Santo Christophorus


Ketika saya membaca buku tamu pondok renungan, saya menemukan dua permintaan agar menyertakan kisah tentang Santo Christophorus. Karena itu di sini saya mencoba menghadirkan kisah hidup singkat Santo Christophorus.

Walaupun St. Christophorus merupakan satu di antara para orang kudus yang amat popular baik di dunia Timur maupun Barat, namun kisah hidup serta kematiannya tak diketahui secara pasti. Sebuah kisah menceritakan bahwa istri seorang raja (mungkin dari negeri Kanaan atau Arab), setelah berdoa dengan bunda Perawan Maria, akhirnya dikaruniai seorang putra yang diberi nama Offerus. Nama inipun tidaklah pasti. Ada beberapa nama yang diberikan kepadanya; Offro, Adokimus, atau Reprebus. Karena ia memiliki tubuh yang kekar dan kekuatan yang luar biasa maka ia memutuskan hanya untuk melayani mereka yang kuat dan berani. Ia menemukan bahwa hanya raja dan setanlah yang memenuhi prasyarat untuk mendapatkan pelayanannya. Namun perlahan-lahan didapatinya bahwa keduanya juga kurang berani. Sang raja adalah seorang penakut, bahkan hanya untuk menyebut nama Setan saja ia tidak berani. Sedangkan Setan akan menjerit ketakutan saat melihat sebuah salib yang dipancang di pinggir jalan. Ia tak mampu mencari seorang majikan kepada siapa ia boleh membaktikan dirinya.

Pada akhirnya ia menemukan sebuah biara hemit (seorang pertapa) yang menganjurkan agar ia membaktikan dan mempersembahkan tenaga dan kekuatannya kepada Kristus. Sang pertapa membantunya mengenal ajaran kristiani, dan pada akhirnya membaptisnya. Saat dipermandikan, Chrsitophorus sama sekali tak berjanji pada sang pertapa bahwa ia akan menjalani suatu bentuk hidup doa dan askese yang keras, namun ia amat bersedia untuk membantu siapa saja yang hendak melewati sebuah sungai yang luas dengan airnya yang deras dekat biara pertapaan mereka.

Suatu hari ia memikul seorang anak kecil di pundaknya untuk melewati sungai tersebut. Namun anehnya, anak kecil yang seharusnya mampu diangkatnya dengan satu jari ini kini bertambah berat dan berat. Christophorus merasa seakan-akan ia kini sedang memikul seluruh dunia di atas pundaknya. Setelah tiba di seberang sungai sang anak kecil itu menyatakan diriNya sebagai Tuhan, Pencipta dan Penebus seluruh alam raya. Untuk membuktikan hal ini, Yesus menyuruh Christopher untuk menanamkan sesuatu di dalam tanah. Pagi berikutnya ketika Christopher datang melihatnya, sebuah pohon palma telah bertumbuh subur di atas tanah tersebut dan menghasilkan buah-buahnya. Kisah peristiwa mukjizat ini akhirnya tersebar dan menarik begitu banyak orang yang pada akhirnya percaya akan Kristus. Hal ini mendatangkan amarah sang raja (Dagnus dari Samos), yang memerintahkan agar Christophorus ditangkap dan dipenjarakan. Ia pada akhirnya dipenggal dan dikaruniai mahkota sebagai martir.

Kisah di atas berasal dari legenda di tanah Yunani pada abad ke enam. Pada pertengahan abad ke sembilan, kisah ini tersebar di Prancis.

Nama Christophorus secara harafiah berarti "pemikul Kristus" (Christbearer). Nama ini berasal dari kata Yunani "Christos" (Kristus) dan "pherein" (memikul). Ada sejumlah diskusi seputar makna nama tersebut, ada yang mengatakan bahwa pemikul Kristus ini bukanlah sesuatu yang bersifat fisikal, tetapi lebih bersifat spiritual yakni memikul atau membawa serta Kristus yang bangkit di dalam hati. Setiap orang Kristen membawa serta Kristus yang bangkit di dalam hati mereka, dan karena itu semua orang kristen dalam hal ini adalah juga Christophorus.

Santo Christophorus dikenang pestanya setiap tanggal 25 Juli. Namun di kalangan orang Yunani, pestanya dirayakan setiap tanggal 9 Maret. Nama Santo Christopher juga diabadikan dengan menamakan sebuah pulau; St. Christopher's Island (yang lebih sering dikenal dengan St. Kitts), di sebelah barat Antigua.

Sumber: http://www.newadvent.org/cathen/03728a.htm

Tarsis Sigho íV Taipei



Tarsis Sigho
Email: tarsis@svdchina.org

Mohon hubungi pembuat serta Pondok Renungan (pondokrenungan@gmail.com),
jika anda ingin menyebarkan karya ini.

Kembali Ke Index Tokoh

Versi Cetak Versi Cetak   Email Ke Teman Email ke Teman  

Home  |  Renungan  |  Cerita |  Kesaksian  |  Diskusi |  Kontak Kami
                   
© 2000-2014 Pondok Renungan
All Rights Reserved