 |
Perhentian III
Yesus Jatuh Pertama Kali
| P |
Kami menyembah
sujud kepada-Mu Kristus, serta memuji Dikau |
| U |
Sebab dengan
Salib Suci-Mu Engkau telah menebus dunia |
| P |
Perlakuan yang
kasar dan tak berperikemanusiaan itu berlangsung terus. Yesus tidak
diberi kesempatan untuk beristirahat. Bahkan pada pagi harinya ditambah
lagi dengan pukulan cambuk berduir, sehingga daraNya banyak bercucuran.
Cambuk berduir yang diayunkan para algojo tanpa mengenal belas kasihan
itu telah merobek-robek tubuhNya. Penyiksaan inilah yang membuat Yesus
jatuh, meskipun belum lama melangkahkan kakinya ke jalan salib itu.
Tetapi dengan kekuatan cinta kasihNya dan kesadaran akan tugasNya, Yesus
bangkit lagi dan meneruskan perjalananNya. Apakah kita juga sanggup
bangkit kembali bila jatuh ke dalam dosa ? Apakah hati kita juga akan
tergerak bila melihat orang lain diperlakukan tidak adil ? |
| U |
Ya Yesus,
walaupun Engkau jatuh karena kelelahan, namun kekuatan cintaMu tidak
berkurang. Cinta kasihMu itulah yang memberikan semangat dan dorongan
untuk menyelesaikan tugas perutusanMu. Berikanlah kekuatan cinta itu
kepada kami, agar kami juga mampu bangkit kembali, manakala kami jatuh
ke dalam kemalasan dan tidak peduli kepada orang lain yang menderita.
Bantulah kami agar mau membangung persatuan Indonesia menuju tata dunia
baru, menuju persatuan yang kokoh dalam suasana damai. |
| P |
Kasihanilah
Tuhan, kasihanilah kami |
| U |
Allah ampunilah
kami orang berdosa |
| Lagu |
Tuhan Yesus
tolong kami
Bila kami jatuh lagi
Karna salib yang berat |
Perhentian
IV
Home |
Renungan | Cerita
| Kesaksian | Diskusi |
Kontak Kami
@ 2000-2002 Pondok Renungan
|
 |