Carilah Yesus maka kamu akan Hidup


Carilah Yesus maka kamu akan Hidup

Amos 5:4 Sebab beginilah firman TUHAN kepada kaum Israel: "Carilah Aku, maka kamu akan hidup!
5 Janganlah kamu mencari Betel, janganlah pergi ke Gilgal dan janganlah menyeberang ke Bersyeba, sebab Gilgal pasti masuk ke dalam pembuangan dan Betel akan lenyap."
6 Carilah TUHAN, maka kamu akan hidup, supaya jangan Ia memasuki keturunan Yusuf bagaikan api, yang memakannya habis dengan tidak ada yang memadamkan bagi Betel.

Selamat kalau Anda sudah menghadapi hari ini dan menang! Selamat juga kalau Anda masih tegak berdiri di malam hari setelah menyelesaikan sepanjang hari yang panas atau penuh gejolak.
Dan sekarang, dari manakah sumber energi kita untuk hidup, berdiri dan menang di hari esok?
Mungkin sumber daya di hari-hari kemarin, pengalaman hidup di waktu yang sudah dilalui, kekayaan yang ada, dukungan teman dan keluarga, atau pencapaian dan keberhasilan minggu-minggu ini. Itulah modal saya!

Tetapi firman Tuhan hari ini, dari Amos 5:4-6 mengingatkan bahwa ada hari-hari suram dan ada hari-hari baik. Hal suram adalah berupa penghukuman, tetapi hal baik adalah jalan keluar dan kelepasan dari penghukuman untuk menjadi lebih baik!

Sebab beginilah firman TUHAN kepada kaum Israel: "Carilah Aku, maka kamu akan hidup!
Israel, pada jaman nabi Amos hidup dan dipakai Tuhan melayani berbicara sebagai nabi, adalah kerajaan Israel yang sudah terpecah dua, wilayah utara dan selatan. Kerajaan selatan, yaitu Yehuda, terdiri dari 2 suku. Kerajaan utara, tetap bernama kerajaan Israel, dengan 10 suku.

Ada peringatan yang Tuhan sampaikan kepada Israel dan masih berbunyi menjadi seruan pada jaman kita hidup adalah: "Carilah Aku, maka kamu akan hidup!
Ada tiga kata penting, Carilah, Aku dan Hidup.
Carilah berarti itu pilihan Anda. Anda bebas memilih cara dan jalan, anda bebas memilih siapa yang anda temui. Cara dan jalan itu menentukan hasil dari-hari yang kita jalani. jalan itu akan memberikan kita tujuan, dan kalau terus ditelusuri akan memimpin ke satu perhentian. Dan jalan itu akan memimpin kita entah kemana, entah sampai dimana,
Siapa yang Anda temui, akan menjadi kawan, penasehat, sekaligus sumber daya dari kekuatan Anda. Ada banyak sekali jenis ‘siapa’ yang bisa kita temui.
Mulai dari ‘siapa’ itu pengetahuan, pengalaman, ketrampilan kita,
‘siapa’ itu berupa kekayaan, modal, pekerjaan kita hari ini, atau
‘siapa’ itu adalah orang istimewa, barangkali juga dalam bentuk konvensional, seperti dukun, jimat, roh-roh, dewa-dewa, kepercayaan atau apapun bentuk yang lebih berkuasa di atas kita.

Aku itu pasti menunjuk kepada satu pribadi, Tuhan Yesus. Mengapa harus Tuhan Yesus? Bukanlah kita harus mengembang diri dan telenta, juga memanfaatkan segenap sumber daya dan dukungan untuk berhasil? Ya, tetapi mari kita lihat lebih jauh maksud bagian ini bagi kita.

Hidup menurut saya dari bagian firman di atas adalah berarti dilepaskan dari penghukuman. Sebab pengkukuman itu di dalamnya ada kutuk, penderitaan, kesengsaraan dan kematian. Jadi memperoleh hidup berarti kelepasan dari semua hal di atas.
Dan ‘hidup’ ini didapatkan sebagai hasil dari tindakan mencari.

Jika Israel dihukum maka itu adalah karena kesalahan mereka sendiri, tetapi Allah tetap akan memberikan pengampunan jika mereka bertobat dan mencari Allah.

Jadi dari satu baris firman ini, Tuhan mengingatkan, carilah Tuhan Yesus, maka kamu akan hidup, akan mengalami kelepasan dari hukuman!
Hentikan pemberontakanmu melawan Tuhan, kembalilah kepada Tuhan dengan segenap hati, dan meskipun maut sudah menanti kamu akan diselamatkan dan hidup.
Keadaan yang menyedihkan sekarang ini bukannya tidak ada lagi pertolongan, ada pertolongan! Ada jalan keluar! Carilah Tuhan Yesus, bukan yang lain, mengapa? Bukankah saya sudah tahu, memang harus mencari Yesus. Ya, tapi perhatikan baris peringatan ayat berikutnya:

5 Janganlah kamu mencari Betel, janganlah pergi ke Gilgal dan janganlah menyeberang ke Bersyeba,…

Ada hubungan apa ketiga tempat ini dengan mencari Yesus?
Mari kita lihat arti dan makna dari ketiga nama tempat istimewa ini

Bethel artinya Rumah Tuhan. Bethel adalah sebuah tempat yang memiliki peristiwa-peristiwa penting. Di Bethel inilah Yakub, dari perjalanan dari Beersheba ke Haran, mendapat penglihatan malaikat turun naik dalam tangga ke surga. Dan untuk kedua kalinya dia mendengar Allah berbicara kepadanya. Dan Yakub, yang kemudian menjadi Israel, membangun altar di tempat ini.

