 |
Jalan Salib
| Tanda
Salib dan Salam |
| P |
Dalam Nama Bapa
dan Putra dan Roh Kudus |
| U |
Amin |
| P |
Semoga cinta
kasih Allah Bapa, melalui Putra-Nya, Yesus Kristus, dan dalam
persektutuan Roh Kudus selalu beserta kita. |
| U |
Sekarang dan
Selama-lamanya |
Pengantar
Umat yang terkasih, Ibadat Jalan
Salib seharusnya meperdalam tobat kita, karena melalui sengsara, wafat dan
kebangkitan Yesus , dosa-dosa kita telah ditebus lunas. Tuhan Yesus membuktikan
cinta kasih-Nya kepada umat manusia melalui jalan salib. Kita diajak untuk
bertobat terus menerus. Tekanan pertobatan adalah tobat pribadi yang akan
menggerakkan tobat bersama, sehingga menimbulkan perubahan dalam kehidupan
masyarakat, yang berakar pada hubungan dengan sesama, dengan masyarakat, dan
dengan alam serta dengan Tuhan sendiri.
Saudara-saudari yang terkasih, Tuhan Yesus telah mempersatukan seluruh umat
manusia menjadi satu kawanan yang amat dicintai-Nya. Maka pertobatan kita harus
selaras dengan teladan-Nya, kita harus bersatu dan saling kasih mengasihi, tanpa
memandang agama, suku. bahasa , warna kulit dan daerah asal, kita harus saling
mendukung dan saling menghargai. Perbedaan memang ada, tetapi janganlah
perbedaan itu membuat kita terpecah belah. Perbedaan itu harus memperkaya untuk
saling melengkapi dan memperkuat persatuan kita. Marilah kita mempersiapkan diri,
semoga kita mampu menghayati setiap langkah Yesus di jalan salib-Nya.
Doa Pembukaan :
Bapa, asal dan tujuan hidup
manusia, kami mohon bimbinglah kami agar dapat merenungkan dan menghayati serta
mengikuti teladan cinta kasih Putra-Mu, Yesus Kristus. Bantulah kami, untuk
dapat memperbaiki semangat, tingkah laku dan perbuatan kami sehari-hari, karena
itulah ungkapan tobat kami, tabahkanlah kami dalam menanggung segala derita
sebagai silih atas dosa-dosa kami. Bapa, berilah kami cinta kasihMu agar selalu
berupaya menggalang persatuan dan persekutuan antar sesama atas dasar cinta
kasih-Mu sendiri. Demi Kristus, Penebus kami yang beserta Dikau dalam
persekutuan Roh Kudus, Allah sepanjang segala masa. Amin
Perhentian
I
Home |
Renungan | Cerita
| Kesaksian | Diskusi |
Kontak Kami
@ 2000-2002 Pondok Renungan
|
 |