Berdirilah teguh, jangan goyah


Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah (I Kor 15:58)

Seringkali dalam perjalanan hidup kita, banyak hal yang dapat membuat langkah kita goyah, misalnya masalah yang datang bertubi-tubi, penyakit yang tak kunjung sembuh, hutang yang tak kunjung habis, dsb. Di saat-saat terberat dalam hidup kita, tampak di hadapan kita dua jalan yang berbeda, jalan yang pertama adalah jalan yang ditetapkan oleh Tuhan dan yang kedua adalah jalan yang direncanakan oleh pemikiran manusia. Sementara pada saat seperti itulah kita harus memilih jalan mana yang harus kita tempuh.

Sesungguhnya Tuhan menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepadaNya, dan rancanganNya adalah rancangan damai sejahtera dan segala jalanNya adalah sempurna. Oleh sebab itu biarlah kita tetap teguh berdiri dijalanNya dan tidak goyah, jangan bimbang saudara, Tuhan tidak akan membiarkan kita, Tuhan tidak akan meninggalkan kita, hanya tetaplah teguh berdiri dijalanNya !

Ada suatu keadaan dimana Daud mengalami suatu tekanan yang cukup hebat. Ketika kota tempat dimana dia dan rakyatnya bermukim, diserang, dijarah, serta istri dan anak-anak mereka ditawan, sementara kota itu ditinggalkan dalam keadaan terbakar. Bahkan saat itu rakyat hendak melontari dia dengan batu karena pedih hati mereka, dan Daud merasa sangat terjepit. ( I Samuel 30 )
Tetapi apa yang dilakukan Daud, dia bertanya kepada TUHAN tentang apa yang harus dilakukannya. Dan TUHAN berkata kepada Daud bahwa dia akan dapat membebaskan para tawanan. Kemudian Daud dan pasukannya maju untuk merebut kembali apa yang telah diambil oleh orang Amalek.
Pada akhirnya Daud berhasil merebut kembali apa yang sudah hilang dari kota dimana dia dan rakyatnya tinggal, bahkan dia juga menyelamatkan seorang pemuda Mesir yang sudah payah dan mengajarkan pasukannya tentang apa yang benar dalam pembagian jarahan.

Didalam hidup kita, kadangkala TUHAN ijinkan sesuatu hal yang kita anggap buruk menimpa kita. Sepertinya segala yang menjadi kepunyaan kita lenyap dan hilang begitu saja, tekanan dari orang-orang disekeliling kita membuat kita menjadi begitu depresi. Kita ada dalam keadaan yang rasanya sangat sesak. Kita tidak mengerti apa yang harus kita lakukan lagi, segala upaya dan usaha kelihatannya sudah sia-sia. Namun justru disaat seperti itulah saat dimana kita menguatkan kepercayaan kita kepada TUHAN.
Tidak peduli seberapa berat yang kita hadapi, sesungguhnya TUHAN punya rencana di dalam setiap keadaan yang kita hadapi. Oleh sebab itu jangan kita takut dan gentar, tetapi biarlah kita senantiasa menguatkan kepercayaan kita kepada TUHAN.
Didalam ayat-ayat berikutnya kita melihat bagaimana dan apa yang dihadapi oleh Daud. Dan kita dapat melihat bahwa dalam keadaan seperti apapun dia tetap berusaha untuk melakukan segala sesuatu sesuai dengan kehendak TUHAN, seperti halnya ketika dia dan pasukannya pulang dengan membawa banyak jarahan, beberapa orang berkata kepada Daud supaya jangan membagikan hasil jarahan kepada pasukan yang tidak ikut berperang tetapi hanya menjaga barang-barang, namun Daud menjawab bahwa setiap orang menerima bagian yang sama, baik yang pergi berperang ataupun yang menjaga barang-barang.

Demikian juga dengan kita, hendaknya kita dalam segala perkara selalu bertanya dan mencari kehendak TUHAN terlebih dulu, entah itu dalam keadaan suka ataupun duka, supaya segenap hidup kita berkenan kepadaNya.
Kuatkanlah kepercayaanmu kepada TUHAN dan hiduplah menurut segala ketetapanNya.



Andreas
Email: andreas@yahoo.com

Mohon hubungi pembuat serta Pondok Renungan (pondokrenungan@gmail.com),
jika anda ingin menyebarkan karya ini.

Kembali Ke Index Renungan

Versi Cetak Versi Cetak   Email Ke Teman Email ke Teman  

Home  |  Renungan  |  Cerita |  Kesaksian  |  Diskusi |  Kontak Kami
                   
© 2000-2014 Pondok Renungan
All Rights Reserved