Yubileum 2000

 

4.  Z I A R A H

          Yohanes Paulus II mengundang umat Katolik untuk merayakan Yubilium Agung dengan melanjutkan tradisi sebagai salah satu jalur istimewa untuk bertobat yaitu melalui ziarah.

  1. ARAH / TUJUAN

              Pada setiap agama dan suku, ziarah / peziarahan ini merupakan salah satu unsur penting dalam kehidupan sosial dan dalam hidup keagamaan.
    Berziahar itu dianggap sebagai suatu pembebasan batin, karena berakar pada pengalaman religius dan bermotivasi utama "bertemu" dengan yang disebut "SACER" (kudus, kramat, suci, ... )

              Dengang berziarah, manusia mau meninggalkan / menggeser ke-kiri-an, menemukan dirimya dengan pembaharuan dalam "Roh / Sacer"

  2. MAKNA

              Orang yang berziarah merupakan manusia yang "pergi", berjalan, misalnya : naik ke Yelusalem, Mekah, Roma, Benares, dll (baik lokal / regional, jauh / dekat). Ziarah itu pada umumnya dilaksanakan dengan berjalan kaki ! (dulu)
    "Pergi" berarti berpisah, beralih dari status-quo, yaitu : melepas diri dari lingkup hidup keseharian.
    "Pergi" untuk menemukan, bertemu dengan sesuatu yang baru atau mendapat perubahan baru.
    "Pergi" berarti kembali ke daerah asalnya atau pusat keagamaan.

              Pada umumnya tempat ziarah terletak di luar keramaian (misalnya : Fatima, Louders, Sendang Sono, dan lain-lain).
              Pengalaman selama ziarah adalah menciptakan hubungan akrab dan baru antara individu-individu yang ambil bagian dalam peziarahan itu dan menemukan identitasnya.
    Apa yang sebenarnya yang dicari dalam ziarah itu ? Suatu "tempat yang khusus", yang menunjukan kehadiran ilahi atau yang "luar biasa" sebagai su,ber pembaharuan. Bdk. : Islam, Hindu, Budha, Katolik, Shinto, dll
    Salah satu efek dari ziarah adalah mempertajam kepekaan terhadap yang Rohani dan Duniawi.
    Dalam bahasa umat Kristiani, semua unsur ini dapat dikategorikan sebagai "PERTOBATAN"
    Yesus berkata : "Ikutlah Aku; Akulah jalan menuju Bapa" (Mat 8:22; Yoh 14:6)

  3. DARI YERUSALEM KE ROMA

              Ziarah itu merupakan suatu tradisi bagi orang Yahudi dan Gereja serta bagi setiap pengalaman keagamaan.

              Dalam sejarah Keselamtan, ziarah merupakan suatu pengalaman yang istimewa bagi bangsa Israel dan gereja.

              Dalam Perjanjian Lama terdapat banyak kejadian berkaitan dengan ziarah, misalnya : Abraham; perjalanan dari Mesir ke tanah terjanji oleh bangsa Israel.
    Di Palestina dapat ditemukan banyak tempat ziarah yang digabungkan dengan mimpi dan pesan Ilahi, misalnya Sikhem, Bethel, Hebron, dll.
    Yerusalem (dalam Kej. 14:8 disebut "Salem" / Shallom), mulai dengan Raja Daud menjadi Kota Suci / Damai karena kehadiran Kenisah dan pusat keagamaan Yahudi.
    Orang Yahudi diwajibkan naik ke Yerusalem tiga kali setahun yaitu pada pesta Paskah, Pentakosta dan Pondok Daun.
    Ciri khas dari ziarah ini adalah suasana gembira yang diiringi dengan tari-tarian, persembahan dan bunyi-bunyian.
    Orang yang berziarah diberkati juga dengan berkat dan karunia khusus yang kita sebut "Indulgensi" (Indulgentia).
    Dalam Kitab Mazmur terdapat 15 Mazmur (dari 120-134) sebagai buku katekese atau buku pegangan bagi peziarah.

              Naik ke Yerusalem adalah menukan damai, pelepasan dari segala kesedihan untuk bertemu dengan Yahwe / Adonai (Tuhan).


              Dalam Perjanjian Baru, Yerusalem, Kota Suci menjadi simbol peziarahan umat beriman dan merupakan lambang Gereja yang berjalan.
    Mulai abad IV, pusat ziarah pindah dari Timur (Yerusalem) ke Barat (Roma), pusat Kekatolikan dan tempat makam para rasul.

              Unsur-unsur / ciri-ciri yang telah di ungkapkan diatas tetap dipelihara.
    Kembali ke Roma berarti menimba kekuatan kesaksian dari para rasul.

              Dalam abad pertengahan (setelah tahun 1000) ada 3 (tiga) tempat ziarah yang ramai di kunjungi : Yerusalem, Roma dan Compostella (Makam Santo Yakobus).
    Di samping itu ada tradisi lokal dan regional, misalnya : Penampakan Bunda Maria, makam orang-orang Kudus atau mengunjungi 7 (tujuh) Gereja di Roma dalam suasana pesta, gembira dan doa (Santo Phipus Neni).

             

  4. YUBILEUM AGUNG TAHUN 2000

              Untuk Yubileum Agung tahun 2000. Yohanes Paulus II menawarkan kembali ziarah ke tempat-tempat yang terpenting " Yerusalem, Betlehem, Roma dan Santiago Compostella atau tempat-tempat ziarah yang ditentukan oleh para uskup.
    Ziarah saat ini juga merupakan pengalaman mendasar untuk umat beriman dalam perjalanan menuju Allah. Kesadaran bahwa kitalah musafir menuju kesempurnaan ilahi.
    Di tempat ziarah, umat berdoa, bertobat dan beramal kasih sambil menemukan kembali wajah-wajah asli sebagai anak-anak Allah.

    "Pergilah dan Bertobat"



Klik disini untuk melanjutkan ke halaman berikut....

 

Home  |  Renungan  |  Cerita  |  Kesaksian  |  Diskusi Kontak Kami
                   
@ 2000-2002 Pondok Renungan