Catatan Perjalanan Israel 04: Tabor dan Yeriko


Tabor...walaupun gunung ini tak berapa tinggi, hanya kurang lebih 600 meter di atas permukaan laut, namun bagi Israel telah merupakan gunung yang tinggi. Gunung tinggi yang lain adalah Hermon yang biasanya dibalut es dan salju di musim dingin dan perlahan-lahan mencair dan mendatangkan sumber air bagi Siria, Israel dan Libanon. Dari gunung Hermon inilah muncul tiga mata air; Banias di Siria, mata air Dan di Israel yang berada di wilayah Kaisarea Filipi, dan mata air Hasbani di Lebanon. Ketiga sumber air yang keluar dari kaki gunung Hermon ini akhirnya bersatu membentuk sungai Yordan yang mengalir menuju danau Galilea di wilayah utara Israel dan selanjutnya ke laut Mati di selatan dekat Yerusalem.

Di masa silam gunung Tabor telah dianggap sacral dan sering dijadikan sebagai tempat untuk membawa persembahan kepada Yahwe. Kitab Suci Perjanjian Lama banyak menyebut gunung ini. Misalnya dalam Mzm. 89:12 kita mendengar; ˇ§Utara dan selatan, Engkaulah yang menciptakannya, Tabor dan Hermon bersorak-sorai karena nama-Mu.ˇ¨ Atau dalam Kitab Yeremia, kemegahan Allah diumpamakan seperti gunung Tabor; ˇ§Aku yang hidup, demikianlah firman Raja yang nama-Nya TUHAN semesta alam, ia akan datang seperti gunung Tabor yang menjulang di antara gunung-gunung lain, seperti gunung Karmel yang menganjur ke laut.ˇ¨ (Yer. 46:18).

Dipercayai bahwa setelah Yesus bangkit, Ia menampakan diri kepada Maria Magdalena di taman dekat kuburnya, dan menyuruhnya memberitahukan kepada para murid untuk menuju sebuah gunung di Galilea dan menantikan Yesus di sana. Gunung yang dimaksud adalah Tabor ini. Gereja Tabor dibangun dengan tiga candi yang berbentuk kerucut. Ketiga candi ini mengingatkan kita akan pernyataan keinginan Petrus untuk membangun tiga kemah, satu untuk Yesus, satu untuk Elia dan yang lain lagi untuk Musa. Pada sayap kanan adalah kapela Elia. Di dindingnya terdapat lukisan Elia yang sedang berdoa dan nyala api turun dari langit melahap korban yang telah disediakan di atas mesbah. Di sayap kiri adalah kapela Musa. Musa dilukiskan dengan kedua tangan memegang dua loh batu, mengartikan sepuluh perintah Allah yang diberikan kepada Israel melalui Musa di gunung Sinai.

Setelah misa di Tabor kami meneruskan perjalanan menuju Yeriko dengan menyusuri perbatasan antara Israel dan negara Yordan. Sepanjang perjalanan kami dikawali oleh padang gurun yang terbentang luas di sebelah kanan dan sungai Yordan di sebelah kiri. Padang gurun yang luas ini adalah tempat di mana Yohanes Pembaptis bertapa. Dipercayai bahwa Yohanes pembaptis pernah menggabungkan diri dengan kelompok Esseni, sebuah kelompok pertapa yang menekankan kehidupan askese yang keras. Kelompok inilah yang dipercayai telah meninggalkan sejumlah tulisan kuno yang disebut ˇ§The Dad Sea Srollsˇ¨. Tulisan-tulisan kuno di Qumran dekat Laut Mati ini ditulis dalam tiga bahasa; Ibrani, Aramik dan Yunani. Tulisan ini berisikan seluruh kumpulan Kitab Suci dalam bahasa Ibrani kecuali kitab Ester. Di samping itu juga terdapat kitab-kitab apokrif serta komentar-komentar Kitab Suci serta tata cara ibadat liturgis.

Yohanes dipercayai bergabung dengan kelompok ini. Dialah suara yang berseru-seru di padang gurun ini. Saat kami melewati daerah ini, nampak sekali bahwa suhu udaranya berkisar di atas 40 derajad. Dan perbedaan suhu antara siang dan malam begitu tinggi. Yohanes pasti telah berjuang dengan kerasnya kehidupan padang gurun ini. Tapi anehnya. Banyak orang justru nekat melawan kegersangan padang gurun untuk datang mendengarkan kata-kata Yohanes. Anda bertanya apa alasannya? Mengapa mereka datang? Tak ada alasan lain. Semua orang Israel pada saat itu sedang merindukan sesuatu, merindukan seorang pembebas yang akan melepaskan mereka dari kekuasaan Roma. Dalam kata-kata Yohanes terdapatlah pemenuhan akan janji yang telah lama mereka nantikan itu.

