Permohonanku dikabulkan Tuhan Yesus


Permohonan yang kita sampaikan kepada Tuhan Yesus melalui Doa yang sungguh-sungguh tulus dan ikhlas penuh keyakinan dan percaya bahwa Tuhan Yesus mengabulkannya kepada kita

PENDAHULUAN

Pada pertengahan bulan September 1988, hari minggu pukul 15.00 wib sore hari, saya menyampaikan doa permohonan kepada Tuhan Yesus, walaupun iman kekatolikan saya boleh dikatakan minim sekali bayangkan aja doa pokok katolik aja gak tahu, itulah kenyataan, karena saya sejak umur 10 tahun saya tinggal di Panti asuhan hingga berumur 15 tahun, dan selama itu pula ajaran yang saya dapatkan adalah ajaran agama islam, pengetahuan saya terhadap ajaran agama islam yah lumayanlah, baca alquran bisa, pernah juara 2 MTQ tingkat remaja, bahkan menulis dalam arab melayu bolehlah hingga saat ini.
Pada saat itu saya masuk kemar kost saya lalu saya memulai menyampaikan doa dan permohonan saya dengan cara menuliskan dikertas inti doa yang hendak saya mohonkan kepada Yesus antara lain :

1. Melanjutkan Kuliah
2, Merantau alias mengadu nasib dirantau orang
3. Melamar Pekerjaan
4. Kertas kosong yang tidak ada tulisannya

lalu saya gunting satu persatu menjadi 4 potong lalu saya gulung persis seperti kertas undian kemudian saya letakkan diatas Alkitab di dalam mengkuk kemudian saya berdoa kepada Allah memohon pertolonganNya untuk memberikan jawaban doa saya melalui kertas yang telah saya letakkan diatas Alkitab tadi, setelah selesai berdoa maka dengan tanda salib saya mengambil satu gulungan kertas tadi, dan ternyata saya kertas yang pertama saya ambil itu isinya " Merantau mengadu nasib dirantau orang" saya diam sejenak lalu saya melakukan yang kedua berdoa lagi dan mengambil gulungan kertas yang tertinggal, yang terambil pada tahap keduanya yaitu " Melamar pekerjaan" dan yang ketiga kalinya " yang terambil adalah kertas yang berisikan " Melanjutkan Kuliah " sementara kertas yang tinggal sudah jelas kertas kosong sehingga tidak saya cabut lagi, setelah itu saya mengakhiri doa saya, kemudian kebali saya merenungkan hasil doa saya, terus tanpa pikir panjang saya ambil keputusan untuk " Merantau " karena itu yang pertama yang saya cabut.

MERANTAU

Pada esok harinya saya beli tiket Kapal laut menuju Sibolga tanpa diketahui oleh keluarga , pada saat saya diatas kapal laut sebelum berangkat saya momohon kepada Allah agar orang tua saya tidak sedih bila mereka mengetahui bahwa saya telah pergi merantau, saya menghadap Pulau Nias dan berjanji pada diri saya bahwa tidak akan pernah menginjakkan kaki ditanah kelahiranku sebelum terwujud cita-citaku dirantau orang, kendatipun aku mati. itulah tekad dan janjiku.
Setiba dipelabuhan sibolga saya menumpuang bus Makmur jurusan medan, ketika sampai di Pematang Siantar, kami makan, tapi sialnya saya ditinggal Bus maklum baru pertama kali ke Medan jadi tidak punya pengalaman, lalu saya lapor keloket dan saya disuruh naik Bus makmur yang lain, tapi syukurlah saya jumpa lagi dengan Bus Makmur yang saya tumpangi dari Sibolga lalu saya ambil tas saya dan menuju alamat keluarga di Medan.

HIDUP MENJADI KULI BANGUNAN

Setelah seminggu tinggal ditempat Saudara, sayapun mencari pekerjaan, dan saya jadilah saya menjadi kuli bangunan dengan gaji Rp.3000/ hari, demikianlah hingga kurang lebih 8 bulan lamanya mengadu nasib sebagai kuli bangunan sambil mengajukan lamaran dengan bekal ijazah STM, dan ternyata lamaran pekerjaan saya diterima di perusahaan Ekpedisi PT. KGP Medan dan kemudian saya dikirim KeNias sebagai pegawai di Perwakilan PT.KGP yang ada dinias pada bulan Juni 89

MELAMAR DAN BEKERJA DI BUMN

Setelah sembilan bulan bekerja di PT.KGP saya tertarik ingin masuk Biara, dan pada bulan Maret 1990 saya datang ke asrama bruder di Gunung Sitoli menjumpai Pater Paskalis Pasaribu, dan Pater itu setuju dan menerima saya tapi keberangkatan para calon seminari pada bulan juni 1990, tapi Pater Paskalis menyuruh saya agar mengambil surat persetujuan dari orang tua saya, ketika saya sampaikan niat saya tersebut melalui surat jawaban yang saya terima orangtua saya tidak setuju, jadi saya tidak jadi masuk seminari.
Pada tanggal 23 Juni 1990 saya mengajukan lamaran sebagai Security disalah satu perusahaan BUMN di gunung sitoli dan kemudian saya memenuhi persyaratan untuk mengikuti Testing di Medan pada tanggal 27 Juni 1990, maka pada tanggal 25 Juni 1990 saya berangkat naik kapal laut menuju sibolga, eh tanpa diduga ketemu dengan para calon seminari yang berangkat ke Parapat/ P.Siantar.
Pendek kata sayamengikuti testing dimedan selama 2 minggu, dan ternyata dari sekian banyak yang mengikuti testing di Perusahaan tersebut eh hanya 2 orang yang lulus dan saya salah satunya terus pada tes wanwancara terakhir dinyatakan lulus kami berangkat pendidikan ke Sukabumi di SECAPA POLRI selama 3 bulan dan 2 minggu di Jakarta setelah selesai pendidikan saya ditempatkan di Medan.

