DI MANA AKU MENEMUKAN TUHAN?


Harian KOMPAS Minggu tanggal 12 Agustus 2007 menampilkan sosok Muhammad Yunus, penerima Nobel Perdamaian 2006, pendiri Grameen Bank atau Bank Desa. KOMPAS menyebutnya orang besar, karena Muhammad Yunus berani membongkar keangkuhan di dalam dirinya dan bersedia belajar dari orang miskin. Perjalanannya untuk membuktikan bahwa orang miskin bukan beban adalah perjuangan yang heroik. Ia membongkar seluruh arogansi yang menempelkan stigma, mendiskriminasi, dan mengintimidasi orang miskin.

Ketika membaca artikel di "Ungkapan Hati Ibu Teresa, Edisi Kenangan Khusus 1910-1997", dan ternyata saya menemukan bahwa mereka berdua, baik Muhammad Yunus maupun Ibu Teresa, memiliki pendapat yang sama tentang orang miskin, yaitu bahwa orang-orang miskin adalah orang-orang berharga yang patut dipedulikan. Dengan konsep itu, maka Muhammad Yunus melayani mereka melalui program Grameen Bank yang merupakan bisnis wirausaha sosial berdasarkan kesadaran sosial sehingga kehidupan bisa diarahkan ke taraf perdamaian, kesetaraan, keadilan serta kreativitas yang lebih tinggi. Sedangkan Ibu Teresa, penerima Nobel Perdamaian 1979, melayani orang-orang miskin melalui "Missionaris Caritas" ( Misionaris Cinta Kasih ), atau dengan kata lain, menjadi duta cinta kasih Allah kepada kaum pinggiran, yang terus menerus menyediakan diri menolong orang-orang miskin, baik yang miskin secara material maupun spiritual.

Mungkin kita pernah bertanya,"Di manakah kutemukan Tuhan?" Melalui Matius 25:31-46 Tuhan Yesus menyampaikan jawaban-Nya dengan lugas. Perikop ini, yang berisi wejangan eskatologis( nasihat untuk mempersiapkan diri menjelang hari akhir), sekaligus berbicara tentang 'reward' dan 'warning', yang digambarkan dangan memisahkan domba dari kambing. Manusia yang diibaratkan domba dihargai karena memperlakukan sesamanya dengan penuh kasih, tanpa tebang pilih. Sedangkan kambing diberi hukuman walaupun sang kambing merasa sudah melakukan banyak kegiatan kemanusiaan dalam skala besar. Sang kambing tidak sadar bahwa justru dia lalai melakukan perbuatan baik untuk orang-orang yang sering dianggap hina yang membutuhkan pertolongannya. Selanjutnya Tuhan Yesus bersabda, "Segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah seorang dari yang paling hina ini, kamu tidak melakukannya juga untuk Aku..."

Puisi "Masmur Mawar" ( judul sesuai aslinya, kata Masmur tidak dieja dengan Mazmur ) karya W.S. Rendra di bawah ini mungkin bisa memberikan insiprasi kepada kita juga, mengingat bahwa sang pengarang memang senantiasa berpihak kepada wong cilik :

Kita muliakan nama Tuhan
kita muliakan dengan segenap mawar
kita muliakan Tuhan yang manis, indah, dan penuh kasih sayang
Tuhan adalah serdadu yang tertembak
Tuhan berjalan di sepanjang jalan yang becek
sebagai orang miskin yang tua dan bijaksana
dengan baju compang-camping
membelai kepala kanak-kanak yang lapar
dan sekarang saya lihat
Tuhan sebagai orang tua renta
tidur melengkung di trotoir
batuk-batuk karena malam yang dingin
dan tangannya menekan perutnya yang lapar
Tuhan telah terserang lapar, batuk dan selesma,
menangis di tepi jalan.
wahai, Ia adalah teman kita yang akrab!
Ia adalah teman kita semua: para musuh politisi,
para perampok, pembunuh, penjudi,
pelacur, penganggur dan peminta-minta.
marilah kita datang kepada-Nya
kita tolong teman kita yang tua dan baik hati.

Akhirnya, mari menyimak tulisan Henri J.M. Nouwen dalam bukunya "Berjalan Bersama Yesus" : "Jangan takut untuk melihat, untuk menyentuh, untuk menyembuhkan, untuk menyenangkan, dan untuk menghibur. Sebab Kristus telah melihat luka hatimu, memelukmu, menyembuhkanmu, menyenangkan hatimu dan menghiburmu. Sebab Kristus telah mengasihimu dengan cinta yang tak mengenal batas"

***



sisilia lilies
Email: sisilia_lie2001@yahoo.com

Mohon hubungi pembuat serta Pondok Renungan (pondokrenungan@gmail.com),
jika anda ingin menyebarkan karya ini.

Kembali Ke Index Renungan

Versi Cetak Versi Cetak   Email Ke Teman Email ke Teman  

Home  |  Renungan  |  Cerita |  Kesaksian  |  Diskusi |  Kontak Kami
                   
© 2000-2014 Pondok Renungan
All Rights Reserved