Di Yordan valley, di wilayah negara Yordan saat ini, Yesus dipermandikan. Kami tak berkesempatan mengunjungi tempat ini karena sungai Yordan dan tempat pembaptisan Yesus berada di balik garis batas Israel. Yordan valley tempat Yesus dibaptis diperkirakan berada kira-kira 100 meter di bawah permukaan laut. Di kiri kanan Yordan valley adalah padang gurun, dan setelah dibaptis Yesus menyepi di sekitar itu selama 40 hari lamanya.

Terus ke selatan kami tiba di Yeriko. Apa yang terjadi di Yeriko? Kitab Prjanjian Lama berbicara banyak tentang Yeriko. Dikisahkan dalam Kitab Raja-raja bahwa kota ini pernah dihancurkan dan kemudian dibangun lagi. Dalam Perjanjian Baru dikisahkan bahwa di tempat ini Yesus pernah menyembuhkan dua orang buta. Mereka duduk di tepi jalan, dan berteriak; ˇ§Yesus Putera Daud, kasihanilah kami.ˇ¨ (Mat 20; 29-34). Sedangkan Markus menyebut seorang pengemis buta bernama Bartimeus disembuhkan di sini. (Mrk. 10:46).

Dalam perjalanan dari Nazareth ke Yerusalem pasti anda harus melewati Yeriko ini. Dalam masa Yesus orang ke Yerusalem sambil membawa barang-barang dan hewan persembahan di kenisah. Dan di Yeriko inilah terdapat sebuah gerbang tempat mereka harus membayar pajak sebelum masuk. Dan seorang pemungut pajak hidup di sini di masa Yesus, ia seorang pendek namun gemuk dan buncit. Dialah Zakheus. Sebuah pohon ara dirawat baik di sebuah jalan simpang di Yeriko. Dipercayai bahwa pohon ini hidup sejak masa Yesus dan di sinilah si Zakheus pendek pernah bergelantung di atasnya hanya untuk bisa melihat Yesus.

Dari Yeriko bisa dilihat sebuah puncak gunung yang dibangun benteng sekelilingnya. Kelihatan sekali warna pasir dan batuan yang kekuningan. Sinar matahari seakan berpijar terbakar. Puncak ini disebut ˇ§Mount of Temptationˇ¨, gunung pencobaan. Di gunung inilah dipercayai bahwa Yesus digoda iblis setelah berpuasa 40 hari lamanya. Dalam godaan pertama Yesus diminta mengubah batu menjadi roti. Godaan kedua Yesus dibawa ke puncak menara, dipercayai puncak tersebut adalah menara mesjid El Aqsa di samping Kenisah di Yerusalem. Dan godaan ketiga terjadi di atas gunung yang tinggi. Gunung tersebut adalah mount of temptation ini.

Di masa Yesus, dan berdasarkan penggalian arkeologis, Yeriko merupakan kota yang besar dan makmur. Kota ini juga adalah kota tertua di Israel setelah Yerusalem. Yeriko yang berada di tengah padang gurun berubah menjadi kota makmur karena di sana terdapat sebuah sungai yang dikuduskan oleh Elisha. Ketika Elia terbang dengan kereta kuda berapi menuju langit, Elisha meminta sebagian kekuatan dari Elia. Secarik pakaian Elia diberikan kepada Elisha, dan dengan kain itu Elisha memberkati mata air di Yeriko, satu-satunya mata air yang menjadi sumber air minum bagi penduduk Yeriko hingga saat ini.

Setan menunjuk kepada Yesus kemegahan Yeriko dan berkata; ˇ§Kalau engkau membungkukkan kepala sedikit saja, maka kemegahan kota ini menjadi milikmu.ˇ¨ Iblis dijadikan tak bertekuk, dan mundur sambil menunggu waktu lain yang lebih bagus untuk memulia gerilya yang baru. Kami makan siang di Yeriko, di sebuah restoran yang diberi nama "Restoran Pencobaan"...........



Tarsis Sigho - Taipei
Email: sighotarsi@yahoo.com

Mohon hubungi pembuat serta Pondok Renungan (pondokrenungan@gmail.com),
jika anda ingin menyebarkan karya ini.

Kembali Ke Index

Versi Cetak Versi Cetak   Email Ke Teman Email ke Teman  

Home  |  Renungan  |  Cerita |  Kesaksian  |  Diskusi |  Kontak Kami
                   
© 2000-2014 Pondok Renungan
All Rights Reserved