Mujizat Pentakosta


Seminggu sebelum pergi retret aku mimpi ga enak tentang papa. Saat pergi retret, aku pun lupa sama mimpi itu. Saat di lembah karmel, perasaan ku ga enak terus. Biasanya aku cuek sama HP, tapi ga tau kenapa kali ini bentar2 pengen liat HP. Seakan-akan menunggu sms atau telpon mengabarkan suatu berita dari cici.

Tanggal 10 May, hari ke-3 retret, ada session Pencurahan Roh Kudus, dimana besoknya adalah hari Pentakosta. Saat session ini perasaan ku masih ga tenang dan pengen liat HP, tapi ga ada juga yang sms atau telpon. Padahal saat liatin HP, aku ga tau kenapa pengen liat. Saat itu aku cuma ada sedikit kekhawatiran dengan bokap dan nyokap, tapi aku gak tau kekhawatiran seperti apa.

Tiba-tiba tersadar, “Saat ini pasti Iblis lg ga suka melihat Roh Kudus akan dicurahkan, pasti Iblis pengen ganggu aku dengan kekhawatiran yang ga beralasan ini” Lalu aku berdoa, “Tuhan, aku mau focus pada malam ini, mohon kesehatan yang berlimpah bagi papa dan mama, aku percaya Engkau pasti jaga mereka untukku Tuhan. Ku percayakan kedua orang tua ku ke dalam tanganMu Tuhan, Amin.” Abis tuch ada kedamaian dalam hatiku, karena aku percaya Tuhan pasti jaga mereka.

Pukul 10 malam, badan cuapeee banget karena acara hari ini begitu padat. Kepala pusink karena flu, sakit tenggorokan karena kurang minum, dan kecapean. Setengah terlelap, tiba-tiba dapet telepon dari cici, di telepon suara cici begitu kecil, dan bilang “Ai, papa dan mama ngalamin kecelakaan, tabrakan di jalan sepulang dari gereja”. Di dalam kesadaran kujawab dengan begitu tenang “Kapan kejadiaannya? Dimana tabrakannya? Kondisinya gmn sekarang?”

Saat itu ga ada rasa panik sedikit pun. Cukup aneh bagiku karena dimata temen2 aku terkenal panikan orangnya. Apalagi berita itu menyangkut masalah papa dan mama.

Setelah dapat telpon dari cici segera ku telpon ke daerah, mama yang angkat telponnya dan bilang kl dia lecet-lecet aja, papa juga cuma memar. Tapi kendaraannya rusak parah. Mama bilang sepanjang jalan sebelum kecelakaan memang dia Doa Yesus, memangggil nama Yesus..Yesus..Yesus..berkali-kali. Saat tabrakan berlangsung, mama mengira kl papa akan meninggal. Dari beberapa cerita yang aku dengar, biasanya kl kecelakaan parah seperti itu, banyak yang meninggal. Luar biasa penyertaan Roh Kudus.

Lalu aku tanya, “Kejadiannya jam berapa?” Papa bilang sekitar jam 8 malam.


Aku bilang sama papa kl tabrakan itu terjadi saat session pencurahan roh kudus sedang berlangsung di retret. Dan aku juga doain mereka sekitar jam itu juga.

Lalu aku teringat, dengan mimpi yang aku terima satu minggu sebelum pergi retret. Didalam mimpi itu aku melihat, terjadi sesuatu yang buruk terhadap papa, dan didalam mimpi itu juga aku melihat bahwa kejadian buruk itu terjadi pada saat aku sedang pergi retret, dan aku tidak bisa kembali cepat kembali ke Jakarta karena sedang menunggu jemputan yang membawa aku pulang dari lembah karmel ke Jakarta. Luar biasa bukan? Bapa sudah memberitahu ku sebelumnya tentang apa yang akan dialami papa.

Keesokan harinya (Minggu, 11 Mei), cece telpon dan tanya jam berapa aku bisa tiba di Jakarta, dan aku jawab, mungkin sekitar jam 7 malam. Dia bilang kl pukul 3 sore dia akan pulang ke Bangka, dan dia berharap aku juga bisa ikut dia. Dia udh pesen tiket. Aku bilang, Gak bisa, ga keburu. Sempat menenangkan dia di telpon juga, aku bilang supaya dia jangan panik, lalu aku cerita tentang mimpi yang aku peroleh, kl sebelum peristiwa tabrakan itu terjadi aku udh tau akan terjadi, melalui mimpi yang ku peroleh (Jadi ingat pembicaraan ku dengan Pak Giovani dari KTM tentang mimpi, waktu itu aku bertanya apa kita boleh percaya sama mimpi, dan dia bilang kl Bunda Maria pun didatangin malaikat Tuhan melalui mimpi, juga mimpi Firaun, tapi kita harus selidiki mimpi itu dulu karena Iblis pun dapat mengganggu kita melalui mimpi).

Aku bilang sama dia, hari ini adalah hari Pentakosta dan aku percaya Roh Kudus telah melindungi papa dan mama, buktinya mereka selamat dan hanya lecet aja. Akhinya dia putuskan pulang ke Bangka sendiri, karena harus bawa obatnya untuk papa dan mama.

Minggu pagi, 11 Mei, pukul 08.00 pengajaran terakhir, materi pengajaran adalah “MUJIZAT”.

Suster berkata “Mujizat itu adalah sesuatu yang terjadi diluar kemampuan kita manusia dan ada campur tangan Tuhan disana, contohnya adalah orang lumpuh berjalan, orang buta disembuhkan, selamat dalam kecelakaan, …….”.

Aku jadi teringat peristiwa tabrakan papa dan mama semalam, mimpi yang ku dapat 1 minggu sebelum retret, perasaan tidak tenang tidak beralasan yang aku rasakan selama di karmel dan puncaknya semalam sebelum pencurahan roh kudus, serta doa mohon Tuhan jaga kedua orang tua ku.

Dalam hati ku berkata “Bapa.. syukur bagiMu atas segala kebaikanMu, telah terjadi mujizat semalam atas kedua orang tuaku.”
Firman Allah adalah firman yang hidup. Dia tidak pernah berbohong. Yesus berkata bahwa dia akan mengutus Roh KudusNya untuk menyertai dan menjaga kita. Malam itu telah terjadi mujizat Pentakosta. Kemuliaan hanya bagi Allah Bapa di sorga.



Febrianty
Email: shmily_lovely4i@yahoo.com

Mohon hubungi pembuat serta Pondok Renungan (pondokrenungan@gmail.com),
jika anda ingin menyebarkan karya ini.

Kembali Ke Index

Versi Cetak Versi Cetak   Email Ke Teman Email ke Teman  

Home  |  Renungan  |  Cerita |  Kesaksian  |  Diskusi |  Kontak Kami
                   
© 2000-2014 Pondok Renungan
All Rights Reserved