Aku harus tinggal dekat mata air


Berdiri ku di pematang
Melihat di kejauhan alam nan gersang
Air tidak lagi mengalir di ladang
Tanaman di sekitar menatapku penuh kehausan
Seolah meminta tanpa kata-kata

Mereka berdiri seolah enggan
Makan dan minum tanpa harapan
Karena tidak tahu apakah esok kan datang
Menatap kehidupan ini akan kemana
Yang ada hanya badan yang terpanggang

Apa yang bisa kuberi?
Seandainya aku punya...
Aku hanya bisa mematung
Sebagai ilalang aku sedih...
Merasakan apa yang mereka rasakan
Karena sama dengan yang aku rasakan
Kehausan

Ada suatu suara menggema dalam diriku
Kapankah aku tidak akan merasa haus lagi?
Setelah hujankah?
Hujan pun hanya sebentar
Panas terik kan mengeringkanku kembali
Aku berpikir...
Mungkin benar kata orang
Aku harus tinggal dekat mata air



Caecilia
Email: do_the_best@lycos.com

Mohon hubungi pembuat serta Pondok Renungan (pondokrenungan@gmail.com),
jika anda ingin menyebarkan karya ini.

Kembali Ke Index Puisi

Versi Cetak Versi Cetak   Email Ke Teman Email ke Teman  

Home  |  Renungan  |  Cerita |  Kesaksian  |  Diskusi |  Kontak Kami
                   
© 2000-2014 Pondok Renungan
All Rights Reserved