Meski saudara-saudaranya berbuat jahat terhadapnya, Yusuf tak pernah meragukan kasih Allah baginya, juga tidak kehilangan kasihnya kepada saudara-saudaranya. Ia begitu....

Sabtu 12 Juli 2003
Hari Sabtu biasa Minggu Biasa XIV
Bacaan Kejadian 49:29-33;50:15-24

Teks Alkitab
Kejadian 49:29 Kemudian berpesanlah Yakub kepada mereka: "Apabila aku nanti dikumpulkan kepada kaum leluhurku, kuburkanlah aku di sisi nenek moyangku dalam gua yang di ladang Efron, orang Het itu,
Kejadian 49:30 dalam gua yang di ladang Makhpela di sebelah timur Mamre di tanah Kanaan, ladang yang telah dibeli Abraham dari Efron, orang Het itu, untuk menjadi kuburan milik.
Kejadian 49:31 Di situlah dikuburkan Abraham beserta Sara, isterinya; di situlah dikuburkan Ishak beserta Ribka, isterinya,
Kejadian 49:32 dan di situlah juga kukuburkan Lea; ladang dengan gua yang ada di sana telah dibeli dari orang Het."
Kejadian 49:33 Setelah Yakub selesai berpesan kepada anak-anaknya, ditariknyalah kakinya ke atas tempat berbaring dan meninggallah ia, maka ia dikumpulkan kepada kaum leluhurnya.

Kejadian 50:15 Ketika saudara-saudaranya Yusuf melihat, bahwa ayah mereka telah mati, berkatalah mereka: "Boleh jadi Yusuf akan mendendam kita dan membalaskan sepenuhnya kepada kita segala kejahatan yang telah kita lakukan kepadanya."
Kejadian 50:16 Sebab itu mereka menyuruh menyampaikan pesan ini kepada Yusuf: "Sebelum ayahmu mati, ia telah berpesan:
Kejadian 50:17 Beginilah harus kamu katakan kepada Yusuf: Ampunilah kiranya kesalahan saudara-saudaramu dan dosa mereka, sebab mereka telah berbuat jahat kepadamu. Maka sekarang, ampunilah kiranya kesalahan yang dibuat hamba-hamba Allah ayahmu." Lalu menangislah Yusuf, ketika orang berkata demikian kepadanya.
Kejadian 50:18 Juga saudara-saudaranya datang sendiri dan sujud di depannya serta berkata: "Kami datang untuk menjadi budakmu."
Kejadian 50:19 Tetapi Yusuf berkata kepada mereka: "Janganlah takut, sebab aku inikah pengganti Allah?
Kejadian 50:20 Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar.
Kejadian 50:21 Jadi janganlah takut, aku akan menanggung makanmu dan makan anak-anakmu juga." Demikianlah ia menghiburkan mereka dan memenangkan hati mereka dengan perkataannya.
Kejadian 50:22 Adapun Yusuf, ia tetap tinggal di Mesir beserta kaum keluarganya; dan Yusuf hidup seratus sepuluh tahun.
Kejadian 50:23 Jadi Yusuf sempat melihat anak cucu Efraim sampai keturunan yang ketiga; juga anak-anak Makhir, anak Manasye, lahir di pangkuan Yusuf.
Kejadian 50:24 Berkatalah Yusuf kepada saudara-saudaranya: "Tidak lama lagi aku akan mati; tentu Allah akan memperhatikan kamu dan membawa kamu keluar dari negeri ini, ke negeri yang telah dijanjikanNya dengan sumpah kepada Abraham, Ishak dan Yakub."

Renungan
Meski saudara-saudaranya berbuat jahat terhadapnya, Yusuf tak pernah meragukan kasih Allah baginya, juga tidak kehilangan kasihnya kepada saudara-saudaranya. Ia begitu bersukacita ketika dipersatukan kembali dengan mereka dan ayahnya (Kejadian 45:1-5; 46:29) dan ia mengampuni mereka. Dengan pengampunan datang kesembuhan dan kemampuan untuk maju, tanpa terhalang oleh dosa-dosa di masa lampau. Rencana Allah dapat berkembang dan kebaikan dapat ditarik dari kejahatan: “Meskipun kamu bermaksud menganiaya aku, Allah memakai hal itu untuk kebaikan, untuk memberi makan banyak orang, seperti yang dikerjakanNya hari ini” (Kejadian 50:20).
Yusuf menunjukkan pengampunannya kepada saudara-saudaranya dengan membawa mereka ke Mesir dan memberi mereka makan selama masa paceklik (Kejadian 46). Keseluruhan keluarga terbebas dari penderitaan karena kelaparan yang melanda seluruh daerah itu. Kendati telah ditunjukkan kasih itu dan kata-katanya yang meyakinkan tentang kasihnya (Kejadian 45:3-15) saudara-saudaranya menjadi takut ketika ayahnya mati. Mereka tidak sepenuhnya percaya pada pengampunan Yusuf dan takut bahwa sekarang - dengan kepergian ayahnya - Yusuf akan membalas dendam (Kejadian 50:15). Masih dibebani oleh rasa bersalah, mereka tak dapat percaya bahwa Yusuf akan berpegang pada kata-katanya sendiri.
Betapa kita sering membiarkan rasa bersalah menjauhkan kita dari damai dan kebahagiaan karena kita gagal menerima pengampunan Allah atas dosa-dosa kita? Pengampunan dan berkat menyeluruh adalah milik kita oleh salib Yesus Kristus Ia membayar denda dosa-dosa kita dan membersihkan kita dengan darahNya. Pengampunan ilahi menjadi milik kita ketika kita berbalik kepada Tuhan dalam penyesalan dan mengakhiri perbuatan dosa kita. Kalau kita belajar menerima pengampunan Allah, kita akan belajar menerima pengampunan mereka yang telah berbuat salah dan menjadi bebas untuk maju dalam hidup yang damai dan penuh pengharapan.
Kegagalan manusiawi dan ancaman setan dapat mencegah kita dari mengampuni sesama dan menerima pengampunan dari sesama. Karena itu, kita harus siap, ketika kita tidak percaya akan pengampunan yang diberikan kepada kita. Kalau kita menerima pengampunan dan percaya padanya, rahmat akan berlimpah ruah dalam hubungan kita. Marilah membuka diri terhadap Allah agar Ia mengajar kita tentang pengampunan melalui kisah Yusuf dan saudara-saudaranya.
“Ya Roh Kudus, tunjukkan kepada kami bagaimana memberi dan menerima pengampunan dalam hidup kami. Kami rindu untuk mengalami kebebasan yang mengalir dari pengampunan.”

Contoh niat Dalam penelitian batin doa malam berusaha menghayati Allah yang mengampuni dosa-dosa pribadi dan belajar mengampuni sesama.


Home  |  Renungan  |  Cerita |  Kesaksian  |  Diskusi |  Kontak Kami
                   
© 2000-2010 Pondok Renungan
All Rights Reserved