ARTI ORANG TUA BAGI SAYA


Apakah arti orang tua bagi saya? Bagi saya orang tua sangat berarti, karena dari merekalah saya bisa mengenal Tuhan Yesus sebagai Juruselamat, suatu hal yang terus-menerus saya syukuri.
Mama saya adalah orang yang pertama kali mengajak saya, kakak perempuan saya dan papa saya ke gereja hingga kami diselamatkan dan beribadah dengan setia ke gereja.

Dalam ayat 1 Tesalonika 5:16-18 tertulis: “Bersukacitalah senantiasa. Tetaplah berdoa. Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.”
Itulah yang saya lihat dalam diri mama saya. Mama selalu penuh dengan sukacita, sehingga membuat saya, kakak perempuan saya dan papa saya bersemangat. Mama sering berdoa, pada pagi hari beliau bersama papa sedapat mungkin menghadiri doa pagi di gereja jam 5.00 – 5.30 WIB. Mama selalu mengucap syukur atas apa saja.

Kami sekeluarga hidup dari kebaikan Tuhan. Papa bekerja serabutan, mama menjualkan makanan milik seorang anggota gereja dan mendapat upah dari hasil penjualan itu. Selain itu mama melayani Tuhan dengan cara mengerjakan apa saja yang bisa ia lakukan misalnya membantu di bagian konsumsi, mengunjungi orang sakit, menyambut tamu, mengedarkan tempat persembahan dan sebagainya. Setiap hari kami bersyukur karena Tuhan Yesus selalu mencukupi kebutuhan kami. Kadang-kadang saya berpikir berkat-berkat yang selalu diterima oleh keluarga kami karena mama begitu setia melayani di gereja.

Satu hal lagi yang saya pelajari dari mama adalah pentingnya beribadah pada hari Minggu. Di gereja kami ada tiga kali kebaktian pada hari Minggu, yaitu jam 6.30, 9.30 dan 18,00 WIB.
Pada hari Minggu mama membangunkan kami pagi-pagi supaya kami bisa ikut beribadah pada kebaktian I, yaitu jam 6.30. Setelah itu kami ikut Sekolah Minggu. Di gereja kami ada Sekolah Minggu untuk anak-anak maupun orang dewasa, bahkan untuk para kakek dan nenek. Kemudian kami menghadiri kebaktian II, yaitu jam 9.30.
Setelah kebaktian II, saya, kakak perempuan saya dan papa pulang ke rumah. Tetapi Mama masih berjualan makanan sampai dagangannya habis terjual. Setelah itu barulah Mama pulang ke rumah.

Pada sore hari dengan wajah ceria mama mengajak kami lagi pergi menghadiri kebaktian III. Itulah mama yang selalu ceria seperti iklan deodran di televisi.
Saya selalu berdoa supaya mama dan papa selalu diberikan kesehatan sehingga dapat terus melayani di gereja. Saya juga berdoa secara khusus supaya papa mendapat pekerjaan yang lebih baik. Usia papa saya sudah 60 tahun, secara manusia itu hal yang tidak mungkin, tetapi saya percaya bagi Tuhan tidak ada yang mustahil.
Saya juga berdoa supaya saya dan kakak perempuan saya bisa menyelesaikan sekolah dan bisa membahagiakan orang tua dan kami semua bisa terus melayani Tuhan.

Karya: Natalia Yunita, 14 tahun. Murid Sekolah Minggu kelas Tunas Muda GBI Kalvari.
Diedit oleh: Widya Suwarna



Natalia Yunita
Email: widyasuwarna@yahoo.co.id

Mohon hubungi pembuat serta Pondok Renungan (pondokrenungan@gmail.com),
jika anda ingin menyebarkan karya ini.

Kembali Ke Index Kesaksian

Versi Cetak Versi Cetak   Email Ke Teman Email ke Teman  

Home  |  Renungan  |  Cerita |  Kesaksian  |  Diskusi |  Kontak Kami
                   
© 2000-2014 Pondok Renungan
All Rights Reserved