Gilgal, artinya bergelombang atau berombak, atau menggelinding.
Gilgal adalah tempat perkemahan pertama bangsa Israel, ketika masuk ke tanah perjanjian dipimpin Yosua.
Gilgal adalah tempat dimana Abraham pertama kali mendirikan mezbah.
Tempat Samuel mempersembahkan korban di hadapan tabut Allah, ketika tabut tidak berada Shiloh,
Dan Gilgal, disinilah umat Israel menyatakan kesetiaan kepada Saul raja yang diijinkan Tuhan karena mereka memintanya..

Bersyeba atau Beer-sheba- adalah sumur sumpah atau sumur ke tujuh, yang kemudian disebut sumur kelimpahan. Yaitu sumur yang digali bapak Abraham, yang kemudian digali lagi oleh Ishak, dan menjadi tempat favorit bagi bapak leluhur Israel ini.
Dan disanalah Abraham menyebut nama ALLAH dengan Allah Yang Kekal.
Disini juga kisah Allah menampakkan diri kepada Ishak dan kemudian Ishak mendirikan mezbah.
Disini juga Yakub mendirikan mezbah untuk Tuhan, dan kemudian mendapat pewahyuan bahwa Tuhan menyertai dia [sampai ke Mesir].

Ketiga tempat itu adalah tempat bersejarah dari cikal bakal Israel kemudian. Tempat yang memiliki peristiwa religious, tempat istimewa karena tidak ada duanya di dunia ini.. ketiga tempat ini memiliki peristiwa yang unik dan megah. Yang merupakan penyataan kehadiran Allah, tempat peneguhan, tempat pertolongan, dan tempat janji yang maha tinggi diberikan.
Tanpa kisah Bethel dan Gilgal maka kisah bangsa Israel sekarang akan lain dan berbeda.

Tetapi apa yang terjadi dengan tempat-tempat istimewa ini? Barisan firman berikutnya menegaskan…

…sebab Gilgal pasti masuk ke dalam pembuangan dan Betel akan lenyap."
Tetapi tempat-tempat istimewa ini kemudian menjadi pusat penyembahan berhala.
Benar, Bethel kemudian akan menjadi Bet-aven, yang artinya
rumah ketidak benaran,
rumah kesia-siaan
rumah ketidaksusilaan
Bethel akan lenyap artinya tidak ada artinya apa-apa, tidak terjadi apa-apa disana.
Karena Bethel kemudian menjadi tempat pemujaan anak lembu dan pahatan berhala. Pusat berhala yang kuat.
Rumah Tuhan menjadi rrumah kesia-siaan, perbuatan-perbuatan yang tidak benar terjadi di sana.
Juga Gilgal, seperti namanya, maka Gilgal segera menggelinding pergi selamanya
Bersheba dalam jaman Amos hidup, menjadi tempat berhala, bukan lagi menjadi tempat berkat mengalir.

masalah yang terjadi dengan Beersheba adalah orang Israel membayangkan bahwa kehadiran Allah di masa lalu adalah jaminan kehadiran-Nya di masa sekarang. Kedua tempat itu adalah tempat dimana Allah pernah bekerja di masa lalu. Tentu saja waktu itu adalah tempat yang spesial. Dan kalau akhirnya tempat itu dikuduskan adalah wajar, tetapi jika di jaman berikutnya, tempat masih dikuduskan sebagi jaminan tempat dimana Allah pasti menyatakan kehadiran-Nya lagi, itu kesalahan.

Justru sekarang Allah tampil bagi Bethel, Gilgal dan Bersheba tapi mengumumkan penghukuman. Meskipun penghukuman belum terjadi- tetapi akan terjadi.

Pelajarannya adalah:
 Pertama, Seruan hari ini adalah seruan bertobat. Ubahlah hati yang memberontak, menjadi hati yang taat. Bahwa kasih karunia Allah itu melimpah, ya dan amin. Tetapi penghukuman dari Allah itu ada, dan memang ada. Penghukuman adalah juga sebagai tanda bahwa ada batas kesabaran Allah.
Kita memutuskan, dan setiap kali memutuskan untuk diri kita sendiri, tentang memilih hidup atau penghukuman.

