 |
Perhentian II
Yesus Memanggul Salib
| P |
Kami menyembah
sujud kepada-Mu Kristus, serta memuji Dikau |
| U |
Sebab dengan
Salib Suci-Mu Engkau telah menebus dunia |
| P |
Yesus memanggul
palang salib yang berat itu tanpa mengeluh. Begitu berat beban yang
harus ditanggung oleh Yesus karena dosa-dosa kita, tetapi kita tidak
peduli. Kepada sesama kita juga acuh tak acuh, tidak mau rukun, egois,
tak mau kasih mengasihi. Hal ini memperberat beban Yesus, lebih-lebih
lagi karena kita masih saja terus berbuat dosa. Oh alangkah kejamnya
perbuatan kita. Semua yang dilakukan Nya adalah teladan untuk cinta
kasih, tetapi kita tidak peduli, bahkan juga kepada sesama yang sedang
menderita. Kita lupa bahwa untuk mencintai Yesus, kita harus
melaksanakan cinta kasih itu kepada sesama , terutama yang sedang
menderita. |
| U |
Yesus yang baik,
Engkau memberikan contoh dan perbuatan nyata, dalam kesaksian cintaMu,
yaitu dengan rela menderita sengsara dan wafat di kayu salib. Yesus
curahkanlah cinta kasihMu ke dalam hati kami, agar kami berani
memberikan kesaksian tentang hidup bercinta kasih di dalam masyarakat
kami, yaitu dengan hidup rukun, saling tolong menolong, dan menghargai
pendapat orang lain. Dengan demikian kami mampu menghadirkan karya cinta
kasih Allah dan membuktikan bahwa Tuhan sungguh menjiwai kami. |
| P |
Kasihanilah
Tuhan, kasihanilah kami |
| U |
Allah ampunilah
kami orang berdosa |
| Lagu |
Kayu salib Dia
panggul
Mari kita pun memikul
Salib kita di dunia |
Perhentian
III
Home |
Renungan | Cerita
| Kesaksian | Diskusi |
Kontak Kami
@ 2000-2002 Pondok Renungan
|
 |