Yubileum 2000

 

2.  YUBILEUM SEBAGAI ANUGERAH


Yubileum Dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru
          Kata Yubileum pertama-tama secara harafiah dapat dikaitkan dengan "Yubilate" yaitu bergembiralah atau dari suatu istilah bahasa ibrani yang berarti : menghadiahkan atau memberikan.

          Kemungkinan besar kata JOBEL berasal dari tanduk kambing yang dipakai untuk mengeluarkan bunyi-bunyian pada awal tahun suci dan pada liturgi meriah.

          "Lalu engkau harus memperdengarkan bunyi sangkalala dimana-mana dalam bulan ke tujuh pada tanggal sepuluh bulan itu; pada hari raya Perdamaian kamu harus memperdengarkan bunyi sangkakala (JOBEL) itu dimana-mana di seluruh negerimu" (Im 25:9).

          Tahun rahmat dan Yubileum mempunyai dasar dan fungsi utama keagamaan yaitu memperingatkan kedaulatan Allah: "Tuhan Allah yang mempunyai bumi serta segala isinya dan dunia serta yang diam di dalamnya" (Mzm 24:1).

          Tahun Sabatikum dan Yubileum berfungsi sosial yaitu menjunjung martabat manusia dan sekaligus global yaitu berkaitan dengan alam semesta.

          Kitab Suci mengajar bahwa manusia itu bukan satu-satunya pencipta sejarah. Secara khusus dengan latar belakang teologisnya nyata bahwa sejarah itu merupakan hasil keterlibatan Allah dalam hidup bangsanya. Kemenangan dan kegagalan / penjajahan berkaitan atas kesetiaan / ketidaksetiaan kepada Yahwe, misalnya kitab Yosua,Hakim Samuel. Raja-raja, Tawarikh. Sejarah itu menjadi HABITAT (tempat bertemu/tinggal) antara Allah dan manusia.          

  1. Tahun Sabat. Itu berakar pada tindakan Yahwe "Sebab enam hari lamanya Tuhan menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya dan ia berhenti pada hari ke tujuh itulah sebabnya Tuhan memberkati hari Sabat dan mengkuduskannya". (Kel 20:11).
    Tahun Sabat dirayakan setiap tujuh tahun. "Pada tahun yang ke tujuh haruslah ada bagi tanah itu suatu sabat, masa perhentian penuh, suatu sabat bagi Tuhan. Ladangmu janganlah kau taburi dan kebun anggurmu janganlah kau rantangi. (Im 25:4)

  2. Tahun Yubileum : Peraturan dan latar belakang sama dengan Tuhan Sabatikum, tetapi secara khusus memiliki tindakan-tindakan untuk memulihkan kedaulatan Allah atas manusia dan semesta alam serta menghapuskan kesenjangan sosial berdasarkan keadilan dan martabat manusia.

"Selanjutnya engkau menghitung tujuh tahun Sabat, yakni tujuh kali tujuh tahun, sehingga masa tujuh tahun Sabat itu sama dengan empat puluh sembilan tahun. Lalu engkau harus memperdengarkan bunyi sangkakala dimana-mana dalam bulan yang ke tujuh pada tanggal sepuluh bulan itu; pada hari sangkakala itu dimana-mana di seluruh negerimu" (Im 25:8-10)

Untuk tahun Yubileum peraturan yang sama harus dilaksanakan terhadap tanah "Tanah jangan dijual mutlak, karena Akulah pemilik tanah itu, sedang kamu adalah orang asing dan pendatang bagi-Ku. Diseluruh tanah milikmu haruslah kamu memberi hak menebus tanah" (Im 25: 23-24). Tak seorangpun harus kehilangan untuk selama-lamanya, tanah dan kemerdekaan. "Apabila seorang saudaramu menjual dirinya kepadamu, baik seorang laki-laki Ibrani atau seorang perempuan, maka ia akan bekerja padamu enam tahun lamanya, tetapi pada tahun yang ketujuh engkau harus melepaskan dia sebagai orang merdeka, maka janganlah engkau melepaskan dia dengan tangan hampa, engkau harus dengan limpahnya memberi bekal kepadanya dari kambing dombamu, dan tempat pengirikanmu dari tempat pemerasanmu, sesuai dengan berkat yang diberikan kepadamu oleh Tuhan, Allah, haruslah kauberikan kepadanya" (Ul 15:12-14).

          Tahun Yubileum merupakan cipataan baru dan zaman baru berlandaskan persaudaraan, keadilan, kebebasan, pengampunan, rekonsiliasi, cinta kasih.

          "Inilah cara penghapusan itu; setiap orang yang berpiutang harus menghapuskan apa yang dipinjamkannya kepada sesamanya: janganlah ia menagih dari sesamanya atau saudaranya; karena telah dimaklumkan penghapusan hutang demi Tuhan" (Ul 15:2)

          Harapan dan perwujudan cita-cita ini akan terlaksana dalam diri Yesus.
"Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang. Lalu Ia memulai mengajar mereka, kata Nya. Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu mendengarkannya" (Luk 4:8-9; 21)

Yubileum "Tahun Rahmat Tuhan" merupakan ciri-ciri khas dari segala karya Yesus. Oleh sebab itu Gereja meneruskan pembentukan dunia baru yang penuh rasa persaudaraan dan kesetiakawanan.




Arti Logo Yubileum KAJ
Bola Dunia / Indonesia dipersembahkan (dua tangan) kepada Allah Tritunggal (segitiga) dan secara khusus kepada Yesus sang penyelamat



Klik disini untuk melanjutkan ke halaman berikut....

 

Home  |  Renungan  |  Cerita  |  Kesaksian  |  Diskusi Kontak Kami
                   
@ 2000-2002 Pondok Renungan