Menarik Pelajaran dari Bangsa Majus


Bila kita membaca dalam alkitab, ketika Yesus akan hadir ke dunia, waktu itu ada sekelompok orang atau bangsa Majus yang tidak mengenal Allah, tetapi yang kesukaannya meneliti astronomi, dan mereka mungkin adalah orang-orang yang cukup pintar, sehingga mereka mendapatkan atau menemukan sesuatu. Apa yang mereka dapatkan atau temukan?

Ternyata mereka mendapatkan sesuatu petunjuk bahwa akan dilahirkan seorang raja yang luar biasa. Mereka begitu yakin akan hal yang mereka amati dari bintang-bintang yang mereka observasi dan pelajari, hingga mereka berani melangkah dengan mencari dimana raja yang akan dilahirkan tersebut yang menurut mereka akan dilahirkan di tanah Yudea.

Dan sejarah membuktikan bahwa apa yang mereka ramalkan itu menjadi kenyataan, dan ramalan mereka 100% benar. Bahkan kehadiran mereka untuk menemui sang raja dicatat dalam alkitab.

Sekarang, marilah kita mempelajari apa yang sedang terjadi di sekitar kita, ada satu kalender dari bangsa Maya yang menunjukkan bahwa akan terjadi kiamat dari bumi ini di tahun 2012. Dari yang kita pelajari, bangsa Maya juga mendapatkan kalender mereka dari observasi astronomi, mereka juga merupakan orang yang tidak mengenal Allah. Dan sekarang coba lafalkan kata Majus dan Maya, sepertinya ada kemiripan bukan? Memang kita tidak boleh percaya pada tahayul semacam ini.

Namun lagi-lagi kita membaca dalam alkitab, bahwa mungkin hal yang sama terjadi ketika orang Majus mendatangi Raja Herodes (yang merupakan keturunan dari keluarga Makabe yang pernah berjasa dalam perjalanan kerohanian bangsa Israel) dan Raja Herodes memanggil para imam dan ahli taurat tentang kelahiran Mesias. Sungguh tragis, karena walaupun Raja Herodes, para imam, dan para ahli taurat tau percis akan kedatangan Mesias yang sangat mereka tunggu-tunggu, namun mereka tidak merespon ketika ada sinyal tentang hal tersebut dari orang Majus. Mungkin mereka merasa siapa orang Majus, sehingga mereka harus percaya, bahkan 33 tahun kemudian mereka menolak seorang tukang kayu sederhana, yang pernah dinyatakan oleh orang Majus sebagai Mesias. Mereka bukan hanya menolak kebenaran dari orang Majus, namun yang lebih parah, mereka juga akhirnya menolak Sang Mesias yang tampil sebagai tukang kayu yang sederhana.

Berdasarkan analogi diatas, bukan tidak mungkin kita akan terjebak persis sama seperti para imam di jaman itu. Kita menganggap, siapa sih bangsa Maya, sehingga kita harus merespon kalendernya, apalagi harus percaya pada kekafiran. Namun sejarah membuktikan para petinggi itu justru menyesatkan rakyatnya, mereka menolak Sang Mesias bahkan dampaknya terasa sampai hari ini. Kita menemukan dalam alkitab jusreu hanya orang-orang sederhana seperti Hana, Simeon, para gembala, dan para nelayan miskin (murid-murid Yesus) yang mau merespon kedatangan Mesias yang ditunjukkan oleh orang Majus tersebut.

Sekarang kita melihat, pemimpin kristiani mana yang berani merespon ramalan bangsa Maya tersebut. Kita belum pernah mendengar ada pemimpin kristiani yang merespon apalagi meng-amin-kannya. Penulis hanya mengingatkan apa yang pernah dicatat dalam alkitab, segala hal bisa saja terjadi, karena Tuhan terkadang memakai orang kafir untuk menegor orang percaya, bahkan Tuhan pernah memakai seekor keledai untuk menegor seseorang. Bila melihat situasi sekarang dan tanda jaman, semua sudah sesuai dengan tanda-tanda yang diperingatkan oleh Tuhan Yesus sendiri, jadi bukan mustahil bila Dia segera datang, dan bukan mustahil juga bila Dia datang di tahun 2012. Karena semua adalah keputusan Allah sendiri. Biarlah melalui keadaan seperti sekarang ini kita semakin mendekatkan diri dan rajin menggali Firman-Nya, supaya kita siap dan ditemukan tak bercacat ketika Yesus datang kedua kalinya. Selamat berjuang dan Tuhan memberkati. Amin.

Ditulis oleh Trisna Santosa
Bandung - Indonesia



Pdp Ir Trisna Santosa
Email: trisna7@yahoo.co.id

Mohon hubungi pembuat serta Pondok Renungan (pondokrenungan@gmail.com),
jika anda ingin menyebarkan karya ini.

Kembali Ke Index

Versi Cetak Versi Cetak   Email Ke Teman Email ke Teman  

Home  |  Renungan  |  Cerita |  Kesaksian  |  Diskusi |  Kontak Kami
                   
© 2000-2010 Pondok Renungan
All Rights Reserved