 Kedua, Ada banyak pilihan sumber kekuatan kita tetapi Allah adalah sumberdaya kita.
Bethel, Gilgal dan Bersyeba adalah juga seperti pengalaman rohani dan pekerjaan Tuhan dimasa lalu kita. Dulu aku ditolong Tuhan. Dulu hampir semua doaku selalu dijawab Tuhan. Dulu Aku erat bersekutu dengan Tuhan. Dulu aku diurapi Tuhan. Bahkan mungkin sebulan yang lalu hadirat Tuhan nyata dalam hidup saya.
Benar, di Bethel, Gilgal dan Bersyeba adalah bukti bahwa Allah itu sumber hidup. Tetapi bukan jaminan bahwa akan terjadi lagi seperti itu di tempat itu. Bukan berarti dengan otomatis pemeliharaan-Nya akan bekerja, tangan-Nya akan menolong. Kecuali kata firman Tuhan: kita tetap mencari-Nya.
"Carilah Aku, maka kamu akan hidup! Janganlah kamu mencari Betel, janganlah pergi ke Gilgal dan janganlah menyeberang ke Bersyeba,
Bayangkan jika rumah Anda adalah rumah yang berbahagia karena mendapat bonus dari Negara yaitu diberi arus listrik dengan daya besar dan gratis seumur hidup. Tetapi tidak otomatis lampu dan TV Anda menyala dengan sendirinya setiap hari jika tidak setiap hari Anda menyambungkan ke sumber arus listrik. "Carilah Aku, maka kamu akan hidup!

 Ketiga, Carilah Allah, bukan rumah Allah.
Semua tempat yang istimewa dan ternama ada karena Tuhan menyatakan kemuliaan-Nya. Ketika kemuliaan Tuhan sudah meninggalkannya maka itu menjadi tempat sejarah. Bethel, Gilgal dan Bersyeba adalah contohnya.
Demikian juga pada jaman sekarang ini, masih ada kecenderungan orang berpikir bahwa ketika hadir dalam ibadah itu satu kewajiban rohani yang memberikan kontribusi dalam keselamatan, berkat, dan mujizat.
Hadirat Tuhan lah yang memberikan dampak dan nilai plus dari ibadah, tempat ibadah, persekutuan. Tetapi kesalahan terjadi ketika satu tempat dianggap memberikan dampak dari tempat yang lain. Dan supaya lebih mantap tempat itu atau gereja diberi nama Rumah Tuhan. Rumah yang dianggap dimana Tuhan lebih bekerja dari di supermarket atau rumahnya sendiri. Jelas ini tipuan iblis… Tentu saja ini merendahkan darah Kristus di atas kayu salib. Karena Allah pati sanggup bekerja dimana saja bila Ia berkenan. Tetapi iblis mengambil kesempatan dan dengan mudah menipu bahwa hanya disinilah, atau disitulah tempat ibadah yang istimewa dan mistis, hanya karena satu peristiwa istimewa di masa lalu.

 Keempat, Sumber berkat adalah Allah, bukan tempat kehadiran Allah.
Ada orang berkata saya beribadah di tempat ini karena disini berkat melimpah.
Saya beribadah di gereja ini karena mujizat sering terjadi.
Saya beribadah di tempat ini karena pengajarannya dalam dan mengubah hidup.
Saya tahu ungkapan ini benar ada, tetapi saya belum tahu dasar firman Allah membenarkan ini. Yang saya tahu pasti adalah sumber berkat itu adalah Allah, bukan tempat memuja Allah.
Yohanes 4:24 Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran."
Jadi "Carilah Aku, maka kamu akan hidup!

Betapa senangnya kita pelayan Tuhan bila pelayanan berhasil dan banyak terjadi mujizat dan pemulihan jiwa. Tetapi juga terbuka peluang iblis mengalihkan orang dari mencari Yesus kepada mencari hamba Tuhan luar biasa. Mengalihan dari memandang Yesus, ganti memandang megahnya ibadah dan berhasilnya satu program gereja.
Janganlah kamu mencari Betel, janganlah pergi ke Gilgal dan janganlah menyeberang ke Bersyeba, sebab Gilgal pasti masuk ke dalam pembuangan dan Betel akan lenyap."

Jadi, letakkan pengharapanmu kepada Allah, dan Carilah Yesus, maka kamu akan hidup!,

Oleh heppy

Setiap menggunakan renungan ini untuk dicetak selalu sertakan:
sumber: heppy dari http://renunganheppy.blogspot.com/
setiap donasi mendukung pelayanan ini ke
rek. mandiri 109-00-1083021-4 a.n. heppy widjayanto
rek. BCA 3264101633 a.n. Ernawati



heppy widjyanto
Email: yefta.heppy@gmail.com

Mohon hubungi pembuat serta Pondok Renungan (pondokrenungan@gmail.com),
jika anda ingin menyebarkan karya ini.

Kembali Ke Index Renungan

Versi Cetak Versi Cetak   Email Ke Teman Email ke Teman  

Home  |  Renungan  |  Cerita |  Kesaksian  |  Diskusi |  Kontak Kami
                   
© 2000-2014 Pondok Renungan
All Rights Reserved