MELAYANI LEBIH SUNGGUH


"MELAYANI LEBIH SUNGGUH"
Yohanes 12 : 1 - 8

Kita pasti mengenal dengan baik nyanyian Jemaat berjudul 'Melayani Lebih Sungguh'. Sayang sekali saya tidak tahu nama pencipta lagu tersebut. Dalam Buku Kumpulan Lagu Pujian dan Penyembahan 'GLORI 1' hanya dicantumkan keterangan 'Maluku Folk-song'. Yang pasti, walaupun lirik lagu tersebut sederhana, namun sarat makna. Kita diingatkan agar tidak sekedar melayani, melainkan harus melayani dengan sungguh-sungguh. Artinya adalah, kita bukan melayani dari sisa-sisa pikiran, sisa-sisa tenaga, sisa-sisa waktu ataupun sisa-sisa uang. Kita diminta melayani dengan kasih yang sungguh dan penuh, dengan memberikan yang terbaik yang ada pada kita. Sesuai dengan teladan Tuhan Yesus yang rela memberikan nyawa-Nya sebagai ungkapan kasih-Nya kepada kita , sekaligus sebagai perwujudan ketaatan-Nya kepada perintah Bapa-Nya di Surga.

Maria dari Betania juga ingin menunjukkan kasih-Nya kepada Yesus. Setelah bergaul lama dengan Tuhan Yesus, menyimak dengan seksama ajaran-ajaran-Nya, Maria menyadari bahwa Yesus benar-benar Anak Allah yang sangat mengasihi dunia ini. Yesus adalah Mesias. Berarti Yesus layak dimuliakan. Maka, Maria melakukan suatu tindakan yang sangat indah. Dibelinya setengah kati minyak narwastu murni seharga tiga ratus dinar yang setara dengan upah pekerja kebun anggur selama hampir satu tahun. Dengan penuh cinta dan hormat, Maria meminyaki kaki Yesus dan kemudian menyekanya dengan rambutnya yang panjang terurai. Sungguh sebuah tindakan yang sarat oleh kasih dan penyerahan diri. Biasanya yang diurapi adalah kaki. Biasanya minyak yang meleleh turun diseka dengan kain. Namun Maria melakukan lebih dari yang biasa diperbuat berdasarkan adat kebiasaan. Bagi Maria, Yesus pantas mendapatkan yang termulia dan yang paling berharga. Maria tidak menghitung-hitung uang dinar yang harus dikeluarkan. Maria tidak mempedulikan adat Yahudi yang melarang wanita mengurai rambutnya di hadapan seorang pria. Hati dan pikiran Maria sepenuhnya hanya tertuju pada Sang Junjungan yang memang layak disembah dan dimuliakan. Sehingga Maria memberikan yang maksimal, bukan cuma yang mahal. Mempersembahkan yang berharga, bukan ala kadarnya. Di hadapan Tuhan Yesus, Maria menunjukkan ibadahnya dengan rela bersujud dan bersungkur, seraya melakukan tindakan kasih yang tulus dan penuh syukur.

Mari belajar dari Maria. Mari menyelidiki hati kita. Apakah kita sudah melayani Tuhan dengan sungguh-sungguh? Apakah kita sudah mengasihi Tuhan dengan penuh?
*** ( sisilia lilies - kota wisata )



sisilia lilies
Email: sisilia_lie2001@yahoo.com

Mohon hubungi pembuat serta Pondok Renungan (pondokrenungan@gmail.com),
jika anda ingin menyebarkan karya ini.

Kembali Ke Index Renungan

Versi Cetak Versi Cetak   Email Ke Teman Email ke Teman  

Home  |  Renungan  |  Cerita |  Kesaksian  |  Diskusi |  Kontak Kami
                   
© 2000-2014 Pondok Renungan
All Rights Reserved