Sekiranya kau punya iman sebiji sesawi saja. .


Tahun ini (2007), aku harus memasukkan 2 anakku ke sekolah, Elin masuk SMU dan Evert masuk SMP.

Kami memang punya tabungan pendidikan buat anak-anakku bahkan sampai buat mereka amsuk perguruan tinggi, tapi nilai tabungan pendidikan kami tak sebanding dengan biaya yang harus dikeluarkan untuk masuk sekolah sekarang.

Puji Tuhan, bawasanya untuk selama-lamanya Tuhan itu baik.

Elin punya keinginan untuk masuk SMA santa Ursula, tapi ragu sebab test masuknya susah dan katanya mahal sekali. Di SMU Marsudirini Elin masuk tanpa test, tapi tidak terlalu minat untuk masuk. Karena teman-temannya banyak yang test masuk ke St. Yakobus, diapun ikutan. Elin diterma di SMU Yakobus dan keuangan harus diselesaikan dalam 3 hari kerja, kalau tidak dianggap mengundurkan diri, kami sempat bingung, kalau dibayar takut diterima di Ursula uang hilang, kalau tidak dibayar tidak diterima, terus cari sekolah mana lagi. Anehnya besoknya kami terima sms dari St. Ursula yang menyatakan kalau pengumuman sudah bisa dilihat hari ini dan anakku diterima, padahal harusnya pengumuman masih satu minggu lagi. Semua ini bukan karena pinternya anakku, tapi karena Tuhan sedang menunjukkan kemuliaanNYA.

Saat kami tau kalau Elin diterima di St. Ursula, kami senang, gembira, tapi dibalik itu kami deg2an, karena kami takut kalau bayarnya mahal.

Saat kebimbangan mulai merasuk hatiku, Tuhan memelukku dengan lembut sambil membisikan" sekiranya kau punya iman sebiji sesawi saja" Wah. . . . . . berarti sudah tidak ada iman dalam aku, ampuni aku Tuhan, ampuni. . . .

Tuhan baik, " Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya" hal itu juga yang Tuhan perbuat bagi kami. Tuhan mampukan kami hingga Elin bisa masuk St. Ursula

Nah Evert yang masuk SMP, dia non test masuk ke SMP yang sama dengan SDnya yaitu Strada.

Tabungan pendidikan, yang semula kami kira kurang, dan bahkan terbersit mau cari tambahan KTA, Tuhan bikin cukup !!! Ga perlu tambahan KTA, bahkan bukan cuma untuk uang masuk sekolah saja, melainkan sampai ke seragam bahkan buku-buku.

Betapa luar biasanya Tuhan, siapa aku ini dijadikan indah, dijadikan berarti

Terima kasih Tuhan

Segala pujian, ucapan syukur

keluar dari hati ini

sebab hanya itu yang dapat kulakukan

Terima kasih. . . . .

Air mataku menetes

karna rasa syukur yang besar

Rasa syukurku tak terlukiskan

oleh apapun juga



liana tan
Email: liana_0507@yahoo.co.id

Mohon hubungi pembuat serta Pondok Renungan (pondokrenungan@gmail.com),
jika anda ingin menyebarkan karya ini.

Kembali Ke Index Kesaksian

Versi Cetak Versi Cetak   Email Ke Teman Email ke Teman  

Home  |  Renungan  |  Cerita |  Kesaksian  |  Diskusi |  Kontak Kami
                   
© 2000-2014 Pondok Renungan
All Rights Reserved