta gebleg.
btw. denger2 jeedat kena strok sewaktu berkoar-koar ttg penyaliban Yesus. kejadiannya di australia thn 1996. sampai mati sakit lumpuh dari mulut ke bawah .....[/quote]

wah ternyata mas ini tidak menghormati bahkan mencela Pendeta Rev. Roberts (DIREKTUR LEMBAGA AL-KlTAB AFRIKA SELATAN). padaha dia adalah orang yg berpengaruh dan sangat memahami Al-Kitab. mungkin dia memahami seluruh Al-kitab yg beredar di bumi ini.
kan sudah saya bilang, dan sudah jelas bahwa Ahmad Deedat mengambil dari Al-kitab tahun 70-an klo tidak salah. dan anda Al-kitab sendiri terdiri dari 73 versi dan semuanya sudah di revisi bukan begitu. dan alangkah baik dan bijak nya anda jangan melihat dari satu Al-kitab saja, kan masih banyak Al-kitab yg beredar pada dewasa ini. klo saya lihat sih mungkin anda semua hanya berpatok pada satu Al-Kitab saja. :)

tentang meninggalnya Ahmad Deedat itu adalah hal yg lumrah, karena semua orang pasti akan meninggal!!
klo anda menganggap kematian Ahmad Deedat kena strok sewaktu berkoar-koar ttg penyaliban Yesus. kejadiannya di australia thn 1996. sampai mati sakit lumpuh dari mulut ke bawah.
baiklah klo anda menggapgap seperti itu, akan tetapi....
bagaimana pendapat anda (maaf) tentang kematian Yesus yg jelas2 lebih parah dari Ahmad Deedat, bukannya Dia di bunuh oleh kaum Yahudi, Dicela serta di lecehkan. dan ada suatu ayat yg mengatakan, "Seperti seekor domba Ia dibawa ke pembantaian; dan Ia tidak membuka mulutNya. Dalam kehinaanNya berlangsunglah hukumanNya." (Kisah para rasul 8:32-33)
bagaimana anda melihat semua ini :) :) :)

terima kasih atas perhatiannya
penuhtanya
 
Posts: 19
Joined: Wed Jul 27, 2005 11:10 am

Next

Return to Diskusi Kristiani

Who is online

Users browsing this forum: Google [Bot] and 3 guests

cron