Arnold Janssen


(Pendiri Serikat Sabda Allah–SVD, SSpS, dan SSpS Adorasi Abadi)
Digelarkan kudus tanggal 5 Oktober 2003 =======================================

Arnoldus Janssen dilahirkan pada 5 November 1837 di Goch, dataran rendah sungai Rhein. Ayahnya bernama Gerhard Janssen dan ibunya Anna Katharina Wellesen. Allah mengaruniakan pasangan itu sebelas anak, tiga diantaranya meninggal dalam usia kanak-kanak. Dari tujuh anak bersaudara bersama dengan Arnoldus, lima saudara dan dua saudari, yang menikah adalah saudarinya tertua yakni Margaretha dan saudara-saudaranya Gerhard, Peter dan Theodor. Hanya Peter tidak mempunyai anak. Seorang saudaranya yang lain, Wilhelm, menjadi bruder dalam ordo Kapusin dengan nama Juniperus. Saudaranya yang bungsu, bernama Yohanes, lahir pada 15.10.1853, enam belas tahun lebih muda dari Arnoldus.

Dia disuruh Arnoldus supaya belajar. Sebagai diakon dia bergabung dengan Arnoldus ketika dia baru saja mendirikan Rumah Misi. Kemudian Yohanes menjadi imam dan menjadi seorang pembantu yang sangat penting bagi Arnoldus, tapi sudah meninggal pada 1898 dalam usia 44 tahun. Sesudah tiga tahun di sekolah rakyat (1844-1847) dan sesudah satu tahun persiapan pada sebuah sekolah rektorat kecil yang baru saja dibuka di Goch, Arnoldus diterima pada gymnasium keuskupan di Gaesdonck pada perbatasan Belanda dekat Goch.
Sebagai siswa ekstern dia menamatkan SMA di Münster pada 1855. Meskipun dia sudah berpikir untuk menjadi imam, - waktu itu umurnya 18 tahun - dia lalu belajar, mengikuti keinginannya, mula-mula matematika dan pengetahuan alam di Münster (1855-1857) dan di Bonn (1857-1859) lalu dia dapat menyelesaikan pelajaran-pelajaran ini dengan memperoleh wewenang mengajar untuk semua vak pada gymnasium.

Dalam musim panas 1859 dia mulai dengan studi teologi, yang dilanjutkannya di Münster dalam musim gugur 1859. Pada tanggal 15 Agustus 1861 dia menerima tahbisan imam dalam Katedral di Münster. Sesuai dengan latar belakang pendidikannya, imam muda Janssen ditunjuk oleh Uskupnya sebagai pengajar pada Höheren Bürgerschule di Bocholt (Westfalen). Di situ dia bertugas selama 12 tahun sebagai pengajar matematika dan ilmu pengetahuan alam, sekaligus memberikan pelayanan pastoral dalam paroki St. Georg di kota itu. Sejak 1865 dia mulai giat untuk “Kerasulan Doa”, mula-mula sebagai “promotor”, kemudian sejak 1869 sebagai direktur diosesan dalam keuskupan Münster.

Untuk anggota-anggota perhimpunan doa itu dia menyusun sebuah “Buku kecil untuk penerimaan anggota Kerasulan Doa” dan sebuah “Pedoman kecil untuk Doa Bersama” yang disebarluaskannya sendiri dengan giat. Untuk bisa lebih bebas melayani kegiatan apostolis sebagai imam yang sudah dimulainya itu, dia minta supaya dibebastugaskan sebagai pengajar di Bocholt pada 1873, lalu dia menjadi kaplan untuk suster-suster Ursulin di Kempen. Mulai Januari 1874 dia menerbitkan sebuah majalah populer dengan nama “Kleiner Herz-Jesu-Bote” (Utusan Kecil Hati Yesus), dengan maksud mencari pelanggan untuk membantu Misi “intern”, yakni di tanah airnya dan terutama untuk membantu Misi “ekstern” yakni Misi di antara orang kafir. Tidak lama kemudian dia sudah menguraikan dalam majalahnya tentang perlunya mendirikan sebuah Rumah Misi di Jerman untuk mendidik misionaris-misionaris.

Dalam bulan Mei 1874 Arnoldus Janssen bertemu dengan Mgr. Raimondi, peserta pendiri seminari Misi di Milano, Prefek Apostolik dan tidak lama kemudian Uskup di Hongkong, yang kebetulan menjadi tamu pastor Ludwig von Essen di Neuwerk dekat Mönchengladbach. Atas desakan Uskup Raimondi, bahwa jika tidak ada seorang yang mau bertindak, maka hendaknya Janssen sendiri mendirikan Rumah Misi yang diperlukan itu. Dan akhirnya, pada tanggal 8 September 1875, bertempat di Steyl, dalam distrik Tegelen, Belanda, Arnoldus Janssen membuka Rumah Misi “St. Mikhael”, yang menjadi Rumah Induk “Serikat Sabda Allah”. Kendati permulaan yang sangat sederhana dan kendati serba kesulitan intern selama setengah tahun pertama, tanpa disangka-sangka telah mulailah perkembangan Rumah Misi dan Serikat Misi. Tahun demi tahun dapat didirikan bangunan yang baru. Jumlah siswa dan calon bruder senantiasa bertambah demikian rupa, sehingga rumah itu pada 1900 sudah menampung sekitar 650 orang, yaitu sekitar 45 imam, 290 bruder dan novis bruder dan hampir 320 siswa.

