Paus mengingatkan umat Katolik untuk perlunya membuat Pengakuan Dosa


EROPA/VATIKAN

Paus mengingatkan umat Katolik untuk perlunya membuat Pengakuan Dosa.

Vatikan, 14 Maret
Umat Katolik harus ingat bahwa mereka tidak boleh menerima Komuni apabila mereka telah melakukan dosa serius dan belum membuat Pengakuan Dosa, kata Paus Yohanes Paulus II.

Dalam tahun dimana Gereja mendedikasikan kepada Ekaristi, adalah sangat penting untuk mengingatkan umat pentingnya untuk membuat Pengakuan Dosa, kata Paus dalam sebuah pesan yang dikirim dari Poliklinik Gemelli.

Pesan Paus, yang dikeluarkan oleh Vatikan tanggal 12 Maret, ditujukan kepada para rohaniwan katolik yang mengambil kursus di Badan Pengampunan Apostolik, sebuah lembaga Vatikan yang mengurus masalah-masalah yang berkaitan dengan Pengakuan Dosa dan aspek moral.
"Hanya umat yang memiliki kesadaran moral yang tulus untuk tidak melakukan dosa abadi yang dapat menerima tubuh Kristus," kata Paus dalam pesannya.
Doa-doa Misa menggarisbawahi perlunya "kemurnian dan pengakuan", katanya, menghormati ritual penitensi awal, tanda perdamaian dan doa secepatnya sebelum penerimaan Ekaristi.

Paus mengatakan bacaan Injil tentang masa puasa "membantu kita untuk mengerti lebih baik nilai dari pelayanan pastoral unik ini."
"Mereka menunjukkan bahwa Juru Selamat sementara merubah wanita Samaria, menjadi sumber kebahagiaan baginya; Ia menyembuhkan orang yang buta sejak lahir, menjadi sumber cahaya baginya; Ia membangkitkan Lazarus dari antara orang mati dan menunjukkan betapa hidup dan kebangkitan mengalahkan kematian, konsekuensi atas dosa," Paus menulis.
"Pandangan pengampunanNya, FirmanNya dan keputusanNya tentang Kasih memberikan sinar kesadaran moral kepada mereka yang Ia temui, membawa pembaharuan akan pengakuan dan kualitas mereka," kata Paus Yohanes Paulus.

Paus mengatakan bahwa dalam sebuah masa ketika umat kelihatannya melupakan Tuhan dan mengabaikan kenyataan dosa, para rohaniwan dan pendidik religius harus bekerja bahkan lebih keras untuk membantu umat mengerti bahwa Kristus memanggil mereka kepada pengakuan dosa,"yang melibatkan pengakuan yang sadar atas dosa-dosa mereka dan permohonan akan pengampunan dan keselamatan."

Paus juga mengatakan bahwa umat tidak akan mendekati mereka kecuali mereka mencontoh Kristus dalam hidup dan tingkah laku mereka,"pengajar dan pastor, penyembuh jiwa-jiwa dan tubuh-tubuh, pembimbing spiritual dan penilai kejujuran dan pengampunan."


(Sumber: Catholic News Service, 14 Maret)



Shirley Hadisandjaja
Email: sicilia_shirley@yahoo.com

Mohon hubungi pembuat serta Pondok Renungan (pondokrenungan@gmail.com),
jika anda ingin menyebarkan karya ini.

Kembali Ke Index Puisi

Versi Cetak Versi Cetak   Email Ke Teman Email ke Teman  

Home  |  Renungan  |  Cerita |  Kesaksian  |  Diskusi |  Kontak Kami
                   
© 2000-2014 Pondok Renungan
All Rights Reserved