MEMULAI YANG BARU DI USIA INDAH


Banyak orang menyukai sesuatu yang baru misalnya baju baru, rumah baru, mobil baru dan sebagainya. Bagaimana dengan memulai sesuatu yang baru? Tidak banyak lansia yang ingin memulai sesuatu yang baru di usia indahnya.

Namun Tuhan sendiri selalu memberikan kasih setia yang baru setiap pagi seperti tertulis dalam firmannya: "Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!" (Ratapan 3:22-23).
Kasih setia yang baru dari Tuhan selalu tersedia setiap pagi untuk anak-anak-Nya, tak peduli muda atau tua, miskin atau kaya, pintar atau bodoh.

Di tempat senam saya bercakap-cakap dengan seorang ibu berusia 60-an. Wanita lansia ini tampak bugar dan ceria. Saya mengajaknya ke persekutuan bahasa Inggris setiap hari Sabtu jam 9 pagi. Ia menjawab, "Wah, saya ingin sekali. Tetapi hari Sabtu saya harus ikut kursus lain!"
"Kursus apa?" saya bertanya. Dalam hati saya merasa heran. Lansia masih ikut kursus?
Keheranan saya bertambah ketika ia menjawab, "Kursus saksopon!"
Wow, luar biasa, bukan? Kemudian ia bercerita bahwa tempo hari ia sakit jantung. Jadi dokter menyuruhnya berlatih alat musik tiup. Ia tidak suka bunyi suling yang melengking, jadi ia memutuskan untuk belajar meniup saksopon.
Ia mendaftar di kelas musik dan jadi siswa paling tua, yang lain anak-anak muda. Sekarang sudah setahun lebih ia kursus. Sakit jantungnya sembuh. Ini anugerah Tuhan, katanya. Yang mengherankan adalah ketika ujian semester ia mendapat nilai 84, sedangkan anak-anak muda lainnya mendapat nilai 70-an. Ia menghibur anak-anak muda itu dengan berkata,"Mungkin guru kasihan kepada saya karena saya sudah tua, jadi memberikan nilai bagus!"

Tepapi guru musiknya mengatakan bahwa itu tidak benar. Guru harus adil dalam memberi nilai. Ternyata wanita lansia ini memakai banyak waktu untuk latihan, sedangkan anak-anak muda sibuk dengan berbagai hal lain, jadi jam latihannya sedikit.

"Bersama Tuhan kita bisa memulai sesuatu yang baru, walau kita ini sudah lansia!" kata ibu itu. Dan ia pun menambah kursus musiknya dengan kursus organ, karena ia bercita-cita mengiring ibadah dengan musik organ. Tidak usah di kebaktian hari Minggu, cukup di kebaktian rumah tangga di lingkungan ataupun di persekutuan lansia dan persekutuan wanita.

Memulai sesuatu yang baru pada usia indah bukanlah halangan. Sepanjang kita ingin meninggikan dan memuliakan Tuhan, Tuhan pasti menolong. Hidup menjadi semakin indah bagi orang yang mau belajar sesuatu yang baru dan menikmati apa yang Tuhan berikan dalam usia indah. Bagi kaum lansia, bersinarlah terus sampai kita pindah ke rumah yang kekal bersama Bapa di sorga.



Widya Suwarna
Email: widyasuwarna@yahoo.co.id

Mohon hubungi pembuat serta Pondok Renungan (pondokrenungan@gmail.com),
jika anda ingin menyebarkan karya ini.

Kembali Ke Index

Versi Cetak Versi Cetak   Email Ke Teman Email ke Teman  

Home  |  Renungan  |  Cerita |  Kesaksian  |  Diskusi |  Kontak Kami
                   
© 2000-2014 Pondok Renungan
All Rights Reserved