Dalam sebuah percetakan milik sendiri diterbitkan mula-mula hanya “Der Kleine Herz-Jesu-Bote”, tapi sejak 1878 juga majalah bulanan “Stadt Gottes” dan sejak 1880 “St. Michaelskalender”. Dalam musim gugur 1877 dimulai dengan suatu gerakan khalwat, yang dari tahun ke ahun menarik ratusan, bahkan ribuan imam dan awam, pria dan wanita untuk mengikuti hari-hari retret dalam Rumah Misi dan dengan demikian memperkenalkannya dalam lingkungan-lingkungan lebih luas. Tapi Rumah Misi itu terlebih lagi diperkenalkan lewat majalah-majalah, yang mencapai oplah yang tinggi.

Pada saat kematian Pendiri (1909), “Der Kleine Herz-Jesu-Bote” (kemudian menjadi “Steyler Missionsbote”) mempunyai 41.000 pelanggan, “Stadt Gottes” 220.000, “St. Michaelskalender” malahan 655.000, di samping itu edisi Belanda dengan oplah 48.000. Lebih dari 63.600 orang, baik pria maupun wanita telah ambil bagian pada 592 retret di Rumah Misi. Sejak 1888 telah dibuka cabang-cabang Serikat lebih lanjut: di Roma (St. Rafael), Mödling dekat Wina (St. Gabriel), Neisse, Slesia (Heiligkreuz), di Saarland (St. Wendel), Bischofshofen, Salzburg (St. Rupert), dan akhirnya dalam musim panas 1908 diambil keputusan untuk membuka Rumah Misi yang pertama di Amerika Serikat: St. Mary's di Techny dekat Chicago.

Masih dalam hidupnya Arnoldus Janssen telah mengambil alih daerah-daerah Misi dan wilayah-wilayah karya di semua benua. Dia sendiri dapat mengutus lebih dari 800 misionaris (333 imam, 187 bruder, 301 suster) ke: Cina (Shantung Selatan), Togo, Papua Nugini, Jepang, Argentina, Brasilia, Chile dan Paraguay, ke Amerika Utara, juga untuk karya Misi di antara orang-orang Negro yang sangat terlantar di negara-negara selatan. Perundingan-perundingan mengenai kegiatan di Filipina hampir diakhiri, sehingga pada 1909 misionaris-misionaris dari Steyl bisa datang ke pulau-pulau ini. Sejak mula Arnoldus Janssen sudah memahami pentingnya keterlibatan suster-suster dalam kegiatan Misi, tapi baru pada 1889 dia mendirikan serikat suster-suster “Abdi-abdi Roh Kudus”, yang berkembang demikian pesat, sehingga pada 1909 sudah ada sejumlah 450 suster Misi yang berkaul, 80 novis dan 30 postulan. Di Argentina, Togo, Papua Nugini, USA, Brasilia, Shantung Selatan (Cina) dan Jepang suster-suster SSpS sudah bekerja di samping para imam dan bruder. Pada waktu mendirikan kongregasi suster-suster Misi sudah dipikirkan mengenai satu cabang untuk suster-suster Adorasi Abadi yang dibentuk pada 1896 dan telah berkembang sebagai satu kongregasi tersendiri yakni suster-suster “Abdi-abdi Roh Kudus dari Adorasi Abadi”.

Pada 1909 jumlah mereka 30 suster, termasuk novis-novis dan postulan-postulan. Karya yang dibangun dan dikembangkn oleh Arnoldus Janssen, dipimpinnya juga dengan seluruh tenaga pribadinya sampai dengan penyakit pitam yang dideritanya pada akhir Oktober 1908. Ketika ia tutup usia pada 15 Januari 1909, ia meninggalkan karya Misi dari Steyl yang terdiri dari tiga serikat Misi itu dalam keadaan demikian mantap, sehingga selama dasawarsa-dasawarsa berikut, kendati menghadapi krisis serta kerugian yang besar akibat dua perang Dunia dan dalam masa nasional sosialisme, dapat berkembang terus dan menjadi salah satu dari antara serikat-serikat Misi terbesar di dalam Gereja.

==================
Untuk lebih mengenal Serikat Sabda Allah (SVD) di Indonesia, kunjungi website ini: http://www.geocities.com/idjccsvd/



Tarsis Sigho
Email: tarsis@svdchina.org

Mohon hubungi pembuat serta Pondok Renungan (pondokrenungan@gmail.com),
jika anda ingin menyebarkan karya ini.

Kembali Ke Index Tokoh

Versi Cetak Versi Cetak   Email Ke Teman Email ke Teman  

Home  |  Renungan  |  Cerita |  Kesaksian  |  Diskusi |  Kontak Kami
                   
© 2000-2014 Pondok Renungan
All Rights Reserved