 |
Yubileum 2000
5. INDULGENSI
Setelah
Sri Paus mengeluarkan surat Pembukaan Yubileum Agung Tahun 2000, Seksi
ke-Paus-an menyampaikan beberapa petunjuk untuk memperoleh "Indulgensi
penuh".
Gereja Kudus memelihara
kekayaaan Rohani/Jasa dari Yesus, Bunda Maria dan semua Orang Kudus. Nilai-nilai
Rohani ini merupakan semacam "Khazanah Gereja" yang tidak
terbatas, yang tidak dapat habis, yang dipersembahkan demi keselamatan umat
manusia setelah dibebaskan dari dosa.
Indulgensi ini merupakan
salah satu bentuk pelayanan keselamatan.
Indulgensi bertujuan :
Menghapuskan denda / hukuman sementara yang harus disilihkan dihadapan Allah.
Untuk memperoleh Indulgensi ini Gereja menentukan syarat-syarat : sedekah,
puasa dan doa.
Indulgensi Yubileum
adalah penghapusan penuh denda/hukuman sementara yang telah diampuni melalui
Sakramen Tobat. Diluar dari Indulgensi ini denda / hukuman atas pengampunan dosa
akan dibersihkan melalui "Api pencucian".
Indulgensi Yubileum dapat
diperoleh untuk diri sendiri atau untuk orang yang sudah meninggal. Salah satu
syarat untuk memperoleh Indulgensi Yubileum adalah berziarah ke Kota Abadi,
Roma. Dengan berkunjung dan berdoa pada Gereja Santo Petrus (makamnya), atau
Santo Paulus diluar tembok (ada makamnya). Santa Maria Major, Santo Yohanes
Lateran (Katedral Kota Roma dan induk dari segala Gereja Katolik), Santo
Laurentius atau Gereja Salib Suci Yerusalem, dan Catacombe (tempat dibawah tanah
yang dipakai oleh umat Kristiani untuk menghindarkan pengejaran dari Kaisar).
Tahun Yubileum ini akan
dirayakan serentak dan sederajat dengan Roma di Tanah Suci (Palestina) dengan
berkunjung ke Geraja makan Yesus (Yerusalem), atau Bethlehem (Gereja kalahiran
Yesus) dan Nazaret (Gereja kabar gembira).
Bagi umat Katolik yang
tidak dapat berziarah ke tempat-tempat ini dapat memperoleh Anugerah Yubileum di
Gereja Katedral atau Geraja lain yang akan ditentukan oleh Uskup atau KWI.
Dalam surat edaran
Kepausan sebagai ciri-ciri khas Yubileum pertobatan. Gereja memohon pengampunan
atas segala kesalahan dan dosa terhadap manusia atau agama lain pada masa lampau
dan sekarang.
Sri Paus mengharapakan
sikap yang sama dari manusia, dari agama-agama lain terhadap Gereja.
Salah satu permintaan
dari Gereja agar utang-utang dari Negara berkembang dapat dihapuskan khususnya
apabaila masih memberatkan negara-negara tersebut dan menjadi belenggu untuk
kemajuan.
Untuk memperoleh
Indulgensi pada zaman ini salah satu perwujudan Cinta Kasih/Sedekah adalah :
puasa penuh selama satu dengan mengalihkan jumlah uang itu kepada orang miskin
atau membagikan kelebihannya.
Perwujutan Cinta Kasih
lain : berkunjung dan melayani orang sakit, orang tua, cacat dan tawanan.
Menempatkan waktu untuk kegiatan-kegiatan sosial atau menyumbangkan sebagian
keuntungannya untuk karya-karya agama dan sosial.

Logo Kepausan
Yohanes Paulus II
Topi dan Kunci serta tali ( Mt. 16. 19 ) lambang sebagai Paus
M Yang disebelah kanan di bawah Salib menunjukkan DEVOSI
Khusus tergahap Bunda Maria
Klik disini untuk melanjutkan ke halaman
berikut....
Home |
Renungan | Cerita
| Kesaksian | Diskusi |
Kontak Kami
@ 2000-2002 Pondok Renungan
|
 |