Perhentian I
Yesus Dihukum Mati



P Kami menyembah sujud kepada-Mu Kristus, serta memuji Dikau
U Sebab dengan Salib Suci-Mu Engkau telah menebus dunia
P Hukuman mati bagi Yesus adalah ulah para provokator yang tidak senang kepada Yesus. Yesus tidak bersalah tapi harus menerima siksaan, cercaan, cambuk duri dan memanggul salib. Penguasa yang seharusnya menjadi tumpuan harapan orang lemah, malah mematikannya. Hukuman mati di kayu salib hanya dijatuhkan kepada penjahat besar. Maka Yesus dianggap penjahat besar. Padahal yang jahat adalah hati kita sendiri, yang tidak mau peduli kepada sesama yang tidak berusaha untuk menciptakan persatuan, yang curiga kepada kelompok lain. Bahwa Yesus rela menerima hukuman mati di kayu salib adalah karena kecintaan Nye kepada manusia. Dengan sengsara dan wafatNya, Yesus tidak hanya menebus dunia, tetapi juga mempersatukan seluruh umat manusia menjadi satu kawanan yang amat disayangi-Nya.
U Ya Yesus, Engkau rela menerima hukuman mati karena kasih Mu teramat besar kepada umat manusia. Maka keputusan yang tidak adil dan dijatuhkan kepadaMu adalah gambar kedengkian kami. Namun Engkau tidak membalas kedengkian itu, melainkan menerimanya dengan sabar, demi kesetiaanMu kepada Bapa yang mengutusMu, yang adalah sumber cinta kasih. Yesus, guru dan teladan kami, ajarilah kami melaksanakan cinta kasih kepada sesama. Bantulah kami melaksanakan pembaharuan pola hidup, yakni menggalang persatuan dan menumbuhkan solidaritas yang tinggi atas dasar keadilan dan cinta kasih. Karena tanpa keadilan dan cinta kasih, persaudaraan yang diharapkan menjadi perekat persatuan yang diharapkanm, tidak akan muncul, melainkan akan berbalik menjadi pemerasan dan penindasan. Amin
P Kasihanilah Tuhan, kasihanilah kami
U Allah ampunilah kami orang berdosa
Lagu Anak domba tak bersalah
Ajar kami pun berpasrah
Taat pada Bapa-Mu

 

Perhentian II


Home  |  Renungan  |  Cerita  |  Kesaksian  |  Diskusi Kontak Kami
                   
@ 2000-2002 Pondok Renungan