Masa Advent, sebuah Masa untuk Mengharapkan Pembaharuan, kata Paus


EROPA/VATIKAN


Menyebut "Gaudium Et Spes" dalam Percakapan Angelus

Setelah memulai masa liturgi Advent, Benediktus XVI mengundang umat Kristiani untuk membaharui kepercayaan diri mereka dalam kemungkinan membangun sebuah dunia yang lebih baik.

Berbicara dari jendela kamar kerjanya pada hari Minggu Advent pertama, Paus meminta pembangunan dari sebuah "bumi baru", sebuah permintaan yang diluncurkan 40 tahun yang silam oleh Konsili Vatikan Kedua.

Advent adalah sebuah "masa evokatif yang ekstrim dari pandangan keagamaan, karena dipenuhi dengan harapan dan penantian rohani," kata Paus sebelum berdoa Angelus siang hari dengan kerumunan orang di Lapangan Santo Petrus.

"Setiap saat komunitas Kristiani menyiapkan untuk mengingat kelahiran dari Sang Penebus, terasa sebuah getaran kegembiraan, yang dikomunikasikan, dalam sebuah ukuran yang pasti, kepada segala lapisan masyarakat," tambahnya.

Uskup kota Roma itu didengarkan oleh ribuan orang yang menantang hujan yang jatuh tiba-tiba saat memasuki lapangan, di mana bahan-bahan kayu sudah tersedia untuk pembuatan dekorasi Nativitas (Natal).

Depan dan Belakang

"Dalam masa Advent," kata Benediktus XVI, "populasi Kristiani menghidupkan kembali sebuah gerakan rohani ganda: Di satu pihak, meningkatkan pandangannya kepada tujuan akhir dari perziarahannya dalam sejarah, yaitu kedatangan kembali Tuhan Yesus dengan
mulia; di lain pihak mengingat kembali kelahiranNya di Bethlehem dengan emosi, membungkukkan badan di hadapan palungan."

"Harapan dari umat Kristiani ditujukan kepada masa depan, namun selalu tetap berakar di masa lalu," jelas sang Paus.

Untuk alasan ini, Benediktus XVI menambahkan, dalam masa liturgi mempersiapkan Natal ini, "Umat Kristiani harus membangkitkan dalam hati mereka harapan untuk mampu, dengan bantuan Tuhan, membaharui dunia."

Pada malam memperingati penutupan perayaan ke 40 Vatikan II, Paus berkomentar tentang konstitusi pastoral "Gaudium et Spes" tentang Gereja di dunia modern, yang menyatakan bahwa pengharapan Surgawi tidak boleh mengabaikan komitmen untuk mengubah
bumi.

Saat meninggalkan kerumunan, Bapa Suci mengatakan ia mengharapkan masa Advent akan menjadi "sebuah kesempatan istimewa untuk menemukan kembali doa keluarga, untuk memimpin kaum muda kepada Tuhan."


(Sumber: Zenit, 27 Nopember 2005)



Shirley Hadisandjaja
Email: sicilia_shirley@yahoo.com

Mohon hubungi pembuat serta Pondok Renungan (pondokrenungan@gmail.com),
jika anda ingin menyebarkan karya ini.

Kembali Ke Index Puisi

Versi Cetak Versi Cetak   Email Ke Teman Email ke Teman  

Home  |  Renungan  |  Cerita |  Kesaksian  |  Diskusi |  Kontak Kami
                   
© 2000-2014 Pondok Renungan
All Rights Reserved