KULIAH SAMBIL BEKERJA

Setelah penempatan di Medan sayapun bekerja sambil kuliah pada tahun 1993 dan terimaksih kepada Allah kuliah dapat saya selesaikan dalam waktu 4,5 tahun, setelah saya di wisuda dan dapat ijazah sarjana, saya laporkan ke Div.SDM di Kantor Pusat di Jakarta, setelah sekianlama ada pemberitahuan bahwa saya memenuhi persyaratan untuk mengikuti testing alih tugas untuk menjadi pegawai basic carier, disini Tuhan Yesus menjawab doa saya lagi walaupun dihati saya berkata bagaimana mungkin saya bisa lulus testing ini, pengetahuan bahasa inggeris saya sangat rendah, sementara testingnya TOIC dan harus mengumpulkan nilai minimal 450 point, sayapun berniat tidak mengikuti testing ini. tapi ketika pada hari jumat diingatkan lagi saya agar jangan lupa untuk mengikuti testing esok hari pada hari sabtu pukul 08.00 Wib di Kantor Wilayah tempat saya bekerja.

TUHAN YESUS MENOLONGKU

Pada malam sabtu bulan agustus 1999, sebelum mengikuti testing alih tugas pada esok harinya saya berdoa memohon petunjuk pertolongan kepada Tuhan Yesus dengan membuka Alkitab, ternyata Kitab yang saya buka pada saat itu setelah selasai berdoa adala Mazmur 23 :1-6 " Tuhanlah Gembalaku..." ayat inilah yang meberikan kekuatan dan semangat bagiku untuk ikut testing.

ROH KUDUS MENGAJARIKU

Esok harinya hari sabtu saya mengikuti testing tepad pukul 08.00 Wib, pada saat itu sebelum saya memulai mengisi lembar jawaban saya berdoa dalam hati " Bapa kami, Salam Maria 3 X kemudian kemulian ....ditutup dengan tanda Salib.
Setelah itu kira-kira 15 menit ujian berlangsung tiba-tiba suhu badan saya naik alias panas dingin sampai-sampai saya menggigil tak ubahnya orang yang kena malaria, namun kepala dan pikiran saya tidak mengalami gangguan, karena kondisi yang demikian itu sayapun percepat menyelesaikan jawaban saya dan kira-kira pukul 08.45 wib saya serahkan kertas jawaban beserta soal kepada panitia pengawas ujian lalu saya permisi keluar, dalam hati saya ada dengan saya Tuhan kok tiba-tiba saya sakit ? itulah pertanyaanku kepada Tuhan saat itu.
Pada pukul 10.30 wib hasil ujian keluar dan ternyata saya lulus testing dan berada pada urutan pertama dan kemudian pada pukul 11.00 wib mengikuti test physikologi. pada saat mengikuti test physikologi saya melakukan doa seperti pada saat ujian pertama, selama mengikuti test tersebut badan saya masih panas dan menggigil dan pada pukul 18.00 ketika test terakhir saya selesaikan lalu ballpoint saya letakkan dan tiba-tiba pluit dari penyelenggara test berbunyi tanda selesainya testing. dan apa yang terjadi pada saya saat itu penyakit saya sembuh tidak ada demam, anehnya saya tidak tahu kapan saya sembuh dan hasil dari testing yang saya ikuti sukses dan jadilah saya sebagai pegawai basic carier alias Staff.

PENUTUP

Jawab Doa Saya pada tahun 1988 telh dijawab oleh Tuhan Yesus dalam kehidupan saya, Karena diperantauanlah saya mendapatkan berkat hingga boleh mendapatkan pekerjaan dan kuliah itu semua karena belas kasih pertolongan Tuhan Yesus dalam kehidupanku, dan banyak lagi kesaksian saya yang benar-benar nyata dalam kehidupan saya, dilain kesempatan saya akan coba berbagi kepada saudara-saudariku bila Tuhan Yesus memperkenankan- Amin



F. Halawa,SH
Email: Mano_halawa@Yahoo.com

Mohon hubungi pembuat serta Pondok Renungan (pondokrenungan@gmail.com),
jika anda ingin menyebarkan karya ini.

Kembali Ke Index

Versi Cetak Versi Cetak   Email Ke Teman Email ke Teman  

Home  |  Renungan  |  Cerita |  Kesaksian  |  Diskusi |  Kontak Kami
                   
© 2000-2014 Pondok Renungan
All Rights Reserved