UNDANGAN YANG TAK BIASA


Kita sering menerima undangan pernikahan, ulang tahun atau pengucapan syukur karena menempati rumah baru. Kali ini saya menerima undangan yang tidak biasa, yaitu pengurapan rumah berhantu.

Seorang teman memiliki rumah kos yang besar. Mereka yang kos merasa kurang nyaman karena melihat penampakan sosok manusia di tangga, merasa seram sehingga bulu kuduk merinding, ada yang tidur di kamar dan kemudian ketika bangun mendapati dirinya ada di depan kamar mandi dan sebagainya.

Teman saya mengundang seorang penginjil wanita. Tidak banyak orang yang hadir dalam kebaktian tersebut, hanya dua belas orang saja.
Penginjil menyampaikan firman Tuhan bahwa Allah yang kita sembah, yang kita kenal dengan nama Yesus Kristus adalah Allah yang Mahakuasa. Kuasa-Nya lebih besar daripada kuasa apa pun. Dan Allah kita memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban (2 Timotius 1:7). Dalam melawan roh-roh jahat Allah juga sudah memberikan senjata-senjata yang harus kita kenakan, yaitu melakukan kebenaran dan keadilan, firman Allah, doa, dan kerelaan memberitakan Injil (Efesus 6:10-20).
Dan perlengkapan itu diberikan bukan hanya kepada pendeta dan penginjil, tetapi kepada jemaar, yaitu kita, orang-orang yang percaya kepada Tuhan Yesus.

Acara dilanjutkan dengan mendoakan tiap kamar dan ruangan dan membubuhkan minyak urapan.
Ketika saya bertanya kepada ibu penginjil kenapa ada penghuni rumah yang diganggu roh-roh jahat dan ada yang tidak, beliau menjawab, "Sebenarnya fokusnya bukan pada rumahnya, tetapi pada orangnya!"
Orang-orang yang ketakutan dan jantungnya berdebar-debar karena takut memberi peluang pada roh-roh jahat untuk beraksi. Tetapi orang-orang yang beriman teguh dan melaksanakan firman Tuhan akan dikuasai oleh Roh Allah. Mana berani roh jahat mengganggu. Kuasa Allah jauh lebih besar daripada kuasa mereka. Kalaupun mereka coba mengganggu mereka akan segera lari bila ditengking dalam nama Tuhan Yesus. Mereka paham benar orang yang hidup di dalam Allah atau tidak.

Aah, kalau begitu marilah kita hdup benar di dalam Tuhan, rajin berdoa dan melaksanakan firman Tuhan, berbuat baik sebanyak-banyaknya. Biarlah Roh Allah yang membangkitkan kasih, kekuatan dan ketertiban senantiasa berkuasa di hati kita. Mengasihi dan dikasihi, kuat dalam menghadapi segala kesulitan, hidup dalam ketertiban dan bukan kekacauan --- tentu kita mengingininya, bukan?



Widya Suwarna
Email: widyasuwarna@yahoo.co.id

Mohon hubungi pembuat serta Pondok Renungan (pondokrenungan@gmail.com),
jika anda ingin menyebarkan karya ini.

Kembali Ke Index

Versi Cetak Versi Cetak   Email Ke Teman Email ke Teman  

Home  |  Renungan  |  Cerita |  Kesaksian  |  Diskusi |  Kontak Kami
                   
© 2000-2014 Pondok Renungan
All Rights Reserved